Dua Sisi Memiliki Anak Tunggal

Jika zaman dahulu satu keluarga bisa memiliki 10 orang anak atau bahkan lebih, kini banyak pasangan yang diduga memilih untuk mempunyai satu anak saja alias anak tunggal.

Seseorang bisa dikatakan sebagai anak tunggal apabila dia tidak memiliki saudara, baik saudara kandung maupun saudara angkat. Kini, memiliki anak tunggal bisa saja dianggap sebagai hal yang normal.

dua sisi memiliki anak tunggal - alodokter

Banyak pasangan yang memilih untuk membesarkan anak tunggal,hal ini bisa saja disebabkan oleh faktor ekonomi, biaya hidup yang semakin meningkat, kedua orang tua bekerja, usia orang tua yang sudah tidak muda, hingga tingginya angka perceraian.

Pro dan Kontra

Seperti uang koin, ada dua sisi yang berbeda ketika memutuskan untuk memiliki anak tunggal. Di satu sisi, anak mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang tua, lebih mandiri, lebih dewasa, dan tidak ada perkelahian antarsaudara. Orang tua pun tidak perlu membagi perhatian, bisa mengejar karier, dan lebih mudah untuk mengembangkan minat. Dan ada satu hal yang tak terelakkan, yaitu biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.

Namun di sisi lainnya, anak tunggal tak lepas dari prasangka atau stereotip manja, egois, atau kesepian. Selain itu, anak tunggal sering kali terlalu diawasi oleh orang tua atau merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar ketika dewasa. Dan ada satu penelitian yang mengungkapkan, kurang lebih setengah dari anak tunggal lebih mungkin menderita kelebihan berat badan.

Tahukah Anda, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kedekatan antarsaudara kandung di masa kanak-kanak dapat memengaruhi pemahaman sosial-emosional, kemampuan kognitif, dan penyesuaian psikologis anak.

Membesarkan Anak Tunggal

Jika Anda berniat untuk hanya memiliki satu anak, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Ajak anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Anda bisa mengajak sepupu dan teman si kecil untuk bermain di rumah. Biarkan buah hati berinteraksi dengan banyak orang sejak usia dini agar ia memiliki keterampilan sosial.
  • Bebaskan si kecil untuk melakukan segala hal positif sendiri agar kreativitas dan kemandiriannya berkembang.
  • Jangan paksa anak melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Jangan pula memaksakan kehendak Anda, seperti memaksanya les ini dan itu.
  • Libatkan anak dalam percakapan atau diskusi guna memperkaya kosakata dan pengetahuannya.
  • Ajak si kecil terlibat dalam kegiatan di luar rumah. Selain bisa bersosialisasi dengan banyak orang, buah hati juga dapat menemukan kegiatan apa saja yang menjadi minatnya.
  • Ajarkan si kecil untuk disiplin dan mematuhi peraturan yang ada.
  • Ajak si kecil untuk berbagi, saling membantu, atau menjadi relawan agar tercipta sisi empati dalam dirinya.
Setiap anak unik dan berbeda, tak peduli apakah dia anak tunggal atau memiliki banyak saudara kandung. Yang terpenting adalah bimbingan dan arahan orang tua dalam mendidik dan mengajari si kecil untuk bisa memahami peranannya, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat.