Cara Mengakalinya Agar Tidak Hamil

Bagi Anda yang belum ingin memiliki keturunan dapat menggunakan alat kontrasepsi sebagai cara yang aman dalam mencegah hamil. Beberapa alat kontrasepsi yang bisa digunakan adalah IUD, kondom, pil, dan suntik.

Alat kontrasepsi dapat membantu Anda menunda kehamilan, tetapi sebagian besar tetap tidak dapat melindungi diri dari risiko tertular penyakit menular seksual. Bagi pasangan yang berisiko tertular penyakit menular seksual, dianjurkan untuk memakai kondom walau sedang memakai metode kontrasepsi lainnya.

cara mengakalinya agar tidak hamil - alodokter

Metode Kontrasepsi

Saat ini banyak pilihan metode kontrasepsi yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan dan kenyamanan masing-masing penggunanya. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sebagai referensi, Anda dapat membandingkan beberapa metode di bawah ini sebelum menentukan pilihan.

Kontrasepsi hormonal

Yang termasuk kontrasepsi hormonal adalah pil, suntik, dan susuk (implan). Hormon yang dimasukkan ke tubuh adalah hormon sintetisyang mirip dengan yang ada di dalam tubuh, yaitu estrogen dan progesteron.

Cara kerja hormon tersebut adalah mengubah reaksi kimia pada tubuh wanita. Efeknya adalah mencegah ovarium melepas sel telur agar tidak dapat dibuahi oleh sel sperma. Reaksi lainnyaadalah membuat lendir di leher rahim mengental sehingga mencegah sperma mencapai sel telur.

Tingkat efektivitas kontrasepsi hormonal mencapai 90 persen. Namun, jika Anda menggunakannya dengan benar, sesuai petunjuk, dan dilakukan secara rutin, tingkat efektivitasnya bisa mencapai 99 persen.

Kontrasepsi penghalang (barier)

Alat kontrasepsi ini digunakan pada saat akan berhubungan seks. Cara kerjanya yaitu dengan menghalangi sel sperma mencapai sel telur. Contoh alat kontrasepsi ini adalah kondom, baik yang dipakai oleh pria maupun wanita.

Kondom terbuat dari lateks. Tingkat efektivitas kondom laki-laki dalam mencegah kehamilan adalah 80-98  persen. Anda juga bisa memilih kondom wanita. Bentuknya seperti mangkok dengan tekstur lentur dan tipis. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkan sebagian alat ini ke vagina ketika akan melakukan hubungan seksual. Tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan adalah sekitar 80 persen.

Kelebihan lain penggunaan alat kontrasepsi ini adalah kemungkinan lebih efektif dalam mencegah penyakit menular seksual (PMS) dan dapat diperoleh di apotek terdekat.

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

AKDR atau IUD (Intrauterine devices) adalah alat yang dipasang di dalam rahim. Bentuknya seperti huruf T, paling banyak terbuat dari tembaga.Tingkat efektivitas dari alat kontrasepsi ini dalam mencegah kehamilan mencapai 99 persen. Kelebihan lain, AKDR dapat digunakan selama 10 tahun sehingga Anda tidak perlu khawatir terlupa menggunakan alat kontrasepsi. Saat ini sudah tersedia AKDR dengan hormon yang dapat dipakai selama 5 tahun.

Kontrasepsi permanen

Kontrasepsi ini dilakukan dengan cara mengubah bagian tubuh Anda dengan tujuan agar tidak hamil.Kontrasepsi permanen dapat dilakukan pada pria (disebut vasektomi) dan wanita (disebut tubektomi).

Yang dilakukan pada proses vasektomi adalah pemblokiran atau pemotongan saluran yang membawa sel sperma dari testis ke penis. Jadi, ketika berhubungan seks, sel sperma tidak dapat mencapai air mani. Air mani yang dihasilkan ketika berhubungan seks tidak lagi mengandung sel sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur wanita.

Tingkat efektivitas dari metode ini adalah lebih dari 99 persen. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh ahli medis karena termasuk prosedur bedah. Prosesnyahanya memakan waktu selama 15 menit, maka dari itu hanya diperlukan bius lokal.

Pada wanita, sterilisasi dilakukan dengan memblokirtuba fallopi yang berfungsi menghubungkan ovarium dengan rahim. Ovarium tetap dapat melepaskan sel telur, namun sel telur tidak bisa ke rahim dan tidak akan bertemu dengan sel sperma.

Tingkat efektivitas metode ini mencapai 99 persen. Anda bisa mendapatkan operasi kontrasepsi ini melalui penanganan dokter. Pada prosesnya, bisa dilakukan dengan bius lokal atau diberikan pembiusan total.

Tips Menggunakan Alat Kontrasepsi Pil dan Kondom

Jika Anda memilih menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas di pasaran, seperti kondom dan pil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

Periksa tanggal kedaluarsa

Pil kontrasepsi yang sudah kedaluarsa menjadi kurang efektif sebagai langkah agar tidak hamil. Sementara itu, kondom yang sudah kedaluarsa bisa rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Hindari dari suhu panas

Hindari menggunakan pil kontrasepsi dan kondom yang sudah terpapar hawa panas, seperti terjemur di bawah sinar matahari langsung. Kadang-kadang penempatan di toko pun kurang diperhatikan. Hindari pula menyimpan alat kontrasepsi ini di dalam mobil atau dompet agar tidak terjebak di dalam udara panas.

Jangan sampai merusak produk

Kurang hati-hati saat membuka kemasan kondom berisiko menyebabkan kondom menjadi robek atau rusak. Sebagai akibatnya dapat berdampak kepada tingkat efektivitasnya.

Ikuti petunjuk penggunaan

Pil kontrasepsi tidak dapat bekerja secara efektif jika pemakaiannya tidak dilakukan secara rutin. Kondom pun tidak bekerja dengan baik jika penggunaannya salah. Karenanya, ikuti petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan atau Anda bisa konsultasikan langsung kepada dokter.

Banyak cara aman yang bisa dilakukan agar tidak hamil, namun Anda harus melakukannya secara bertanggung jawab. Terlepas dari keamanan yang bisa diberikan dari pemakaian alat kontrasepsi selain kondom, berganti-ganti pasangan seksual tetap berisiko meningkatkan kemungkinan tertular penyakit seksual menular.