Busui, Utamakan Makanan Ini untuk Meningkatkan Suplai ASI

Masalah suplai Air Susu Ibu (ASI) memang merupakan momok tersendiri bagi para ibu menyusui (busui). Pada dasarnya, banyak sedikitnya jumlah ASI yang diproduksi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk makanan. Ada beberapa jenis makanan  yang dipercaya dapat meningkatkan suplai ASI.

Faktor psikologis, anatomis, kondisi kesehatan, serta tingkat gizi ibu menyusui dapat memengaruhi pasokan susu. Makanan yang bergizi serta memiliki nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan ASI, sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh busui. Ada beberapa jenis makanan tertentu yang biasa dianjurkan bagi busui karena dipercaya dapat menambah jumlah ASI. Makanan-makanan tersebut dikenal sebagai booster ASI.

Busui Utamakan Makanan Ini untuk Meningkatkan Suplai ASI - Alodokter

Makanan untuk Menambah Air Susu Ibu (ASI)

Sembari berusaha meningkatkan suplai susu, tetaplah optimis dan berpikir positif. Faktanya, produksi ASI yang benar-benar tidak mencukupi kebutuhan bayi tergolong jarang terjadi. Sebagian besar  ibu menyusui dapat menghasilkan ASI sepertiga lebih banyak dari jumlah yang biasanya dibutuhkan bayi.

Berikut adalah beberapa makanan yang diyakini dapat membantu meningkatkan suplai ASI Bunda.

Bayam

Sebuah studi menunjukkan rendahnya suplai ASI berkaitan dengan rendahnya kadar zat besi pada tubuh Bunda. Oleh karena itu, bila Bunda merasa memiliki ASI sedikit, tidak ada salahnya untuk meminta dokter mengecek kadar zat besi. Selain itu, Bunda dapat mencoba untuk lebih rajin mengonsumsi bayam, terutama jika Bunda pernah mengalami perdarahan pasca persalinan. Sayuran hijau ini efektif meningkatkan kadar zat besi. Bunda juga dapat mengonsumsi makanan penambah zat besi lainnya, seperti daging merah, hati, kacang-kacangan, buncis, dan sayuran hijau lainnya.

Oat

Booster ASI atau penambah suplai ASI juga bisa berbentuk kue yang lezat, loh! Bunda bisa membuat kue berbahan oat. Walaupun terbilang masih sedikit terkait adanya bukti ilmiah tentang efek oat terhadap peningkatan produksi ASI, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Yang pasti serat di dalam oat dinilai mampu meredakan konstipasi setelah melahirkan.

Fenugreek

Dari sekian banyak suplemen herba yang diketahui efektif sebagai booster ASI, fenugreek atau kelabat merupakan biji-bijian yang paling umum digunakan. Ekstrak biji fenugreek diyakini cepat meningkatkan produksi ASI. Takaran yang direkomendasikan adalah 3,5-6 gram per hari, tergantung kepada arahan dokter atau bidan. Namun, perlu diwaspadai juga bahwa konsumsi ekstrak fenugreek dapat menimbulkan efek samping berupa kontraksi atau reaksi alergi. Oleh karena itu, ibu hamil maupun mereka yang alergi terhadap kacang atau kedelai tidak disarankan untuk mengonsumsi jenis herba ini.

Goat’s Rue

Herba ini dapat menjadi booster ASI yang sangat kuat. Di Indonesia sendiri mungkin agak sulit menemukan tanaman yang berasal dari Eropa Barat dan Asia Selatan ini. Meski begitu, goat’s rue dapat diperoleh dalam bentuk kapsul suplemen yang sudah dicampur dengan fenugreek dan herba lainnya. Hindari penggunaan herba ini dalam bentuk tanaman segar karena dapat menimbulkan keracunan.

Blessed Thistle

Tanaman ini sudah digunakan sebagai obat herba sejak berabad yang lalu serta telah terbukti dapat meningkatkan suplai ASI. Herba ini dapat berfungsi lebih baik bila dikombinasikan dengan fenugreek. Di pasaran, tanaman herba ini tersedia dalam bentuk kapsul atau teh yang bisa dikonsumsi tiga kali dalam sehari.

Dalam memilih suplemen untuk booster ASI, busui dapat memperhatikan komposisi bahan yang tertera pada label kemasan. Dianjurkan untuk konsultasi terhadap dokter ahli atau konsultan laktasi sebelum mengonsumsi makanan booster ASI.