Cara Menjaga Kelezatan Daging Merah Agar Tetap Bersahabat

Suka makan daging merah seperti steik daging sapi, sate kambing, atau sosis sapi? Hati-hati, orang yang terlalu sering mengonsumsi jenis daging ini lebih berisiko mengidap penyakit kronis mulai penyakit jantung hingga kanker usus.

Sesuai sebutannya, daging merah adalah daging yang saat belum dimasak berwarna merah. Sementara daging merah olahan adalah daging merah yang telah diawetkan, seperti daging asap, sosis, ham, bakso sapi, ataupun daging isian burger/patty.

Cara Menjaga Kelezatan Daging Merah Tetap Bersahabat-alodokter

Daging merah sebenarnya adalah sumber protein, zat besi, vitamin, serta mineral yang baik bagi tubuh. Zat besi ini sangat dibutuhkan terutama oleh remaja wanita dan wanita hamil. Selain itu, vitamin B12 berperan menjaga sistem kekebalan tubuh dengan menjaga kesehatan kualitas sel darah merah, saraf, dan seng.

Kanker Usus hingga Sakit Jantung

Tetapi mengonsumsi daging merah, terutama daging merah olahan dalam jumlah terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker prostat. Risiko kesehatan yang disebabkannya dapat beragam sesuai dengan cara mengolah dan kandungan lemak di dalamnya.

Beberapa jenis daging merah memang berisiko meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah karena mengandung lemak jenuh berkadar tinggi. Kolesterol LDL inilah yang meningkatkan resiko penyakit jantung.

Penelitian menemukan bahwa seseorang yang telah lebih dari 10 tahun mengonsumsi banyak daging merah dan daging merah olahan memiliki kemungkinan meninggal lebih cepat akibat kanker dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang makan bahan tersebut lebih sedikit. Selain itu, daging merah dapat bersifat karsinogenik setelah melalui proses pengolahan. Kanker juga dapat berisiko timbul dari zat besi heme dalam daging yang dapat merusak sel.

Memilih Jenis dan Mengganti Cara Pengolahan

Jadi apakah kita harus berhenti mengonsumsi daging ini sama sekali? Tentu tidak perlu. Kamu bisa tetap mendapatkan nutrisi terbaik dari daging ini dengan membatasi dan mengganti cara memasaknya. Sembilan puluh gram daging merah atau setara dengan tiga potong tipis daging panggang tiap hari adalah angka maksimal yang disarankan untuk dikonsumsi.

Sebagai perkiraan, satu potong daging ini kurang lebih setara dengan setengah lembar roti tawar. Sementara untuk daging merah olahan, seperti sosis dan ham, disarankan untuk dikonsumsi tidak melebihi 70 gram. Sebagai contoh, selembar ham setara dengan 23 gram dan kebab doner besar setara dengan 130 gram. Selain itu, perhatikan juga kandungannya. Pilihlah daging setidaknya yang 95% rendah lemak. Berhati-hatilah, isi burger yang beku dapat mengandung lemak kurang lebih hingga 50 persen.

Secara lebih detail, berikut cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk tetap sehat saat mengonsumsi daging merah.

  • Fokus konsumsi daging merah yang lebih sehat tanpa lemak dengan mencari nama bagian yang berawalan ’loin’, seperti tenderloin atau sirloin. Selain itu, masih ada filet mignon dan steik berbentuk bulat sebagai pilihan sehat lainnya.
  • Ganti daging sapi atau kambing di menu meja makanmu dengan daging ayam atau ikan. Misalnya mengganti sate kambing dengan sate ayam.
  • Saat memasak makanan menggunakan sosis sapi, seperti sup sosis, perbanyak sayuran dan ganti sebagian sosis dengan potongan daging ayam.
  • Hilangkan lemak daging sebelum dimasak.
  • Mengolah daging merah dalam suhu tinggi dapat membuat makanan tersebut mengeluarkan zat yang meningkatkan risiko kanker. Barbeku dan menggoreng menyebabkan daging memproduksi lebih banyak bahan karsinogenik, yaitu unsur pemicu kanker. Hindari memanggang dan menggoreng daging merah dengan suhu panas yang terlalu tinggi. Gunakan panas dalam suhu menengah atau api yang tidak langsung mengenai daging.
  • Bolak-balik daging sesering mungkin saat memanggang atau menggoreng. Hindari menekannya dengan spatula untuk mengeluarkan cairan dari dalam daging.
  • Pastikan daging dimasak dengan durasi yang cukup hingga bakteri di dalamnya mati. Namun hindari memasaknya hingga terlalu matang. Daging merah yang terlalu matang justru lebih banyak mengandung bahan pemicu kanker.
  • Untuk mempersingkat durasi memanggang, coba masak daging hingga setengah matang dalam oven atau microwave terlebih dahulu.
  • Sebelum makan, buang bagian daging yang hangus jika ada.
Selain cara-cara di atas, demi menghindari penyakit, penting untuk menghindari merokok dan menjaga berat badan agar tetap ideal dengan cukup berolahraga.