Cegah Dehidrasi akibat Diare dengan Minuman Rehidrasi

Kebiasaan jajan sembarang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda. Kondisi tubuh yang sebelumnya sehat dan fit bisa langsung terganggu karena mengonsumsi makanan atau minuman dari hasil proses pengolahan yang kebersihannya tidak terjamin. Ditambah dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah turut memengaruhi kondisi tubuh sehingga menyebabkan diare.

Jajanan di pinggir jalan memang memiliki daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan makanan yang dijual di restoran. Namun sayangnya, terlepas dari rasa yang enak dan harga yang terjangkau, jajanan jenis ini kadang kala mengesampingkan faktor keamanan kesehatan serta faktor kebersihan. Jajanan yang dimasak kurang matang, misalnya, berisiko terkontaminasi sejumlah bakteri pemicu diare.

Pocari Sweat Article 12 - Cegah Dehidrasi akibat Diare dengan Minuman Rehidrasi_compress

Apa yang Terjadi saat Mengalami Diare?

Diare adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) hingga tiga kali atau melebihi kebiasaan normal Anda dalam sehari. Pada tiap kali BAB, tinja yang dikeluarkan bertekstur cair.

WHO, selaku lembaga kesehatan dunia, menyatakan bahwa diare menjadi penyebab kematian tahunan tertinggi nomor dua, yaitu sebanyak 760 ribu anak-anak usia di bawah lima tahun. Walau demikian, diare merupakan penyakit umum yang masih dapat dicegah dan ditangani sebelum kondisinya makin parah.

Selain makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, penyebab diare paling umum adalah infeksi virus flu, norovirus, dan rotavirus. Anak-anak usia 3-8 tahun juga dapat  terserang diare karena infeksi bakteri, infeksi virus, dan/atau efek samping antibiotik. Diare pada anak yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditularkan dari teman-teman sepermainannya. Gejala diare pada anak dapat dengan mudah terdeteksi melalui perubahan pada tekstur BAB yang terlihat lebih cair dan frekuensi BAB yang meningkat.

Gejala yang hampir sama dialami orang-orang usia dewasa, tapi disertai dengan kemunculan kondisi-kondisi lain, seperti kram atau nyeri pada perut, sering bolak-balik ke kamar mandi untuk BAB, mual, dan muntah.

Diare yang diderita selama dua hari atau lebih lama wajib diperiksakan kepada dokter karena berisiko mengakibatkan hilangnya kandungan air dan ion di dalam tubuh. Kebanyakan penyebab kematian pada penderita diare adalah dehidrasi parah. Oleh karena itu, beberapa tindakan perlu dilakukan untuk mencegah dehidrasi akibat diare, salah satunya dengan menjaga kecukupan cairan dan keseimbangan ion tubuh.

Kembalikan Cairan Tubuh dengan Upaya Rehidrasi

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan program lima langkah tuntaskan diare (LINTAS Diare) yang terdiri dari:
  • Pemberian oralit
  • Pemberian obat zinc
  • Pemberian ASI atau makanan
  • Pemberian antibiotik hanya jika diperlukan
  • Edukasi Ibu atau pengasuh tentang cara pemberian cairan dan obat serta kapan penderita harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
Salah satu kunci terapi dalam kasus diare adalah mencegah dehidrasi dan mengembalikan cairan yang hilang melalui upaya rehidrasi. Rehidrasi atau terapi cairan merupakan upaya mengembalikan cairan tubuh yang terbuang bersama tinja dengan cara mengonsumsi cairan yang memadai, salah satunya dengan mengonsumsi oralit. Jika tidak tersedia, air kaldu, kuah sayur juga dapat dijadikan alternatif pilihan sebagai cairan pengganti.

Bantu Pencegahan Dehidrasi dengan Minuman Elektrolit

Walau air biasa tetap disarankan untuk diminum sebagai pencegah dehidrasi, namun para ahli mengemukakan bahwa mengonsumsi air saja belum cukup untuk mengembalikan ion yang hilang. Air biasa tidak mengandung ion yang diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan ion dalam tubuh. Untuk itu, para peneliti merekomendasikan mengonsumsi minuman yang mengandung esensi dari proses rehidrasi itu sendiri. Anda bisa memilih minuman yang mengandung ion yang diperlukan tubuh agar ion yang hilang dapat segera dikembalikan.

Bagi Anda yang mengalami diare atau telah merasakan gejala-gejalanya, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan dan ion harian Anda. Tidak hanya mengonsumsi cairan, tetapi disarankan untuk menjaga kebersihan diri juga agar terhindar dari infeksi bakteri.