Dengan Tes Psikopat, Faktor-faktor Ini Akan Terungkap

Gangguan kepribadian merupakan salah satu penyakit psikologis yang sulit dideteksi. Meski tidak semua penderitanya berisiko mengganggu dalam masyarakat, ada sebagian penderita psikopat yang memiliki kecenderungan melakukan tindakan melanggar hukum. Diperlukan tes psikopat oleh ahli untuk memastikannya.  

Psikopat merupakan salah satu gangguan kepribadian antisosial yang ditandai dengan perilaku-perilaku tertentu. Gangguan kepribadian antisosial dapat dimulai sejak masa kanak-kanak, kemudian diteruskan pada masa remaja hingga dewasa.

Dengan tes psikopat faktor faktor ini akan terungkap - alodokter

Untuk menentukan apakah seseorang psikopat atau tidak, kini dapat menggunakan instrumen penilaian Psychopathy Checklist–Revised (PCL-R) sebagai tes psikopat. Instrumen yang dikembangkan psikolog asal Kanada tersebut akan melihat ciri-ciri kepribadian, merekam perilaku, sekaligus melakukan wawancara yang terstruktur disertai bahan-bahan penilaian lainnya.

Tes PCL-R ini harus dilakukan oleh ahli kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater. Penilaian ini umumnya dimanfaatkan untuk memperkirakan tindakan ulang perilaku kriminal dan kemungkinan rehabilitasi.

Ada beberapa faktor yang dijadikan tolok ukur dalam penilaian tes psikopat:

Kadar empati. Psikopat diketahui  berhati dingin atau tidak peduli dengan perasaan orang lain. Hal ini disebabkan otak seorang psikopat memiliki hubungan yang lemah pada bagian sistem emosi. Meski demikian, menurut hasil penelitian seorang psikopat bisa saja berpura-pura empati untuk maksud dan tujuan tertentu.

Reaksi emosi. Psikopat atau penderita gangguan kepribadian antisosial lain, memiliki tingkat emosi sosial yang rendah contohnya adalah rasa malu atau rasa bersalah. Bahkan, psikopat juga dikenal memiliki sedikit rasa takut. Sebuah studi menunjukkan, jika seorang psikopat yang ditempatkan pada situasi eksperimen yang menakutkan, maka ia tidak mengalami ketakutan yang biasa dialami orang pada umumnya. Selain itu, psikopat juga memiliki reaksi yang berbeda ketika menghadapi kematian, cedera, atau kejadian lain yang umumnya pada kebanyakan orang akan memiliki respons negatif seperti kesedihan. Tapi pada psikopat, hal ini tidak dimilikinya.

Tanggung jawab. Pada psikopat, perilaku ini biasanya tampak dari kebiasaan menyalahkan orang lain dan tidak merasa bertanggung jawab. Bahkan, meski hal tersebut terbukti sebagai kesalahannya. Jika terpaksa, ada kemungkinan ia akan mengaku namun tanpa disertai rasa malu atau bersalah.

Kejujuran. Psikopat diketahui terbiasa memanfaatkan orang lain untuk dirinya sendiri. Pada sebuah kasus diketahui, psikopat dapat berbohong dengan wajah tak bersalah. Berbohong tampak bukan suatu beban bagi psikopat. Tindakan berbohong ini juga dilakukan untuk memanipulasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya.

Rasa percaya diri. Psikopat biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi.   Dirinya meyakini bahwa dia lebih pintar atau hebat dibanding yang sebenarnya.

Rentang perhatian. Umumnya psikopat memiliki rentang perhatian yang pendek, karena sikap impulsif yang dimilikinya. Selain itu, psikopat juga harus memperoleh stimulasi berupa aktivitas atau hiburan secara terus menerus. Suasana tenang atau sunyi tidak disukai oleh psikopat.

Psikopat dianggap salah satu gangguan kepribadian antisosial yang tergolong berat. Sebagian psikopat bahkan dapat melakukan perilaku melanggar hukum atau melakukan kejahatan. Konsultasikan dengan psikolog atau ahli kejiwaan lain tentang tes psikopat jika Anda menemukan seseorang yang dicurigai memiliki kecenderungan psikopat yang dapat merugikan.