Cari Tahu Informasi tentang Batang Otak dan Masalahnya

Apakah Anda pernah mendengar batang otak? Batang otak adalah bagian yang bentuknya seperti batang di dasar otak yang terhubung ke saraf tulang belakang.

Batang otak terdiri dari empat bagian, yakni diencephalon, mesencephalon, pons, dan medulla oblongata. Berbagai bagian tersebut mengontrol fungsi vital tubuh seperti pernapasan, tekanan darah, dan denyut jantung atau nadi.

brain stem

Otak adalah salah satu organ terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia. Otak terdiri dari 100 miliar lebih saraf yang berkomunikasi dalam triliunan koneksi yang disebut sinapsis.

Sebagian besar tugas fisiologis otak melibatkan penerimaan informasi dari anggota tubuh lainnya, menafsirkan informasi tersebut, dan kemudian membimbing respons tubuh terhadapnya. Otak terbagi menjadi beberapa bagian, bagian itu meliputi cerebrum atau otak besar, serebelum atau otak kecil, diencephalon, dan batang otak.

Batang otak memiliki peranan yang penting, yakni mengendalikan aliran pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya, serta mengendalikan fungsi tubuh dasar seperti bernapas, menelan, detak jantung, tekanan darah, dan memastikan apakah seseorang dalam keadaan sadar atau tertidur.

Batang otak terdiri dari jaringan yang berwarna putih (white matter) dan abu-abu (grey matter). Jaringan yang berwarna abu-abu (sel tubuh neuronal) ditemukan di seluruh bagian batang otak untuk membentuk inti saraf kranial, pembentukan retikuler, dan inti pontine. Sedangkan yang berwarna putih terdiri dari serat pada traktus (akson sel neuron) yang diturunkan dari korteks serebral, dan naik dari saraf perifer dan saraf tulang belakang ke bagian tertinggi otak.

Masalah pada Batang Otak

Otak dan batang otak dilindungi dari kerusakan oleh beberapa lapis pertahanan. Bagian terluar dilindungi oleh tulang tengkorak, di bawah tulang tengkorak terdapat meningen atau selaput otak dan sumsum tulang belakang, lalu di bawah meningen terdapat cairan otak, atau yang disebut juga cairan serebrospinal.

Kendati telah dilapisi perlindungan, otak ternyata dapat mengalami kerusakan, menjadi sakit, atau malfungsi. Masalah yang kerap terjadi pada otak meliputi kanker otak, luka fisik seperti patah tulang tengkorak atau cedera kepala, dan stroke hemoragik, yaitu pecahnya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak.

Tidak hanya otak, bahkan batang otak pun juga dapat mengalami masalah atau kerusakan, seperti stroke batang otak dan kematian batang otak, berikut penjelasannya:

  • Stroke batang otak
    Stroke terjadi saat pasokan darah ke otak terputus. Gangguan dan  tingkat keparahan stroke bergantung pada bagian otak mana yang mengalami kerusakan, dan sudah seluas apa daerah yang terkena. Berada di atas saraf tulang belakang, batang otak juga mengendalikan ucapan, gerakan menelan, mendengar, dan gerakan pada mata Anda. Impuls yang dikirim bagian lain pada otak berjalan melalui batang otak. Manusia bergantung pada fungsi batang otak untuk bertahan hidup. Dan stroke batang otak ternyata dapat mengancam fungsi tubuh yang vital dan bisa mengancam jiwa. Terdapat dua jenis stroke batang otak, yakni stroke iskemik (yang paling umum terjadi) dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Sedangkan stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah otak. Hal ini dapat menyebabkan darah tertimbun dan memberikan tekanan pada otak.
    Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena stroke batang otak, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit kardiovaskular, kelainan darah, kehamilan, kanker, dan penyakit autoimun. Adapun gejalanya meliputi pusing, kehilangan keseimbangan, mual/muntah, kesulitan berbicara dan menelan, bicara pelo, mati rasa dan kelemahan pada satu sisi tubuh, pupil mata ukurannya tidak sama, sakit kepala mendadak, vertigo, atau adanya gangguan pendengaran.
  • Kematian batang otak
    Kematian batang otak terjadi ketika seseorang tidak lagi memiliki fungsi batang otak, dan secara permanen kehilangan potensi kesadaran dan kemampuan untuk bernapas. Bila hal ini terjadi, pemasangan ventilator diperlukan untuk membantu menjalankan fungsi pernapasan. Terdapat beberapa penyebab kematian batang otak, yakni serangan jantung, stroke, penggumpalan darah atau penyumbatan pada pembuluh darah, cedera kepala berat, pendarahan otak, infeksi seperti radang otak, tumor otak, overdosis, dan hipotermia.
    Mati batang otak berarti seseorang telah kehilangan fungsi batang otak dan sangat besar kemungkinan terjadi kematian otak secara keseluruhan. Meskipun dengan bantuan mesin ventilator dan perawatan suportif fungsi pernapasan dan pasokan oksigen dapat terpenuhi, namun fungsi luhur seperti berbicara, makan, bernapas secara alami, dan berpikir telah tiada.
    Apakah mati batang otak dan status vegetatif sama? Serupa tapi tak sama, pada kondisi status vegetatif, penderitanya masih dapat menunjukkan adanya respons minimal seperti berkedip atau menggerakkan jari namun Ia tidak berespons terhadap keadaan sekitar. Terdapat kondisi status vegetatif yang sepintas tampak seolah penderitanya masih dapat berespon minimal dengan keadaan sekitar namun ini sangat jarang terjadi. Pada kondisi status vegetative, seseorang kemungkinan  masih memiliki fungsi luhur dan kemungkinan kecil masih dapat bernapas spontan tanpa bantuan mesin.
    Pada kondisi tersebut seorang dokter perlu menjelaskan kepada keluarga mengenai kondisi pasien dengan jelas agar keluarga dapat memutuskan untuk melanjutkan pemasangan ventilator atau tidak.

Jangan menyepelekan adanya masalah pada batang otak Anda. Jika Anda mengalami gejala yang telah dipaparkan di atas, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Proses yang merusak batang otak dapat mendatangkan kematian atau kecacatan dalam waktu singkat.

Atasi berbagai faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan pada batang otak. Olahraga secara teratur dan asupan yang sehat akan menjaga seluruh fungsi vital tubuh berjalan normal.