Cegah Intoleransi Laktosa Mempertahankan Kesehatan Tulang

Intoleransi laktosa merupakan sebuah kondisi di mana tubuh seseorang tidak mampu mencerna laktosa, senyawa yang banyak ditemukan pada susu.  Sayangnya, sebagian orang ternyata tidak dapat memproses laktosa secara alami atau disebut intoleransi laktosa.

Tubuh pengidap intoleransi laktosa tidak memiliki cukup enzim laktase untuk memproses laktosa. Laktosa akhirnya akan tertinggal pada sistem pencernaan dan kemudian akan difermentasi oleh bakteri sehingga akhirnya menimbulkan gas.

intoleransi laktosa-alodokter

Intoleransi laktosa dapat dikenali dari gejala-gejala yang dirasakan pada beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung laktosa. Gejala-gejala tersebut, antara lain mual, diare, perut kembung, mual, masuk angin, kram atau sakit perut.

Agar Kesehatan Tulang Tetap Terjaga

Susu dan produk olahan susu mengandung protein, kalsium, vitamin B12, dan vitamin A sebagai nutrisi yang membantu proses penyerapan mineral untuk tulang. Dengan kata lain, konsumsi susu penting untuk mengurangi risiko mengalami osteoporosis, osteopenia, dan malanutrisi.

Namun sayangnya, karena tidak mendapatkan kalsium dari susu dan produk-produk olahan susu, maka pengidap intoleransi laktosa perlu memenuhi kecukupan kalsium dari sumber-sumber makanan lain sekaligus meminimalkan konsumsi laktosa untuk mengurangi gejala-gejala terkait. Berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh.

  • Batasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung laktosa.
  • Sebagian produk olahan susu yang dijual bebas ternyata kerap disalahpahami sebagai makanan yang aman bagi pengidap intoleransi laktosa, misalnya es krim, biskuit, cokelat batangan maupun minuman cokelat hangat, sup, margarin, dan saus salad.
  • Cari produk berlabel bebas atau sedikit laktosa yang ada kalanya tersedia di supermarket.
  • Anda bisa mencoba mengonsumsi susu bersamaan dengan makanan untuk memperlambat proses pencernaan dan mengurangi gejala intoleransi laktosa.
  • Beberapa produk olahan susu, seperti yogurt, bisa jadi hanya mengandung sedikit laktosa yang mungkin masih bisa ditoleransi oleh tubuh.
  • Tersedia tablet enzim laktosa yang dapat dikonsumsi untuk membantu tubuh memproses susu.
  • Anda dapat mencoba sedikit bagian lebih dulu untuk melihat reaksi tubuh terhadap produk olahan susu yang diduga mengandung sedikit laktosa, seperti keju cheddar.
  • Dapatkan kalsium dari konsumsi sayuran hijau, seperti kale, bok choy, sawi, brokoli, dan okra.
  • Kacang juga mengandung banyak kalsium yang bermanfaat untuk tulang. Almond panggang adalah contoh camilan berkalsium yang baik.
  • Satu sajian sereal tanpa susu dapat mengandung lebih dari 1000 mg kalsium.
  • Sediakan waktu 10-15 menit tiap hari untuk berada di luar ruangan di bawah panas sinar matahari sebelum pukul 09.00 untuk mendapatkan vitamin D.
  • Anda juga dapat mencoba buah-buahan kering, seperti kismis, ara, dan apricot.
  • Ikan bertulang lunak, seperti sarden, salmon, tuna, menyediakan gizi yang baik pula.
  • Kedelai dan produk olahan kedelai, seperti tahu, tempe, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif sumber kalsium.
Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan, konsultasikan kepada dokter untuk memastikan diagnosis intoleransi laktosa yang Anda alami untuk mendapatkan panduan penanganan yang tepat. Dengan menerapkan pola makan yang terkendali, pasien intoleransi laktosa tetap dapat hidup sehat dan aktif tanpa khawatir mengalami gangguan tulang.