Cek Informasi Kecanduan Seksual di Sini

Kecanduan seksual mirip dengan penyalahgunaan zat atau obat-obatan terlarang, karena kecanduan ini disebabkan oleh zat kimia kuat yang dilepaskan saat berhubungan seks. Seks merupakan kebutuhan dasar manusia. Sebagian orang memiliki keinginan seksual yang dapat dikendalikan, namun sebagian lagi tidak. Dan hal itu dapat menandakan Anda mengalami kecanduan seksual.

Kecanduan seksual sama seperti kecanduan lainnya, kondisi itu merupakan penyakit dan dapat mengubah perilaku seseorang dengan berbagai cara.

Sexual addiction

Kecanduan Seksual Bisa Diakibatkan Karena Trauma

Kecanduan seksual adalah gangguan perilaku di mana pecandunya merasa wajib untuk melakukan aktivitas atau tindakan seksual, yang membuat pelakunya merasa puas. Sama halnya seperti pecandu minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Kecanduan seksual bukanlah hal yang sepele, karena kecanduan ini dapat menjadi kondisi yang sangat berbahaya dan merusak. Kecanduan seksual bisa memengaruhi hubungan pribadi, kesehatan mental, keamanan hubungan seksual, dan kualitas hidup.

Biasanya, pecandu seks mencari beberapa pasangan seks atau mungkin memiliki hubungan yang dilarang, seperti dengan anak, hewan, atau benda, guna melakukan hubungan seksual tersebut. Pelaku kecanduan seksual tidak dapat mengendalikan perilaku mereka sendiri, kendati memiliki konsekuensi negatif yang parah.

Sebenarnya, tidak ada faktor yang diduga menyebabkan kecanduan seksual terjadi. Namun, diperkirakan ada faktor biologis, psikologis, dan sosial yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini.

Selain itu, kecanduan seksual dapat disebabkan oleh trauma pada masa kanak-kanak atau remaja, merasa diabaikan, atau mengalami depresi. Menurut penelitian, para penderita kecanduan seksual lebih cenderung berasal dari pola asuh yang kurang baik. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa sekitar 82 persen pecandu seks pernah menjadi korban kekerasan seksual.

Ini Tanda Kecanduan Seksual

Berikut adalah beberapa tanda kecanduan seksual, di antaranya:

  • Seks mendominasi kehidupan seseorang dengan mengesampingkan aktivitas lainnya. Seperti tidak mau sekolah, bekerja, atau mengurus keluarga.
  • Pelaku kecanduan seksual juga terlibat dalam pembicaraan seks di telepon, di tempat prostitusi, internet, komputer, atau mengalami eksibisionisme (perilaku memamerkan organ kemaluan sendiri pada orang asing).
  • Seseorang yang mengalami kecanduan seksual cenderung memiliki banyak pasangan atau kerap menipu pasangannya, seperti selingkuh. Dan sering berhubungan seks dengan banyak orang, termasuk orang asing.
  • Dalam beberapa kasus yang ekstrim, pelaku kecanduan seksual cenderung terlibat dalam hal yang ilegal, seperti memerkosa, penganiayaan anak, atau menguntit orang lain.
  • Memiliki fantasi seks yang liar.
  • Tidak bisa menghentikan atau mengendalikan perilaku kecanduan seksual tersebut.
  • Cenderung menempatkan diri atau orang lain dalam bahaya karena perilaku seksual.
  • Merasa menyesal atau bersalah setelah berhubungan seks.
  • Serta merasa mudah tersinggung saat tidak dapat terlibat dalam perilaku yang diinginkan.

Pecandu perilaku seksual umumnya menggunakan aktivitas seksnya untuk mencari kesenangan, menghindari perasaan tidak enak, atau merespons stressor (pengalaman atau situasi yang penuh dengan tekanan) dari luar, seperti masalah hubungan dengan orang lain atau mengalami kesulitan saat kerja.

Kecanduan seksual dapat menimbulkan banyak risiko dan berdampak pada kehidupan pribadi, sosial, pekerjaan, serta terancam penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Kecanduan seksual bisa sulit untuk didiagnosis. Penting untuk Anda ingat bahwa menikmati aktivitas seks tidak menjadikan Anda sebagai pecandu seks. Menikmati seks adalah hal yang normal. Hal ini tidak berarti Anda adalah pecandu seks.

Jika Anda atau pasangan Anda mengalami beberapa tanda kecanduan seksual dan cenderung tidak dapat mengendalikan hasrat untuk melakukan hubungan seksual, segera konsultasikan keadaan Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.