Cermat Memilih Mainan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus pada dasarnya memiliki keinginan bermain yang sama dengan anak normal pada umumnya. Mainan juga dapat dijadikan sarana belajar dan mengembangkan kemampuan pada anak berkebutuhan khusus. Hanya saja, selalu pilih mainan sesuai kondisi masing-masing anak.

Defisini anak berkebutuhan khusus yaitu anak-anak yang memiliki kondisi medis, emosi, atau gangguan belajar tertentu, yang kemungkinan membutuhkan terapi, obat-obatan, ataupun bantuan khusus. Misalnya, anak yang mengidap penyakit epilepsi, diabetes, cerebral palsy, ataupun anak yang membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas. Selain itu, anak-anak dengan gangguan penglihatan, pendengaran atau bicara, down syndrome, dan lain sebagainya.

Cermat memilih mainan untuk anak berkebutuhan khusus - alodokter

Sebagian anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang dianggap mudah untuk anak normal lain. Kesulitan berkomunikasi, gangguan kemampuan motorik, atau keterampilan sosial lainnya, tidak jarang dialami anak berkebutuhan khusus.

Namun, sebagaimana anak-anak pada umumnya, anak berkebutuhan khusus juga senang bermain dan dapat memanfaatkan mainan untuk mengembangkan kemampuannya. Anak berkebutuhan khusus juga sebaiknya memperoleh mainan yang sesuai dengan usia sekaligus aman dan mampu menstimulasi perkembangan sosial, mental, fisik, dan emosional.

Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan saat memilih mainan untuk anak berkebutuhan khusus:

  • Menyesuaikan dengan usia

Penting untuk menyesuaikan mainan anak dengan usia. Pada bayi hingga usia satu tahun, berikan mainan yang membantu bereksplorasi dengan panca indera. Misalnya, mainan yang membuat anak menggigit, meraih, menjatuhkan benda, bisa mengeluarkan suara, atau berwarna-warni menarik. Kemudian pada usia selanjutnya, yaitu 1-3 tahun, anak dapat diberikan mainan yang merangsang motorik halus, daya pikir, dan memperkuat otot. Berikan anak blok beragam bentuk, puzzle sederhana, dan lain-lain. Teruskan permainan itu hingga anak berusia 3-5 tahun, kemudian tambahkan dengan jenis permainan yang mengasah imajinasi.

Jika anak normal pada umumnya, pada usia 5 tahun ke atas sudah dapat bergerak aktif, seperti berlari tanpa terjatuh atau bersepeda roda dua, maka anak berkebutuhan khusus bisa diarahkan pada kegiatan membaca atau mempelajari alat musik yang tidak terlalu membutuhkan ketangkasan fisik. Namun, ingat untuk tetap menyesuaikan dengan kemampuan anak.

  •  Menyiapkan sesuai kebutuhan

Ada beberapa kondisi anak berkebutuhan khusus yang perlu diperhatikan, misalnya anak down syndrome mengalami kesulitan dengan kemampuan motorik halus, sehingga puzzle menjadi tantangan berat bagi mereka. Sementara itu, anak autis kesulitan fokus pada mainan yang membutuhkan interaksi tertentu, seperti memencet tombol untuk mendengar suara atau gerak tertentu. Mainan dengan gerak statis teratur, seperti roda berputar merupakan salah satu jenis yang menarik bagi anak autis.

Mainan berukuran besar sangat tepat untuk anak pengidap cerebral palsy, karena mereka seringkali mengalami gerakan kejang yang tidak terduga. Selain itu, anak-anak dengan gangguan sistem motorik lain, pilih mainan yang dapat digunakan dalam posisi terbatas seperti duduk di kursi roda.

  • Membatasi Mainan Elektronik

Sulit membatasi anak-anak masa kini dari beragam alat elektronik yang dianggap sebagai mainan dan sarana belajar. Padahal, ada risiko kesehatan dan risiko perkembangan dari alat-alat tersebut, antara lain kelebihan berat badan, terlambat menguasai bahasa, dan gangguan perkembangan lain.

Sebuah studi mengungkap, alat elektronik dapat mengganggu kemampuan berpikir mandiri, karena anak menerima gaya belajar pasif. Untuk anak di bawah 2 tahun, disarankan untuk tidak dibiarkan menonton televisi atau bermain dengan gadget sama sekali. Sedangkan anak-anak di atas 2 tahun hanya boleh menonton televisi atau bermain games di gadget selama 1-2 jam per hari.

Selain itu, mainan elektronik dapat memengaruhi rentang perhatian anak. Misalnya, mainan dengan cahaya, lampu, atau memiliki banyak pergerakan tidak membutuhkan konsentrasi yang lama. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi sulit fokus pada mainan yang tidak bergerak seperti buku.

Mainan seharusnya membiarkan anak mengembangkan imajinasi, tanpa terlalu banyak fungsi yang membatasi. Hal itu akan merangsang anak berpikir kreatif dan spontan. Pilih mainan yang tepat sesuai usia anak-anak Anda, termasuk untuk anak berkebutuhan khusus.