Bunda, Lakukan Ini untuk Menjaga Keseimbangan Keluarga dan Karier

Hampir semua bunda pernah terjebak dalam pilihan sulit, keluarga atau karier. Meski menyeimbangkan keduanya bukan hal yang mudah, hal tersebut tetap bisa dilakukan dengan baik.

Jangan bayangkan dulu bahwa wanita karier adalah mereka yang harus selalu pergi ke kantor. Para ibu yang mengelola rumah tangga sambil merintis usaha di rumah juga bisa disebut sebagai wanita karier. Kaum wanita yang berpijak di dua dunia ini tentu patut didukung agar mempunyai kehidupan yang seimbang antara keluarga dan kariernya.

bunda lakukan ini untuk menjaga keseimbangan keluarga dan karier - alodokter

Apa Kunci Sukses Menyeimbangkan Keluarga dan Karier?

Beberapa hal di bawah ini kemungkinan bisa diterapkan oleh wanita karier dalam menyeimbangkan tugas di dalam pekerjaan, kegiatan mengurus anak, serta mengelola rumah tangga.
  • Mampu mengelola stres

Bunda yang menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pekerja sangat rentan terhadap stres. Sekitar 6 dari 10 bunda yang juga bekerja menderita stres. Saking tingginya tekanan bagi bunda yang berkarier sambil mengelola rumah tangga mereka, hanya sekitar 4 dari 100 bunda yang mau melakukannya secara purna waktu. Bahkan, 80 persen bunda mengaku akan berhenti bekerja jika keadaan memungkinkan.

Karena rentan terhadap stres, maka penting bagi Bunda untuk mampu mengelola stres. Kemampuan mengelola stres yang baik juga akan mengamankan keluarga dari pelampiasan. Yang pertama harus dilakukan adalah mengorganisasi jadwal yang baik dan disiplin untuk mematuhinya.

Relaksasi juga dapat membantu dalam mengelola stres. Anda dapat mencoba meditasi atau yoga. Jangan menyimpan masalah Anda sendiri, cobalah untuk berbagi dengan orang-orang yang Anda percayai. Jika sudah tidak mampu mengelola stres sendiri, pertimbangkanlah untuk berkonsultasi dengan psikolog.

  • Punya waktu manjakan diri

Untuk mencegah stres berkelanjutan, Bunda harus memiliki me time,yaitu semacam masa-masa santai sendiri, minimal sekali dalam seminggu. Ingat, jangan pernah lampiaskan stres pada konsumsi minuman beralkohol, obat-obatan, dan rokok karena justru akan memperburuk kondisi.

  • Jangan pernah remehkan kesehatan

Efek dari buruknya keseimbangan pekerjaan dan keluarga adalah penurunan kualitas kesehatan dan kelelahan. Masalahnya, kelelahan bisa mengganggu produktivitas dan menyebabkan kesalahan fatal.

Kesehatan yang buruk juga dapat memperburuk ketidakmampuan Bunda mengelola stres akibat beban kerja dan pekerjaan rumah. Sebab stres memiliki efek buruk bagi kekebalan tubuh dan memperburuk kondisi medis Bunda.

  • Atur waktu dan momen penting keluarga

Awalilah pagi Bunda dengan permulaan yang baik. Jangan sampai semuanya berantakan karena tidak mampu mengorganisasi keperluan anak, suami, dan diri sendiri. Usahakan keperluan tersebut sudah disiapkan dengan baik pada malam sebelumnya.

Pastikan Bunda juga mengetahui momen-momen penting yang ada di dalam keluarga dengan baik. Catatlah semua momen penting tersebut dan tandailah dalam kalender agar tidak lupa. Pastikan juga Bunda mencatat hal-hal terkait tugas sekolah hingga ektrakurikuler si Buah Hati.

  • Tetap terhubung dengan keluarga meski saat bekerja

Agar anak tetap merasa diperhatikan oleh Bunda, tetap pertahankan hubungan dengan mereka meski sedang bekerja. Berkomunikasilah dengan anak-anak melalui telepon atau video call setidaknya sekali dalam sehari agar ikatan Bunda dan anak tetap terjaga. Jika anak-anak sedang ada dalam momen istimewanya, namun Bunda berhalangan hadir, metode ini tetap bisa dilakukan untuk mengurangi kekecewaan anak.

  • Punya waktu khusus bersama pasangan

Jagalah selalu hubungan Bunda dengan pasangan agar karier dan keluarga berjalan seimbang. Ingatlah bahwa pasangan merupakan pihak pertama yang selalu hadir dalam masa-masa indah dan sulit Bunda. Termasuk saat kesibukan pekerjaan begitu menyita waktu, pasangan adalah orang pertama yang Bunda abaikan. Untuk menyiasatinya, pastikan Bunda memiliki waktu khusus yang benar-benar untuk berdua. Jauhkan dari perbincangan mengenai pekerjaan atau anak-anak, usahakan yang ada hanya mengenai Bunda dan pasangan.

  • Optimalkan waktu

Hindarilah membuang-buang waktu baik di tempat kerja maupun di rumah. Saat di rumah, hindarilah mengerjakan pekerjaan lain saat menemani anak-anak bermain di rumah. Cobalah untuk menelepon atau menjawab surel ketika si Buah Hati tidur. Kurangi juga menonton TV malam hari agar waktu dengan pasangan tidak berkurang semakin banyak.

Saat di kantor, jangan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang penting. Jika ingin berkumpul dengan rekan kerja untuk berbincang-bincang, maka lakukanlah saat makan siang atau waktu istirahat.

Agar keseimbangan keluarga dan karier terjaga dengan baik, jangan pernah berhenti berkomunikasi dengan pasangan. Melibatkan pasangan dalam mengurus keluarga dan karier akan lebih memantapkan Bunda saat menjalani kedua peran tersebut.