Efek Keracunan Alkohol 70 Persen, Kerusakan Organ hingga Kematian

Produk cairan dengan kandungan alkohol hingga 70 persen pada umumnya digunakan sebagai bahan pendukung disinfektan, antibeku, dan pelarut. Pada dasarnya, produk ini berbahan utama isopropil alkohol. Meski bahan ini memiliki banyak manfaat medis yang menguntungkan, penanganannya tetap harus berhati-hati. Penanganan yang tidak tepat bisa berujung kepada bencana.

Isopropil alkohol merupakan senyawa yang larut di dalam air, etanol, eter, dan kloroform. Senyawa ini mampu melarutkan aneka jenis minyak, alkaloid, getah, dan resin alami. Berbeda dengan golongan alkohol lainnya, seperti etanol atau metanol, isopropil alkohol yang biasanya mengandung alkohol 70 persen ini tidak larut dengan larutan garam dan dapat dipisahkan dari larutan air dengan menambahkan senyawa natrium klorida (garam).

efek keracunan alkohol 70 persen kerusakan organ hingga kematian - Alodokter

Senyawa isopropil dengan kandungan alkohol 70 persen bisa digunakan sebagai antiseptik dan komponen untuk menggosok, sebagaimana digunakan oleh banyak pihak sebagai bahan anastesi dan antiseptik. Senyawa ini juga banyak digunakan sebagai campuran untuk bahan pelarut dan cairan pembersih.

Bahaya Alkohol 70 Persen

Secara alami, tubuh manusia masih sanggup menangani sejumlah kecil isopropil alkohol. Bahkan, ginjal sanggup menetralkan sekitar 20-50 persen isopropil alkohol (IPA) di dalam tubuh. Selebihnya dari itu akan dipecah menjadi aseton oleh enzim yang kemudian disaring keluar dari tubuh melalui paru-paru atau ginjal. Namun, jika jumlah isopropil alkohol yang biasanya mengandung alkohol 70 persen masuk secara berlebihan, maka kemungkinan besar akan mengalami kondisi keracunan.

Kadar isopropil alkohol yang bisa membuat tubuh keracunan adalah sekitar 200 ml bagi orang dewasa. Keberadaan senyawa ini di dalam tubuh hingga kemudian menyebabkan keracunan bisa terjadi karena terminum atau sekadar menghirup aromanya saja. Melihat dua faktor penyebab keracunan tersebut, maka waspadailah beberapa kemungkinan berikut ini.

  • Pada dasarnya, cairan alkohol yang diminum akan memberikan¬†efek samping berupa sensasi mabuk. Sebagian orang menggunakan isopropil alkohol sebagai campuran pada minuman yang sengaja ditujukan menimbulkan efek memabukkan.
  • Alkohol merupakan salah satu bahan utama untuk produk pembersih rumah tangga yang umumnya dijual bebas. Produk-produk ini kemudian berisiko digunakan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri dengan cara diminum atau dihirup.

Melalui penanganan medis yang tepat, akibat fatal dari keracunan isopropil alkohol yang mengandung alkohol 70 persen, dinilai jarang terjadi. Meski begitu, beberapa hal berikut bisa terjadi ketika seseorang mengalami keracunan akibat senyawa ini.

  • Mengalami cedera akibat efeknya yang memabukkan.
  • Mengalami kondisi koma yang tidak bisa diobati akibat gangguan pada sistem pernapasan.
  • Mengalami penurunan fungsi kardiovaskular.
  • Syok akibat mencerna isopropil alkohol dalam kadar yang berlebihan.

Untuk mencegah seseorang mengalami peningkatan gejala sakit atau bahkan kematian akibat keracunan senyawa ini, umumnya dokter akan merekomendasikan terapi suportif. Perawatan ini bertujuan untuk mengeluarkan alkohol dari tubuh dan menjaga agar tidak mengalami kegagalan fungsi organ. Terapi oksigen, penggantian cairan tubuh dan dialisis (cuci darah) adalah beberapa terapi yang mungkin dilakukan untuk menangani penderita yang mengalami keracunan akibat isopropil alkohol.