Cedera Ligamen Lutut Bisa Bersifat Permanen

Cedera ligamen lutut dapat terjadi terutama saat Anda berolahraga atau beraktivitas. Sebagian cedera lutut berisiko membuat fungsi lutut menjadi tidak sesempurna sebelumnya. Salah satu akibatnya, lutut kian melemah untuk menopang tubuh.

Lutut adalah bagian tubuh yang bekerja keras saat Anda beraktivitas, terutama melakukan olahraga seperti lari. Beban pada lutut saat bekerja keras dapat menyebabkan cedera pada ligamen. Ligamen adalah pita-pita keras yang menghubungkan tulang-dengan tulang.

cedera ligamen-alodokter

Ligamen pada lutut adalah ligamen yang rentan mengalami cedera dan dapat menyebabkan perubahan permanen pada aktivitas seseorang. Cedera yang sering dialami para atlet ini dapat juga dialami oleh siapa pun yang melakukan atau mengalami kondisi-kondisi seperti berikut.

  • Lutut terkena pukulan atau benturan keras.
  • Memutar lutut dengan telapak kaki tetap berpijak di tanah.
  • Memindahkan beban berat badan dari satu kaki ke kaki lain secara tiba-tiba.
  • Melebarkan lutut terlalu jauh.
  • Melompat dan mendarat dengan lutut tertekuk.
  • Tiba-tiba berhenti saat berlari.

Cedera ligamen lutut akan menyebabkan orang yang mengalaminya bisa merasakan nyeri secara tiba-tiba, bengkak, terdengar bunyi berderak dari lutut yang cedera, sendi terasa longgar, dan selalu merasa nyeri tiap kali mengangkat beban.

Pemeriksaan untuk mendeteksi cedera dapat dilakukan dengan MRI, X-ray, ataupun tes lain. Pada sebagian kasus, dokter mungkin akan menggunakan jarum untuk menyedot dan mengeringkan darah di dalam lutut yang bengkak.

Cedera Lutut Tidak Bisa Pulih dengan Sendirinya

Jika tidak segera ditangani, dampak cedera ligamen lutut ini dapat terasa hingga beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kemudian. Jangan didiamkan, tapi segera lakukan perawatan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan.

  • Kompres lutut dengan kain untuk meredakan bengkak. Bisa juga menggunakan es batu. Tempatkan kompres selama 20-30 menit tiap empat jam sekali.
  • Istirahatkan lutut dengan tidak membuatnya menanggung beban berlebihan.
  • Saat berbaring, naikkan lutut Anda di atas bantal.
  • Jika dibutuhkan, konsumsi obat pereda peradangan dan nyeri.
  • Kenakan pelindung lutut untuk mencegah cedera lebih lanjut.
  • Dokter mungkin akan mengajak Anda untuk mempraktikkan peregangan dan gerakan untuk melatih kekuatan.
  • Terapi fisik mungkin diperlukan atas anjuran dokter.

Cepat atau lambatnya masa pemulihan bergantung kepada tingkat keparahan cedera dan penanganan yang diberikan. Akan tetapi sebagian jenis cedera, seperti anterior cruciate ligament (ACL) dan posterior cruciate ligament (PCL) yang robek biasanya memerlukan operasi rekonstruksi untuk pulih. Ligamen ini menghubungkan tulang paha dengan tulang tibia (salah satu tulang kaki bagian bawah).

Kemungkinan cedera ACL ini sangat umum di antara semua bentuk cedera olahraga. Cedera pada ligamen krusiatum ini sayangnya tidak dapat diperbaiki dan hanya bisa direkonstruksi. Operasi ini berpeluang mengembalikan lebih dari 80 persen fungsi lutut. Dengan kata lain, tidak akan sepenuhnya sama seperti sebelum cedera. Pasien juga mungkin akan tetap mengalami nyeri dan bengkak. Selain itu operasi ini juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti infeksi dan pembekuan darah.

Setelah mendapat penanganan, hindari terburu-buru kembali beraktivitas seaktif sebelumnya hingga lutut Anda kembali pada kondisi seperti berikut.

  • Tidak ada pembengkakan lagi.
  • Lutut yang cedera sama kuatnya dengan yang tidak cedera.
  • Tidak merasakan nyeri pada lutut saat berjalan, berlari, melompat.
  • Dapat menekuk dan meluruskan lutut tanpa merasa sakit.
  • Jangan sepelekan masa pemulihan karena jika Anda terburu-buru beraktivitas seperti semula saat lutut belum benar-benar sembuh, maka Anda menghadapi risiko mengalami cedera permanen.

Oleh karenanya penting untuk mencegah cedera ligamen lutut ini sebelum terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau beraktivitas, melakukan peregangan dan latihan kekuatan secara teratur untuk menjaga fleksibilitas otot, dan hindari menambah intensitas olahraga yang tidak biasanya secara tiba-tiba.