Dari Luar Terlihat Normal, Tapi Ternyata Hiperseks

Jika seseorang terlalu sering melakukan kegiatan seksual atau tiba-tiba aktivitas atau hasrat seksual meningkat drastis, maka orang tersebut bisa disebut hiperseksual. Istilah ini sendiri biasa disematkan oleh para peneliti atau penyedia layanan kesehatan mental.

Jika hiperseksual menimpa laki-laki, maka istilahnya disebut dengan satyriasis. Sedangkan pada perempuan, istilah hiperseksual disebut dengan istilah nymphomania. Namun, kedua istilah tersebut sudah tidak lagi digunakan dalam bidang medis.

dari luar terlihat normal tapi ternyata hiperseks - alodokter

Perilaku ini dianggap mengganggu karena dianggap sebagai perilaku kecanduan seksual. Selain itu, perilaku ini mengganggu karena bisa menyebabkan pelakunya mengalami stres. Stres tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan, pekerjaan, dan hubungan sosial di dalam kehidupan penderita.

Hiperseksual juga bisa mengganggu atau membahayakan pelaku dan orang lain yang dilibatkan. Jika dibiarkan, perilaku ini akan melanggar batas-batas norma yang berlaku di masyarakat, seperti berselingkuh atau menggunakan jasa pekerja seks komersial.

Tanda-tanda Mengalami Perilaku Hiperseksual

Sampai saat ini belum ditemukan diagnosis resmi untuk mereka yang menderita hiperseks. Meski demikian ada beberapa prilaku yang dijadikan tanda-tanda untuk menentukan perilaku yang juga dikategorikan kecanduan seks ini.

  • Memiliki lebih dari satu pasangan dalam perkawinan bisa berupa perselingkuhan.
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  • Terus mengonsumsi hal-hal terkait pornografi.
  • Sering mempraktikkan hubungan seksual yang tidak aman.
  • Sering memakai jasa pekerja seks komersial.
  • Selalu merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan alias masturbasi.
  • Sering mengintip aktivitas seksual yang dilakukan oleh orang lain.
  • Merasa tidak mampu mengendalikan rangsangan seksual yang menimpa diri sendiri.
  • Dorongan seksual yang memicu tindakan seksual, namun hal tersebut belum tentu menjadikan pelakunya mengalami kepuasan.
  • Menjadikan perbuatan seksual sebagai pelampiasan atau pelarian dari berbagai tekanan hidup, seperti kesepian, stres, depresi, atau kecemasan.

 Bagaimana Cara Mengatasi Hiperseks?

Yang pertama harus dimengerti dalam mengobati perilaku hiperseks adalah kesadaran dan mau mengakuinya. Jika kedua hal tersebut sudah ada di dalam jiwa seseorang yang memiliki perilaku hiperseks, maka hal tersebut bisa menjadi langkah awal yang baik sebagai motivasi dalam mencari kesembuhan.

Penanganan penderita hiperseks adalah dengan melakukan modifikasi perilaku. Pembentukan perilaku yang baru ini bisa dilakukan dengan menyibukkan diri melakukan kegiatan-kegiatan positif, sekaligus berinteraksi dengan orang lain tanpa melibatkan hubungan seksual.

Mereka yang berniat menyembuhkan kecanduan seks atau perilaku hiperseks harus didorong untuk menentang segala pikiran yang menguasai mereka untuk melakukan tindakan seksual yang kebablasan. Sebab jika sejak dalam pikiran mereka tidak ada niat untuk berubah, maka artinya penderita hiperseks sudah menyerah sejak bertanding. Dengan kata lain, kekuatan pikiran menentukan kesuksesan atau kegagalan terhadap pengobatan yang dilakukan.

Selain kekuatan pikiran, faktor kunci untuk kesembuhan perilaku hiperseks adalah rajin melakukan konseling, dukungan dari orang-orang yang dicintai, dan mematuhi rencana yang telah dibuat. Perawatan memakai obat-obatan seperti yang digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif bisa dilakukan untuk mengekang sifat kompulsif dari perilaku hiperseks.