Cara Agar Luka Jahitan Tetap Aman

Penjahitan adalah cara paling umum untuk menutup luka yang menganga, terutama untuk luka yang lebar dan dalam. Namun, luka jahitan juga memerlukan perawatan. Ada cara-cara yang perlu diterapkan untuk menjaga agar luka jahitan tetap aman.

Agar lekas sembuh, luka jahitan perlu mendapat perawatan khusus yang berbeda dibandingkan perawatan pada luka biasa.

luka jahitan-alodokter

Periksa dan lakukan hal-hal di bawah ini agar luka jahitan tetap terjaga dan tidak meninggalkan bekas luka yang lama memudar.

  • Hindari mengganti perban yang mungkin menutup luka selama 24 jam pertama. Di hari kedua, bersihkan luka dan ganti perban dengan yang baru.
  • Setelah 24 jam pasca penjahitan luka, bersihkan luka jahitan dua kali sehari untuk mengurangi risiko infeksi, dengan air dan sabun lembut yang tidak mengandung parfum atau bahan iritan.
  • Oleskan salep antibiotik sesuai dengan anjuran dan resep dokter.
  • Hindari berenang atau melakukan aktivitas lain yang dapat menyebabkan luka kotor, basah, atau terkena infeksi.
  • Sebisa mungkin, jaga luka jahitan agar tetap bersih dan kering. Hindari merendam luka dalam air. Saat mandi, hindarkan luka dari aliran air terlalu lama. Setelah mandi segera bersihkan dan keringkan area jahitan agar tidak basah terutama dalam 24 jam pertama pasca penjahitan.
  • Kenakan sarung tangan karet saat mencuci, jika luka jahitan berada di area tangan.
  • Gunakanlah produk atau obat yang diresepkan dokter. Anda mungkin pernah mendengar bahwa menggunakan krim/gel/salep vitamin E ataupun lidah buaya dapat meminimalkan bekas luka. Tetapi, belum ada hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas bahan-bahan tersebut dalam menangani bekas luka.
  • Hindarkan luka jahitan dari paparan sinar matahari, terutama pada 6 bulan pertama. Sinar matahari dapat menyebabkan perubahan warna permanen pada luka. Ini dapat dicegah dengan menggunakan tabir surya.
  • Pada kasus tertentu, orang yang mengalami luka jahitan tapi belum mendapat suntikan tetanus lengkap perlu melengkapi suntikannya. Terutama pada luka tusuk yang dalam akibat benda tajam atau kotor.
  • Ada kalanya luka jahitan perlu ditutup dengan perban, terutama jika luka membutuhkan penyerap cairan yang keluar atau untuk melindungi luka dari gesekan pakaian atau paparan kotoran seperti debu.

Jahitan perlu diangkat untuk memiminalkan risiko infeksi dan bekas luka. Waktu pelepasan jahitan sangat tergantung pada di area mana luka jahitan tersebut terbentuk. Jahitan pada wajah umumnya dapat diangkat setelah 3-5 hari. Sementara, jahitan pada sendi yang selalu bergerak mungkin butuh waktu beberapa minggu hingga dapat diangkat. Tidak semua benang pada luka jahitan perlu diangkat, karena ada benang yang dapat diserap tubuh (absorbable) dan hilang dengan sendirinya.

Meski pelepasan jahitan biasanya tidak akan terasa sakit, namun jangan sekali-sekali melepas jahitan Anda sendiri. Setelah jahitan diangkat, luka jahitan bisa jadi akan terasa gatal dan berwarna kemerahan sebagai bagian proses penyembuhan. Namun, penting untuk tidak menggaruknya agar tidak terjadi infeksi dan radang.

Segera periksakan jika luka jahitan terasa sakit, hangat, merah pada bagian tengahnya, sangat gatal, atau pun mengeluarkan nanah. Pada luka yang terinfeksi, juga dapat terjadi demam dan pembengkakan. Jika luka jahitan mengalami infeksi, kadang dokter perlu membuka jahitan dan memberi antibiotik pada luka.

Luka jahitan akan lebih lama sembuh jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, malnutrisi, atau menjalani pengobatan kemoterapi. Bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, hingga bekas luka jahitan dapat memudar dan hilang. Beberapa orang memilih menjalani operasi plastik demi menghilangkan bekas luka jahitan ini. Beberapa orang dapat mengalami keloid pada bekas luka jahitnya. Ini adalah terbentuknya jaringan parut atau fibrosis akibat proses perbaikan jaringan yang berlebihan sebagai respons terhadap luka atau sayatan bedah.

Untuk menunjang penyembuhan luka yang baik, Anda perlu asupan gizi dan istirahat yang cukup, serta menjaga kebersihan luka. Ikuti saran dokter dan rawat luka sebaik mungkin agar terhindar dari infeksi.