Dampak Genetik dan Gizi pada Risiko Anak Bibir Sumbing

Bibir sumbing terjadi ketika jaringan rahang atas dan hidung tidak menyatu dengan sempurna, sehingga terjadi perpecahan. Kondisi ini termasuk sebagai cacat sejak lahir, namun masih bisa disembuhkan. Perpecahan ini bisa terjadi pada bagian bibir saja (cleft lip), bisa juga terjadi pada atap mulut atau langit-langit (cleft palate), atau bahkan keduanya.

Pada masa kehamilan antara minggu kelima dan kesembilan, bagian wajah dan rahang mengalami perkembangan. Di masa ini pada bayi normal, bagian wajah dan rahang menyatu dengan baik, tapi penyatuan semacam ini terganggu pada bayi yang lahir dengan kondisi bibir sumbing.

dampak genetik dan gizi pada risiko anak bibir sumbing - alodokter

Bibir sumbing terbagi ke dalam dua jenis. Sumbing unilateral, yaitu bagian yang sumbing hanya pada satu sisi bibir. Satu lagi adalah sumbing bilateral, yaitu sumbing yang terjadi pada dua sisi bibir.

Penyebab Bibir Sumbing

Penyebab terjadinya bibir sumbing belum diketahui secara pasti, namun diduga faktor genetik dan faktor lingkungan dapat berdampak kepada terjadinya kondisi ini.

Penelitian menyatakan bahwa gen dari orang tua yang diwarisi ke anak membuat anak berisiko lebih tinggi untuk mengidap bibir sumbing. Meskipun demikian, jika orang tua mengalami bibir sumbing, belum tentu anak-anaknya mengalami bibir sumbing juga.

Sementara itu, faktor-faktor lingkungan yang dapat memicu janin terlahir dengan kondisi bibir sumbing adalah:

Kekurangan asam folat

Asam folat berfungsi membantu mencegah kemungkinan bayi lahir cacat. Semua ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan asam folat tiap harinya, terutama selama empat bulan pertama masa kehamilan. Kekurangan asam folat akan meningkatkan risiko janin bibir sumbing.

Memang belum ada bukti kuat bahwa mengonsumsi asam folat dosis tinggi dapat mencegah bibir sumbing, tapi bagi ibu hamil yang memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing disarankan untuk mengonsumsi asam folat dengan kadar yang lebih tinggi.

Merokok

Ibu hamil yang memiliki kebiasaan merokok dapat membuat bayinya berisiko lebih tinggi untuk terkena bibir sumbing. Sedangkan bagi ibu hamil yang menjadi perokok pasif, belum diketahui secara pasti apakah bayinya berisiko lebih tinggi terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Disarankan bagi ibu hamil untuk tidak menjadi perokok, baik aktif maupun pasif, untuk mengurangi risiko-risiko yang buruk.

Obesitas dan gizi buruk

Faktor berat badan berlebih dan kecukupan gizi memegang peranan yang sama pentingnya dalam hal ini. Bayi yang dikandung oleh ibu yang obesitas, berisiko lebih tinggi untuk mengalami bibir sumbing. Begitu juga dengan bayi yang dikandung oleh ibu yang mengalami gizi buruk.

Efek samping obat

Ibu hamil perlu memerhatikan obat yang dikonsumsi semasa hamil karena berpotensi berdampak pada pertumbuhan janin. Ada beberapa jenis obat yang dilarang untuk dikonsumsi ibu hamil. Misalnya, obat isotretinoin yang digunakan untuk mengatasi jerawat perlu dihindari oleh ibu hamil karena dapat mengganggu pertumbuhan janin. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengonsumsi obat untuk kondisi tertentu saat hamil. Diduga, beberapa kasus bibir sumbing pada bayi merupakan efek samping obat tertentu.

Sindrom Pierre Robin

Yaitu kondisi bayi yang terlahir dengan rahang kecil dan posisi lidah yang lebih ke belakang. Dampaknya, bayi dapat mengalami gangguan pernapasan bagian atas. Kadang-kadang diperlukan tabung pernapasan untuk membantu bayi bernapas. Sindrom Pierre Robin jarang terjadi, namun bayi yang mengalami sindrom ini biasanya memiliki bibir sumbing.

Gejala Bibir Sumbing dan Cara Penyembuhannya

Bibir sumbing biasanya diketahui ketika bayi baru lahir. Tanda utamanya adalah perbelahan pada bibir. Bentuknya bisa berupa celah kecil di bibir atau celah yang lebih panjang lagi. Celah yang lebih panjang ini membentang dari bibir ke gusi atas, langit-langit, dan hidung.

Ada juga sumbing yang terjadi hanya pada otot langit-langit lunak di belakang mulut, namun kondisi semacam ini jarang terjadi. Jika terjadi, biasanya tidak langsung terdeteksi ketika bayi lahir.

Bibir sumbing dapat disembuhkan dengan langkah operasi. Operasi perbaikan bibir  umumnya dilakukan saat bayi berusia tiga bulan. Waktu pengerjaannya adalah 1-2 jam. Bayi diberi bius umum, kemudian bagian bibir dan otot-ototnya diperbaiki. Makin lebar celah pada bibir, makin lama waktu pengerjaannya.

Operasi pada langit-langit mulut biasanya dilakukan saat bayi berusia 6-12 bulan. Lama pengerjaannya adalah sekitar dua jam. Sebelum dilakukan operasi, bayi diberi bius umum terlebih dahulu. Cara pengerjaannya dengan menyusun kembali struktur langit-langit mulut, berikut otot-otot yang ada di sekitarnya.

Pada sebagian besar kondisi bayi, serangkaian operasi dapat mengatasi bibir sumbing. Penampilan bibir pun dapat lebih normal dengan bekas operasi yang minimal. Seiring anak bertumbuh, dia sebaiknya terus dimonitor oleh dokter tiap 5 tahun sekali sejak berusia 5 hingga 20 tahun.