Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum wanita. Sayangnya, masih banyak wanita, khususnya di Indonesia, yang tidak rutin memeriksakan diri dengan melakukan pap smear.

Pap smear merupakan sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi.

deteksi dini kanker serviks dengan pap smear - alodokter

Prosedur Pemeriksaan Kanker Serviks

Untuk memeriksa kanker serviks, dokter menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan ke dalam mulut vagina. Alat ini bisa memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa diperiksa lebih teliti. Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula (seperti sendok kecil bertangkai panjang) plastik dan sikat kecil. Sel-sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji.

Tes ini biasanya memakan waktu sekitar lima menit. Selama prosedur, Anda tidak perlu tegang karena kebanyakan wanita tidak merasakan rasa sakit saat melakukan pap smear.

Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengkombinasikannya dengan tes human papillomavirus (HPV), khususnya buat wanita berusia 30 tahun ke atas. HPV adalah sebuah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual, yang dapat menyebabkan kanker serviks pada beberapa wanita.

Secara medis pap smear aman dilakukan. Meski begitu, tetap ada kemungkinan akibat negatifnya. Anda bisa menerima hasil tes yang salah. Contohnya, hasil tes menunjukkan bahwa Anda memiliki sel-sel normal, padahal tidak demikian. Pemicu ketidakakuratan tersebut yaitu sel-sel abnormal tertutup darah dan jumlah sel abnormal sangat sedikit. Namun, kemungkinan sel-sel abnormal dapat terdeteksi jika Anda menjalani pap smear berikutnya.

Agar mendapat hasil tes pap smear seakurat mungkin, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina selama 2 hari sebelum tes dilakukan.

Siapa yang Membutuhkan Pap Smear?

Para ahli merekomendasikan para wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pap smear. Namun, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, sangat disarankan untuk melakukan tes ini.

Sebenarnya risiko Anda terkena kanker serviks tergolong rendah jika Anda belum berhubungan seksual. Meski begitu, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pap smear karena ada hal lain yang dapat memicu kanker serviks seperti merokok dan faktor keturunan.

Tes ini sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 21 – 65 tahun. Untuk wanita berusia 30 – 65 tahun yang dinyatakan negatif mengidap HPV, disarankan melakukannya setiap lima tahun.

Pap smear harus lebih rutin dilakukan jika Anda dinyatakan memiliki sel abnormal,  memiliki sistem imun yang lemah, terjangkit virus HIV, menjalani kemoterapi dan pernah menjalani transplantasi organ.

Dengan rutin menjalani pap smear, Anda bisa mencegah diri dari risiko kanker serviks. Kalaupun Anda memiliki sel-sel bersifat kanker, dokter bisa menanganinya lebih dini agar sel tersebut tidak berkembang menjadi ganas.