Cutaneous Larva Migran Diawali Rasa Gatal pada Kulit

Cutaneous larva migran adalah infeksi parasit pada kulit yang terjadi akibat larva cacing tambang yang masuk ke kulit.  Tanpa disadari, cacing dapat masuk ke dalam kulit Anda, sehingga menimbulkan rasa gatal yang mengganggu.

Kondisi yang sering dikenal sebagai creeping eruption ini, diawali oleh migrasi larva ke dalam kulit. Umumnya terjadi ketika kontak kulit dengan tanah atau pasir, yang tercemar kotoran anjing atau kucing dengan larva atau cacing tambang didalamnya.

cutaneous larva migran diawali rasa gatal pada kulit - alodokter

Gatal Ringan Hingga Sangat Mengganggu

Seseorang yang mengalami cutaneous larva migran mungkin akan merasa gejala seperti kulit terasa geli atau gatal setelah 30 menit larva masuk ke dalam kulit. Setelah beberapa minggu, barulah infeksi cacing dapat terlihat pada permukaan kulit.

Seseorang yang kulitnya terkna infeksi cutaneous larva migran, pada area tempat cacing berada akan muncul garis atau benjolan panjang yang meliuk tidak beraturan

Garis benjolan ini umumnya berwarna merah dan memiliki ukuran bervariasi dengan lebar sekitar 0,3 cm dan panjang sekitar 3 -4 cm. Benjolan ini pun akan bertambah panjang sekitar beberapa sentimeter setiap harinya, seiring perjalanan larva pada area kulit yang terinfeksi.

Infeksi yang kerap menyerang bagian kaki, sela-sela jari kaki, tangan, lutut, dan bokong ini akan semakin terasa gatal. Rasa gatal yang muncul akibat cutaneous larva migran biasanya akan bertambah parah saat malam hari.

Cara Mengatasinya

Cutaneous larva migran umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 4 -8 minggu. Namun, jika tak kunjung sembuh atau terasa sangat mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter.

Beberapa jenis obat yang kemungkinan akan diberikan dokter, antara lain:

  • Tiabendazol

Tiabendazol dapat diberikan dalam bentuk topikal atau oles, sebagai penanganan awal untuk mencegah perkembangan larva dan mencegah penyebarannya. Jika kemudian pengobatan ini dinilai belum berhasil mengatasi, maka akan diberikan obat oral atau obat yang diminum.

  • Albendazol

Albendazol merupakan obat antelmintik yang merupakan golongan obat dengan kemampuan mengatasi infeksi yang disebabkan cacing. Albendazol bekerja dengan cara mencegah terjadinya penyerapan gula atau glukosa pada cacing sehingga cacing tidak mendapat sumber energi dan kemudian mati dengan sendirinya.

  • Ivermectin

Sama halnya dengan albendazol, ivermectin juga termasuk obat antelmintik yang mampu mengatasi infeksi cacing. Meski umumnya digunakan pada infeksi cacing di saluran usus, namun obat ini juga dapat membunuh cacing pada cutaneus larva migran.

Anak Memiliki Risiko Lebih Tinggi

Anak-anak cenderung lebih berisiko mengalami cutaneous larva migran dibandingkan orang dewasa. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan anak yang bermain tanpa menggunakan alas kaki. Kebiasaan ini memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan tanah atau pasir yang telah terkena kontaminasi kotoran hewan dengan infeksi cacing tambang.

Selain anak, ada pula golongan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami cutaneous larva migran, yaitu:

  • Petani.
  • Tukang kebun.
  • Pembasmi hama dan pemburu hewan liar.
  • Tukang listrik dan tukang kayu.
  • Pelancong
  • Orang yang pergi ke pantai tanpa menggunakan alas kaki.

Untuk menghindari infeksi cutaneous larva migran, dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan tanah atau pasir yang diduga sudah terkena kontaminasi. Kenakan alas kaki atau pakaian pelindung dan handuk saat duduk di tanah atau pasir.