Busui, Kenali Pelekatan Menyusui yang Salah dan Cara Memperbaikinya

Keberhasilan proses menyusui tergantung pada pelekatan (latch-on) saat bayi menyusu. Bila pelekatan tidak benar, Si Kecil akan sulit mendapat Air Susu Ibu (ASI) secara optimal. Bunda juga bisa ikut merasakan dampaknya, seperti nyeri pada puting payudara. Dan apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka nantinya produksi ASI bisa berkurang.

Pelekatan adalah momen ketika bayi memasukkan puting dan areola (area gelap di sekitar puting) ke dalam mulutnya dan mulai mengisap ASI yang keluar dari payudara. Melakukannya tidaklah semudah mengatakannya. Sebagian ibu dan bayi pernah mengalami hambatan dalam pelekatan menyusui.

Busui Kenali Pelekatan Menyusui yang Salah dan Cara Memperbaikinya - Alodokter

Kenali tanda-tanda pelekatan menyusui yang belum benar berikut ini.

  • Saat menyusu, puting dan areola tidak masuk seluruhnya ke mulut bayi.
  • Bila Si Kecil hanya mengisap beberapa kali lalu langsung tertidur, mungkin juga pelekatannya salah.
  • Si Kecil menggeliat-geliat saat menyusu.
  • Setelah selesai menyusui, ujung puting payudara bunda tampak meruncing. Ini mungkin karena puting tidak masuk cukup jauh ke mulut bayi ketika menyusu, sehingga puting bunda terjepit di gusi Si Kecil.
  • Puting payudara bunda terasa sakit saat menyusui. Bila hal ini terjadi, jangan diteruskan karena dapat mengakibatkan nyeri puting payudara. Masukkan jari bunda ke mulut bayi secara lembut untuk memberikan ruang yang cukup agar bunda bisa menarik puting.
Memperbaiki Pelekatan yang Belum Tepat

Keterampilan pelekatan menyusui tergantung pada kemampuan bayi untuk memosisikan puting bunda di mulutnya. Sebenarnya secara alami, bayi memiliki insting untuk melakukan hal tersebut.

Meski demikian, tidak jarang timbul kesulitan dalam pelekatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu alasan yang paling umum yaitu bayi belum tahu cara menggunakan payudara bunda untuk mendapat makanan. Pada kondisi ini, bunda dianjurkan untuk melakukan beberapa langkah memperbaiki pelekatan berikut:

  • Kenali tanda awal lapar pada bayi. Seperti Si Kecil mungkin mengisap kepalan tangannya, bibir, atau jarinya. Isyarat lainnya bisa berupa reflek rooting, yaitu reflek normal pada bayi baru lahir ketika bibir atau pipinya disentuh, maka secara otomatis ia menoleh dan mulutnya membuat gerakkan mengisap. Sementara itu, menangis merupakan isyarat kelaparan yang sudah terlalu lama.
  • Segera susui bayi bila ia menunjukkan tanda awal lapar. Sehingga Si Kecil tidak akan marah saat dia berusaha beberapa kali untuk melakukan pelekatan agar sempurna. Jangan menunggu sampai ia menangis kelaparan karena bisa lebih sulit lagi untuk memulai pelekatan menyusui.
  • Bunda siap melakukan pelekatan. Pegang bayi dengan satu tangan. Gunakan tangan lainnya untuk memegang payudara, dengan ibu jari di atas dan jari-jari lainnya di bawah, sehingga membentuk huruf “C”.

Ketika mulut bayi terbuka lebar, sodorkan payudara ke mulut bayi dengan gerakan cepat. Agar bunda dapat melakukannya dengan cepat, gerakkan lengan dan bayi menghampiri payudara, bukannya membungkukkan badan bunda untuk menghampiri bayi. Usahakan agar puting masuk cukup jauh ke mulutnya, dan bibirnya menutup area areola. Bila payudara sudah melekat dengan baik di mulut bayi, bunda tidak perlu lagi memegangi payudara.

  • Hindari penggunaan empeng, sarung tangan bayi, maupun membedong seluruh tangan bayi. Tindakan ini dapat menghambat bunda membaca isyarat kelaparan Si Kecil.
Bila bunda sudah mengikuti langkah-langkah memperbaiki pelekatan menyusui di atas, namun masih mengalami hambatan, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada konsultan laktasi. Ia dapat memeriksa apakah posisi dan pelekatan sudah baik, serta apakah ada faktor-faktor penyulit dalam menyusui yang perlu ditangani. Menyusui dengan pelekatan yang benar bisa menjadi pengalaman paling berharga antara bunda dan bayi.