Efek Samping Obat Penambah Darah

Penyakit kekurangan darah dapat ditangani dengan mengonsumsi obat penambah darah. Di sini kita akan membahas jenis kondisi, obat yang untuk mengatasinya, serta efek samping obat penambah darah.

Anemia terjadi ketika darah tidak cukup memiliki sel-sel darah merah atau hemoglobin (bagian utama sel darah merah yang mengikat oksigen) yang sehat. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Sedangkan neutropenia adalah kondisi d imana jumlah neutrofil dalam tubuh rendah atau abnormal. Neutrofil ialah sejenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

efek samping obat penambah darah - alodokter

Anemia dan neutropia dapat diatasi dengan mengonsumsi obat penambah darah atau obat hematopoietik, yaitu obat yang terkait dengan produksi semua jenis sel darah seperti di bawah ini.

ANEMIA

Recombinant human erythropoietin

Obat ini digunakan untuk pengobatan anemia pada pasien anak-anak dan dewasa untuk gagal ginjal kronik, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, insufisiensi ginjal, penurunan kebutuhan transfusi pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, dan gejala pada pasien yang terinfeksi HIV dan diobati dengan zidovudin, serta pasien yang membutuhkan transfusi (ketergantungan transfusi). Fungsinya? Untuk meningkatkan kadar sel darah merah dan mencegah penurunan kadar hemoglobin pada pasien yang akan menjalani bedah tumor.

Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk pasien dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tak terkendali, hipersensitif terhadap produk derivat sel hewan mamalia atau albumin manusia, kejang, epilepsi, gagal hati kronik, kanker, ibu hamil, dan ibu menyusui. Obat penambah darah ini memiliki efek samping seperti hipertensi, sakit kepala, nyeri sendi, mual, pembengkakan, kelelahan, dan diare.

Methoxy polyethylene glycol dan epoetin beta

Obat ini digunakan untuk mengobati anemia pada pasien penyakit ginjal kronis dengan cara memberi sinyal pada sumsum tulang untuk membuat sel-sel darah merah. Epoetin beta juga disarankan untuk pengobatan simptomatik anemia ginjal pada pasien sebelum dialisis dan pencegahan anemia pada bayi prematur. Selain itu, berfungsi pula sebagai pencegahan dan pengobatan anemia pada pasien dewasa dengan tumor solid dan diobati dengan kemoterapi platinum-dasar yang cenderung menyebabkan anemia. Obat ini juga berfungsi meningkatkan produksi “autologous blood” sebelum donor darah dilakukan.

Perhatian, tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini bila Anda memiliki hipertensi tidak terkontrol, sedang dalam bulan terapi, mederita infark miokard atau stroke, angina pectoris tidak stabil, atau memiliki risiko thrombosis vena dalam.Methoxy polyethylene glycol dan epoetin beta memiliki efek samping sakit kepala, nyeri pada tubuh, diare, dan muntah.

NEUTROPENIA

Lenograstim

Obat penambah darah ini berfungsi mengurangi durasi neutropenia dan komplikasi pada pasien yang menjalani transplantasi sumsum tulang atau kemoterapi sitotoksik dengan neutropenia afebril. Dan seperti kebanyakan obat, lenograstim juga memiliki efek samping seperti diare, ruam kulit, nyeri perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri tulang, dan lain-lain.

Filgrastim

Filgrastim berfungsi menurunkan durasi neutropenia pada pasien dengan tumor, namun tidak dianjurkan untuk pasien gangguan ginjal atau hati berat, ibu hamil dan menyusui, dan anak-anak. Filgrastim memiliki efek samping seperti  sakit perut,gusi berdarah, diare, susah napas, pusing, wajah bengkak, sakit kepala, mual, muntah, demam, nyeri punggung, kulit pucat, sausa buang air kecil, sakit tenggorokan, urin berwarna merah atau gelap, dada sesak, dan kelelahan.

Pegfilgrastim

Obat penambah darah ini berfungsi menurunkan durasi neutropenia dan insiden neutropenia febril pada pasien kemoterapi sitotoksik. Efek sampingnya berupa pusing; demam; nyeri tulang, sendi, otot, dan kaki; panas dingin; batuk; sakit tenggorokan; bisul, luka, atau bintik putih di mulut.

Recombinant human granulocyte colony stimulating factor

Obat ini tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien dengan hipersensitif terhadap filgrastim atau produk G-CSF dan menderita leukemia. Sedangkan efek sampingnya berupa syok, ruam, mual, muntah, sindrom gawat pernapasan akut, dan lain-lain.

Jika Anda menderita penyakit kekurangan darah anemia atau neutropenia, dianjurkan untuk selalu menghubungi dokter agar obat yang diberikan sesuai dengan kondisi Anda. Selain itu, pastikan untuk memperhatikan dosisnya agar tidak muncul efek samping obat penambah darah yang Anda konsumsi.