Cara Mengatasi Gigitan Serangga Berbahaya

Meski gigitan serangga merupakan hal yang umum terjadi, namun gigitan serangga berbahaya dapat mengancam nyawa seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.

Gigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan gejala ringan hanya pada bagian kulit yang tergigit atau tersengat. Gejala atau tanda ini dapat terjadi dalam hitungan beberapa saat, hari, atau bahkan bisa dalam hitungan minggu. Selain beberapa reaksi tersebut, beberapa gigitan serangga dapat menimbulkan reaksi alergi yang dalam beberapa kasus dapat menjadi sangat berbahaya.

cara mengatasi gigitan serangga berbahaya - alodokter

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi gigitan serangga, sesuai dengan jenis nya.

Bahaya Gigitan Laba-laba Beracun

Tidak semua laba-laba berbahaya, kebanyakan bahkan tidak termasuk ke dalam jenis yang agresif. Namun beberapa laba-laba memiliki kandungan racun berbahaya di dalamnya. Laba-laba yang masuk ke dalam serangga berbahaya di antaranya adalah, jenis widow spiders atau Latrodectus spp (seperti Latrodectus hasseltu atau Australian redback, Latrodectus mactans atau American black widow), Loxosceles reclusa atau brown recluse, dan beberapa laba-laba lain.

Gigitan laba-laba beracun dapat mengakibatkan timbulnya kemerahan pada bagian gigitan, pembengkakan, rasa gatal dan sakit. Pada kondisi parah, gigitan serangga berbahaya dapat menimbulkan gejala alergi yang cukup fatal seperti bengkak di bagian tenggorokan dan wajah, kesulitan bernapas dan bahkan kehilangan kesadaran.

Jika Anda terkena gigitan laba-laba beracun, segeralah bersihkan daerah gigitan dengan menggunakan air serta sabun dan kompres bagian tadi dengan kompres dingin. Guna mengurangi rasa sakit, Anda bisa mengonsumsi obat seperti ibuprofen, anthistamin, atau paracetamol. Lalu, jika kaki atau tangan Anda yang mengalami gigitan, angkat bagian tersebut guna mengurangi pembengkakan. Namun, jika luka bekas gigitan tidak kunjung sembuh dan muncul gejala alergi segeralah hubungi dokter.

Bahaya Sengatan Lebah

Gejala yang muncul akibat sengatan lebah biasanya tidak parah, tetapi dalam sebagian kecil kejadian, keadaan ini dapat berbahaya. Pasalnya, bagi seseorang yang memiliki alergi terhadap sengatan, sengatan lebah dapat menimbulkan reaksi yang mengancam nyawa.

Umumnya, seseorang yang mengalami sengatan lebah dapat mengalami beberapa reaksi gejala yang berbeda. Misalnya, pada reaksi ringan, gejala yang dapat muncul antara lain sedikit bengkak di sekitar sengatan, bentol berwarna merah kecil, dan rasa nyeri. Sedangkan pada reaksi sedang, gejala yang muncul seperti pembengkakan yang terus membesar di bagian gigitan selama kurang lebih dua hari dan bekas sengatan akan berwarna merah terang. Gejala yang muncul pada reaksi sedang dapat bertahan selama 5-10 hari setelah sengatan.

Sedangkan pada seseorang yang memiliki alergi terhadap sengatan, maka reaksi yang muncul dapat cukup parah. Misalnya kulit merah atau pucat, gatal,  kesulitan bernapas, pingsan, pusing, lidah dan tenggorokan membengkak, detak nadi menjadi cepat dan lemah. Jika Anda mengalami alergi terhadap sengatan lebah, segeralah periksakan diri Anda ke dokter dan konsultasikan apa yang dapat Anda lakukan guna mengatasi alergi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi sengatan lebah berdasarkan reaksi yang muncul.

Pada reaksi ringan, cara mengatasinya yaitu:

  • Segera ambil sengat lebah dari kulit dengan menggunakan pinset atau kuku. Hindari memencetnya agar racun tidak menyebar atau semakin memasuki tubuh.
  • Cuci, kemudian tempelkan kompres dingin ke bagian kulit untuk menghilangkan sakitnya.

Pada reaksi sedang, cara mengatasinya adalah:

  • Sama seperti pada reaksi ringan, hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengambil sengat lebah dari kulit, kemudian cuci daerah yang disengat.
  • Hindari menggaruk bagian yang disengat, gunakan antihistamin¬†untuk menghilangkan gatal. Lalu, gunakan salep hidrocortisone untuk mengatasi pembengkakan dan kemerahan. Anda juga disarankan untuk tetap menggunakan kompres dingin.

Jika sengatan menunjukkan reaksi alergi hingga jantung penderita berhenti berdetak atau Anda tidak bisa bernapas, pertolongan dilakukan dengan prosedur resusitasi jantung paru (RJP). Dan diikuti dengan pemberian oksigen untuk membantu bernapas, adrenalin untuk mengurangi reaksi alergi, agonis beta untuk mengatasi gangguan pernapasan, serta antihistamin dan kortison yang diberikan melalui infus untuk membuka saluran pernapasan.

Meski terlihat kecil, perhatikan reaksi atau gejala yang muncul setelah gigitan atau sengatan serangga berbahaya. Jika reaksi yang muncul semakin parah, segeralah konsultasikan dengan dokter atau kunjungi instalasi gawat darurat terdekat.