Cara Mudah Stimulasi Bayi yang Perlu Dipelajari Orang Tua

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Memberikan stimulasi bayi yang tepat sejak dini akan berdampak besar pada kehidupannya di kemudian hari. Mungkin orang mengira bahwa bayi, terutama yang baru lahir, belum dapat memahami atau merespons hal di sekitarnya. Tetapi sesungguhnya, stimulasi bayi sejak dini sangat penting agar bayi dapat berkembang secara kognitif.

Menurut seorang pakar kesehatan anak, di awal masa hidupnya bayi juga telah menggunakan kelima inderanya untuk mencari sumber makanan dan kenyamanan, menerima informasi, juga bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Indera penglihatan memang butuh waktu beberapa bulan untuk berfungsi sempurna, tetapi indera lain seperti pendengaran dan peraba telah berkembang sepenuhnya sejak lahir.

stimulasi bayi-alodokter

Bermain adalah cara stimulasi terbaik untuk bayi, saat bayi belajar untuk bersosialisasi, bergerak, berkomunikasi, dan mencoba memahami dunia di sekitarnya. Di bawah ini adalah beberapa ide atau cara stimulasi bayi yang dapat dicoba.

Penglihatan

Saat baru lahir, penglihatan bayi masih kabur dan hanya dapat melihat sesuatu yang berjarak 20-30 cm, melihat ukuran benda apakah besar atau kecil, dan bayangan warna cerah atau pun gelap. Penglihatannya baru berkembang di sekitar usia 4 bulan, saat matanya dapat mengikuti pergerakan benda dan mulai dapat melihat semua warna. Ia akan dapat memperkirakan jarak saat dapat berjalan dan merangkak di usia 8-12 bulan.

Cara stimulasi:

  • Dekorasi kamar dengan pola tegas dan warna cerah.
  • Tersenyum dan bicaralah pada bayi meski ia belum memahami maksud perkataan Anda. Ia akan memperhatikan perubahan ekspresi Anda dan melihat pergerakan Anda.
  • Bermain cilukba, terutama saat bayi mulai berusia 4 bulan, dapat membantu koordinasi pergerakan mata dan tangannya.
  • Bawa bayi berjalan-jalan keluar rumah seperti ke taman agar ia melihat berbagai hal berbeda.
  • Dekatkan bayi ke cermin agar ia mengamati bayangannya sendiri.
  • Penelitian menemukan bahwa bayi usia 2 hari pun dapat meniru gerakan sederhana seperti menjulurkan lidah.

Ada berbagai permainan bayi yang dapat melatih indera penglihatan, pendengaran, dan peraba bayi seperti mainan bertekstur, mainan yang dilengkapi musik, mainan kerincingan, atau pun cermin antipecah. Untuk merangsang indera penglihatannya, Anda dapat memilih mainan dengan motif dan warna kontras.

Pendengaran

Pendengaran bayi sebenarnya sudah berkembang sejak di dalam kandungan, sehingga setelah lahir ia akan familiar dengan suara ibunya. Pertama, bayi akan belajar untuk mengenal suara ibunya, merasakan sentuhan, dan memandangi wajah ibunya. Pada hari-hari atau minggu awal masa kelahiran, saat mendengar suara ibunya, biasanya ia akan berhenti bergerak sesaat, atau bahkan mencari-cari sumber suara.

Cara stimulasi:

  • Membiasakan tersenyum, bicara, dan memperlakukan Si Kecil dengan lembut akan membuatnya mengasosiasikan kehadiran Anda dengan kenyamanan, kehangatan, dan terpenuhinya nutrisi.
  • Nyanyikan lagu yang pelan untuk menenangkan bayi, terutama saat bayi rewel.
  • Putar musik yang menenangkan, kemudian gendong bayi sambil bergerak seiring irama musik.
  • Anda dapat mencoba berbagai ekspresi seperti menjulurkan lidah dan tersenyum untuk menstimulasi bayi.
  • Membacakan buku pada bayi dapat dilakukan bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Meski ia belum memahami isi bacaan, tetapi membaca dapat mengeratkan hubungan antara ibu dan bayi, baik untuk kecerdasan emosional, dan dapat menjadi fondasinya nanti untuk bicara. Melihat gambar-gambar berwarna-warni pada buku juga dapat menyenangkan bayi. Coba bacakan buku untuk bayi setidaknya 10 menit per hari.
  • Mainan gemerincing dapat Anda buat sendiri dengan mengisi botol plastik kecil dengan kacang hijau kering sehingga dapat berbunyi ketika digerakkan. Jangan lupa untuk menutup rapat dan menyegel tutup botol agar tidak dapat dibuka.

Sekitar usia 2 bulan, ia dapat mulai mencoba menirukan suara yang ia dengar, mulai mengoceh sekitar usia 4 bulan, dan dapat menirukan suara spesifik yang Anda ucapkan pada usia 6 bulan.

Peraba

Menggendong dan memeluk bayi akan membuatnya nyaman karena serupa dengan yang ia rasakan saat masih berada dalam kandungan. Berikan ia mainan aman dengan tekstur dan bentuk berbeda.

Penciuman

Sejak lahir, bayi dapat mencium aroma air susu ibu, juga dapat mengasosiasikan aroma tertentu dengan rasa nyaman dan bahaya. Hindari menggunakan parfum dan deterjen dengan aroma menyengat, juga perkenalkan ia pada berbagai aroma dan beri tahu bau apa yang sedang ia cium.

Perasa

Bayi sudah dapat merasakan dan memilih rasa manis seperti yang ia dapatkan dari ASI. Untuk merangsang indera perasanya, di masa menyusui Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan rasa berbeda. Ini dapat menjadi fondasi awal untuk pola makan sehatnya di kemudian hari.

Tidak perlu merasa terbatasi dengan mainan yang biasa dibeli. Anda bahkan bisa mengajaknya bermain dengan benda atau hal seperti air ketika mandi. Meski demikian, jangan sekali-sekali meninggalkannya sendirian di bak mandi.

Bayi baru lahir umumnya menghabiskan waktu hampir sepanjang hari dengan tidur. Saat ia bangun, ambil kesempatan untuk menstimulasinya. Namun perlu diingat juga bahwa bayi juga dapat menjadi stres jika mendapat terlalu banyak stimulasi. Ini dapat ditandai dengan gerakan-gerakan seperti menendang, mengepakkan lengan, menggeliat, dan mulai menangis.

Saat menstimulasi bayi, perlu diingat bahwa perkembangan tiap bayi berbeda-beda sehingga tidak perlu risau jika ia belum bereaksi seperti yang diharapkan. Sebaliknya, periksakan ke dokter jika perkembangan bayi dikhawatirkan tidak normal atau terlambat.

Referensi