Cara Berciuman Ini Mengundang Risiko Penyakit

Mencium merupakan salah satu cara mengekspresikan rasa cinta di dalam sebuah hubungan. Meski demikian, cara berciuman bibir yang dalam seharusnya dilakukan tidak sembarangan karena memiliki risiko penularan penyakit.

Ada beragam cara berciuman yang bisa dilakukan. Mulai dari berciuman bibir melibatkan lidah, ciuman di leher, atau di lokasi intim lainnya.

cara berciuman ini mengundang risiko penyakit - alodokter

Mulut manusia adalah sarangnya bakteri, bahkan dikatakan hingga mencapai tujuh miliar bakteri yang berdiam di mulut. Maka tidak mengherankan jika ciuman yang dilakukan di sekitar mulut berisiko memicu penyebaran penyakit.

Sebagian risiko penularan penyakit terjadi ketika terjadi terdapat pertukaran ludah saat berciuman menggunakan lidah, kemudian sebagian lagi disebabkan oleh bersentuhannya kulit saat berciuman bibir pada area mulut yang mengalami luka terbuka.  Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain:

  • Flu

Penyakit flu adalah penyakit yang tergolong sangat menular dan cara berciuman bibir adalah salah satu aktivitas pendukung penularan penyakit ini. Bahkan saat seseorang yang terkena flu sedang batuk atau bersin kemudian air liurnya terkena alat makan, telepon, gagang pintu, atau benda lain, maka virus akan berdiam di media tersebut dan berisiko berpindah ke tangan atau tubuh orang lain. Saat orang tersebut memegang hidung, mata atau mulut, maka virus akan memasuki dan menulari tubuhnya.

  • Herpes

Cara berciuman bibir juga mendukung risiko penularan herpes. Penyakit yang disebabkan virus herpes simpleks ini sangat menular melalui kontak langsung. Hanya saja sebagian orang yang terinfeksi tidak langsung menunjukkan gejala. Setelah beberapa waktu, maka akan timbul lepuhan berisi cairan di sekitar mulut, terutama di bibir bawah. Luka tersebut terasa gatal atau seperti terbakar.

  • Mononukleosis

Mononukleosis adalah jenis penyakit infeksi yang diakibatkan oleh virus Epstein Barr. Penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit ciuman atau kissing disease. Penularannya melalui pertukaran ludah saat berciuman ataupun bersin dan menggunakan alat makan yang sama. Gejala mononukleosis seperti lemas, demam, sakit kepala, ruam, bengkak pada amandel, bengkak pada kelenjar getah bening di leher dan ketiak, serta sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah pemberian antibiotik.

  • Hepatitis B

Hepatitis B yang selama ini diketahui bisa menular melalui darah, nyatanya dapat menular melalui air liur saat berciuman juga. Terutama, saat ciuman tersebut dilakukan ketika terdapat luka terbuka pada mulut.

  • HIV

Air liur sebagaimana keringat dan air mata yang tidak tercampur darah, tidak akan menularkan virus HIV sebagai penyebab AIDS, namun risiko penularan terjadi ketika cara berciuman bibir dilakukan dengan penderita HIV yang memiliki luka terbuka pada mulutnya. Demikian juga risiko penularan seks oral dengan penderita HIV tergolong rendah, namun risiko meningkat ketika ejakulasi pria penderita HIV dilakukan di dalam mulut.

Cara berciuman yang aman agar terhindar dari risiko penyakit adalah menghindari berciuman ketika terdapat luka atau sariawan di sekitar mulut, salah seorang sedang sakit, dan sebaiknya hindari menggigit saat berciuman. Jika ciuman bibir tidak memungkinkan, tidak ada salahnya untuk memilih bagian tubuh lain pada pasangan.

Berbagai risiko penyakit ini bukan berarti mencium pasangan sebagai tindakan terlarang, namun disarankan untuk melakukan cara berciuman yang intim dengan lebih hati-hati. Meski dia adalah suami atau istri, menunda berciuman saat dia sedang sakit adalah langkah mencegah penularan penyakit yang dinilai bijaksana.