Cairan Serebrospinal: Cairan Penting dalam Otak dan Tulang Belakang Anda

Apakah Anda mengetahui apa itu cairan serebrospinal? Ya, cairan ini ternyata sangat penting fungsinya bagi tubuh Anda. Karena cairan ini bertindak untuk melindungi otak dari cedera. Cairan ini mengalir dalam ventrikel otak dan sekitar saraf tulang belakang. Kendati memiliki peranan penting, namun kelebihan cairan serebrospinal dapat menyebabkan kelainan yang disebut hidrosefalus.

Cairan serebrospinal normal adalah 99 persen air. Karena itulah cairan ini memiliki warna yang jernih atau bening dan mengandung berbagai zat, seperti protein (15-45 mg/dl), gula/glukosa (50-75 ml/dl), beberapa sel (0-5 sel mononuclear), elektrolit, enzim, faktor antibakteri, dan beberapa sel darah putih (leukosit).

cerebrospinal fluid

Fungsi Cairan Serebrospinal

Seorang dewasa menghasilkan sekitar 500 ml dan anak-anak berusia 4-13 tahun menghasilkan sekitar 65-150 ml cairan serebrospinal setiap harinya, yang juga terus-menerus diserap dan digantikan setiap 6-8 jam. Cairan ini mengandung sifat antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri dan proliferasi (perkembangan untuk membentuk jaringan baru).

Cairan serebrospinal memiliki tiga peranan penting bagi tubuh Anda, yakni untuk menjaga jaringan otak dan bertindak sebagai bantalan, bertindak sebagai pengangkut untuk mengantarkan nutrisi ke otak dan membuang sisa pembuangan/limbah, serta mengalir di antara tengkorak dan tulang belakang dan mengompensasi perubahan volume darah dalam otak.

Kelainan Pada Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal ini bisa berubah menjadi abnormal karena peradangan pada otak, saraf tulang belakang, atau jaringan di sekitarnya.

Cairan serebrospinal yang abnormal biasanya ditandai dengan warna yang terlihat tidak jernih lagi. Hal itu dapat menandakan adanya infeksi atau penumpukan sel-sel darah putih ataupun protein. Selain itu, cairan serebrospinal yang terlihat bercampur darah atau merah, menandakan adanya pendarahan atau penyumbatan saraf tulang belakang. Jika warna cairan tersebut cokelat, jingga atau kuning, maka hal tersebut mungkin merupakan adanya peningkatan protein atau pendarahan.

Selain kandungan di dalamnya, keseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan serebrospinal juga merupakan hal penting. Karena cairan tersebut dibuat secara terus-menerus, sehingga jika aliran cairan serebrospinal terhalangi dapat mengakibatkan jumlah cairan yang berlebih atau akan terjadi penumpukan. Jumlah cairan serebrospinal yang terlampau melimpah dapat menyebabkan hidrosefalus.

Hidrosefalus adalah suatu kondisi yang ditandai dengan akumulasi cairan yang berlebihan di otak dan kerap terjadi pada anak-anak. Indikasi yang paling jelas dari penyakit ini pada anak-anak dan bayi adalah adanya peningkatan yang pesat pada lingkar kepala atau ukuran kepala. Gejala lainnya yakni muntah, mudah mengantuk, mudah marah, kejang, dan deviasi bola mata ke arah bawah.

Gejala penyakit hidrosefalus pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa berbeda dengan gejala pada bayi, karena tulang tengkorak di usia tersebut sudah menyatu dan kepala tidak bisa lagi membesar mengikuti penumpukan cairan serebrospinal.

Dengan mengetahui informasi tentang cairan serebrospinal, Anda dapat menjaga buah hati Anda atau diri Anda dari penumpukan cairan serebrospinal yang terlampau meningkat. Jika Anda mengalami kelainan pada lingkar kepala buah hati Anda, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.