Diet Ibu Hamil Nyatanya Tidak Disarankan

Selama masa kehamilan, rata-rata berat badan Ibu akan naik sebanyak 11,5 kg hingga 16 kg. Hal tersebut penting terjadi agar janin yang ada dalam kandungan bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari risiko masalah kesehatan.

Oleh karena itu, diet ibu hamil nyatanya tidak disarankan untuk dilakukan. Berdiet atau mengurangi porsi makan selama kehamilan tidak hanya membahayakan diri ‘bumil’ sendiri, tapi juga perkembangan janin. Beberapa jenis diet ibu hamil bisa membuat Ibu dan buah hati dalam kandungan tidak mendapatkan asupan zat besi, asam folat, vitamin, dan mineral penting lainnya.

Diet Ibu Hamil Nyatanya Tidak Disarankan - alodokter

Selama ‘bumil’ mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan dan segar, kenaikan berat badan tidaklah perlu dikhawatirkan. Berat badan naik menandakan jika ‘bumil’ mengalami kehamilan yang sehat. Bahkan, dianjurkan agar ‘bumil’ makan secara teratur walaupun tidak merasa lapar, yaitu dengan makan tiga kali sehari dan ‘ngemil’ sehat. Karena ketika Ibu tidak lapar, belum tentu janin dalam kandungan juga tidak lapar.

Tapi, jika Ibu merasa mual dan muntah terus, malas makan, mulas, dada seperti terbakar, atau mengalami gangguan pencernaan, disarankan untuk makan sedikit namun lebih sering. Makanan yang dikonsumsi pun tidak boleh asal, tapi juga harus bergizi dan membuat Anda merasa kenyang.

Yang Boleh dan Tidak Boleh

Ada satu nutrisi penting yang wajib didapatkan ibu hamil yaitu asam folat. Asupan asam folat yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan sel plasenta dan buah hati. Alasannya, asam folat diduga bisa membantu menurunkan risiko gangguan jantung, preeklamsia, dan cacat tabung saraf, yaitu cacat lahir serius pada sumsum tulang belakang dan otak.

Nah, daripada melakukan diet ibu hamil, lebih baik konsumsi makanan sehat serta bergizi yang bermanfaat untuk Ibu dan janin yang ada dalam kandungan. Jangan ragu untuk melahap telur, ikan salmon yang matang, kacang-kacangan, ubi, gandum utuh, Greek yogurt , susu, keju , sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, daging tanpa lemak, dan buah-buahan berwarna.

Saking pentingnya, asam folat bahkan disarankan untuk dikonsumsi setidaknya sebulan sebelum Ibu merencanakan kehamilan .Selain dari makanan, tambahan suplemen asam folat juga penting untuk ibu hamil.

Tapi hindari pula makanan atau minuman seperti produk olahan susu (susu, keju, yogurt) dan jus buah yang tidak dipasteurisasi, daging olahan, telur atau daging yang tidak atau kurang matang, ikan mentah, kopi, alkohol, dan ikan dengan kandungan merkuri tinggi.

Jika Ibu sudah mempraktikkan pola makan sehat tapi berat badan selama hamil naik secara berlebihan, mintalah saran dari dokter kandungan atau bidan mengenai diet ibu hamil atau cara mengelola kelebihan tersebut. Begitu pula jika berat badan Ibu memang sudah berlebih bahkan sebelum hamil. Berat badan naik melebihi jumlah yang direkomendasikan selama hamil tidak akan membuat buah hati menjadi lebih sehat. Hal tersebut justru akan membuat Ibu merasa lebih sulit mendapatkan bentuk badan yang diinginkan setelah melahirkan.