Deretan Penyakit Hidung yang Bisa Menimpa Anda

Salah satu fungsi yang tidak akan tergantikan dari hidung adalah sebagai alat pernapasan. Waspada, banyak penyakit hidung yang bisa menimpa seseorang mulai dari kondisi gangguan medis hingga karena efek kecelakaan.

Hidung sebagai organ utama pendukung indera penciuman berfungsi menyaring udara yang dihirup untuk menghilangkan debu, kuman, dan iritasi. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah untuk menghangatkan dan melembapkan udara yang dihirup untuk mencegah paru-paru dan saluran pernapasan mengalami kekeringan.

[caption id="attachment_324217" align="alignnone" width="1000"]Asian girl with bleeding from the nose on white background isolated Asian girl with bleeding from the nose on white background isolated[/caption]

Salah satu gangguan pada hidung yang paling sering terjadi adalah tersumbat karena flu. Adapun gangguan lain yang bisa menimpa organ indera penciuman ini, antara lain:

  • Kelainan tulang pemisah hidung

Salah satu penyakit hidung yang dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas adalah deviasi septum hidung. Septum hidung merupakan dinding pemisah antara rongga hidung kanan dan kiri yang terbuat dari tulang dan tulang rawan. Jika salah satu atau kedua tulang pemisah ini menyimpang atau bengkok, maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan saluran pernapasan.

Gangguan ini ternyata menimpa hampir 80 persen manusia. Hanya saja, sebagian besar dari penderita tidak menyadari hal tersebut. Para penderita akan mengeluhkan hal ini ketika terjadi masalah yang signifikan pada sistem pernapasan mereka dan memerlukan penanganan dokter. Penyebab alami penyakit hidung yang bisa dikategorikan sebagai bentuk kelainan ini biasanya akibat bawaan sejak lahir. Selain itu, kelainan ini bisa akibat cedera atau trauma pada hidung saat sudah berusia lebih dewasa.

  • Polip hidung

Penyakit hidung lain yang bisa menimpa Anda adalah polip atau benjolan pada hidung. Polip pada hidung memiliki ciri-ciri bertekstur lunak, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bukan dikategorikan sebagai kanker. Biasanya, benjolan tumbuh dalam saluran atau rongga sistem pernapasan. Penyakit ini umumnya menimpa orang dewasa dan bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Meski demikian, mungkin diperlukan pembedahan pada kasus-kasus tertentu yang lebih parah.

Hadirnya benjolan bisa merupakan hasil dari proses peradangan kronis akibat asma, alergi, sensitivitas terhadap obat-obatan atau gangguan imunitas tertentu. Biasanya, kondisi awal dari kehadiran penyakit ini tidak menimbulkan gejala apa pun. Seiring perkembangan ukuran polip, kemungkinan besar benjolan akan menghalangi saluran hidung sehingga menyebabkan masalah pernapasan, kehilangan fungsi indera penciuman, dan sering menimbulkan infeksi.

  • Mimisan atau hidung berdarah

Penyakit hidung yang umum menimpa lainnya adalah mimisan. Kondisi yang sering membuat penderitanya mengalami histeris, ternyata jarang sekali menandakan masalah-masalah kesehatan yang serius. Mimisan sendiri dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan dan biasa terjadi mengingat hidung mengandung banyak pembuluh darah.

Daerah hidung yang kaya akan pembuluh darah ada di permukaan bagian depan dan belakang. Pembuluh darah ini sangat rapuh sehingga mudah mengeluarkan darah. Orang dewasa dan anak-anak berusia 3-10 tahun merupakan kelompok yang rentan mengalami mimisan.

  • Rhinitis

Rhinitis terbagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Penyakit hidung berupa rhinitis alergi muncul ketika tubuh Anda memproduksi immunoblobulin E (IgE) ketika merespons alergen (zat penyebab alergi). Jika hal tersebut terjadi, tubuh akan merilis histamin dan leukotrien yang membuat lapisan hidung mengalami peradangan. Tes alergi dapat dilakukan untuk mencari tahu penyebab spesifik alergi si penderita. Tes ini dapat dilakukan pada kulit atau darah. Tes alergi pada darah akan menilai kadar IgE dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh sebagai reaski terhadap zat alergen tertentu.

Sedangkan penyebab rhinitis nonalergi lebih bervariasi, mulai dari terpapar asap rokok, aroma yang menyengat, perubahan cuaca, hingga iritasi debu. Perbedaannya dengan rhinitis alergi adalah tidak ditemukannya antibodi IgE yang beraksi terhadap penyebab alergi tertentu. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang bisa menyebabkan iritasi pada selaput lendir, maka bisa menyebabkan rhinitis jenis ini. Penyakit hidung berupa rhinitis nonalergi juga bisa disebabkan oleh pemakaian semprotan dekongestan hidung dalam jangka panjang.

  • Patah tulang hidung

Patah hidung merupakan cedera yang umum dialami seseorang yang disebabkan oleh hantaman keras atau benturan benda tumpul ke wajah. Meski terdengar mengerikan, cedera hidung ini biasanya akan sembuh secara alami dalam waktu 2-3 minggu.

Tanda-tanda bahwa patah hidung tidak membahayakan adalah jika bengkak hilang dalam seminggu dan memar reda setelah dua minggu. Pada umumnya, penanganan patah hidung ringan cukup dilakukan di rumah. Sedangkan penanganan dari dokter dibutuhkan jika rasa sakit kian memburuk, sering mengeluarkan darah, bengkak yang tidak kunjung hilang, dan hidung terlihat bengkok. Selain itu, mengunjungi dokter wajib dilakukan saat pernapasan terganggu dan tubuh menderita demam tinggi.

Apa pun jenis penyakit hidung yang diderita, sebaiknya tidak dianggap remeh apalagi jika sudah terjadi secara berkepanjangan. Periksa tingkat keparahannya karena dengan lebih awal disadari, maka bisa makin cepat ditangani, sehingga persentase keberhasilan untuk pulih akan makin tinggi juga.