Enuresis: Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Mengompol

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Enuresis adalah istilah medis untuk kebiasaan mengompol, yakni kondisi di mana seseorang tidak dapat menahan keluarnya air kencing ketika tidur. Tak hanya terjadi pada anak-anak, enuresis juga bisa terjadi pada orang dewasa. Yuk, ketahui penyebab dan cara mengatasinya.

Enuresis bisa bersifat nokturnal dan diurnal. Enuresis nokturnal merupakan istilah untuk kebiasaan mengompol pada malam hari, sedangkan enuresis diurnal adalah istilah untuk kebiasaan mengompol pada siang hari. Kondisi ini kerap dialami oleh anak usia di bawah lima tahun. Seiring bertambahnya usia, kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya lantaran meningkatnya kemampuan anak untuk mengontrol kandung kemihnya. Namun terkadang, kebiasaan mengompol ini juga bisa terjadi pada orang dewasa, lho!

Jenis dan Penyebab Enuresis yang Perlu Kamu Ketahui

Ada dua jenis enuresis, antara lain:

  • Enuresis primer: Enuresis yang kerap terjadi mulai dari bayi, enuresis nokturnal adalah bentuk enuresis primer yang paling umum terjadi.
  • Enuresis sekunder: Enuresis yang masih kerap terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mampu mengendalikan kandung kemihnya.

Pada orang dengan kontrol kandung kemih normal, saraf pada dinding kandung kemih akan mengirim pesan ke otak saat kandung kemih penuh. Otak kemudian mengirim pesan kembali ke kandung kemih agar dapat menahan keinginan berkemih hingga orang tersebut siap untuk pergi ke toilet. Tapi, orang dengan enuresis nokturnal memiliki masalah yang menyebabkan mereka buang air kecil tanpa disadari pada malam hari.

Ada beragam penyebab enuresis, baik pada anak atau pun pada orang dewasa, serta enuresis yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, antara lain:

  • Enuresis pada anak
    Penyebab enuresis pada anak-anak tidak diketahui dengan pasti, namun umumnya disebabkan karena Si Kecil tidak terbangun saat kandung kemihnya penuh, atau Si Kecil memproduksi urine berlebih dari biasanya. Beberapa faktor juga disebut bisa memicu terjadinya enuresis, yakni ukuran kandung kemih yang kecil, infeksi saluran kemih menetap, stres berat, dan tumbuh kembang anak yang terlambat. Enuresis baik yang sengaja atau tidak disengaja juga bisa berkaitan dengan gangguan mental, kelainan perilaku, serta gangguan emosional seperti kecemasan. Enuresis juga bisa dipicu oleh faktor keturunan.
  • Enuresis pada orang dewasa
    Tak jauh berbeda pada orang dewasa, penyebab enuresis meliputi ginjal yang memproduksi lebih banyak urine dari biasanya. Hal ini terjadi lantaran dua hal, yakni tubuh kurang memproduksi hormon ADH (Antidiuretic Hormone) yaitu hormon yang mengontrol produksi urine dengan mengirim sinyal pada ginjal. Atau sebalinya, ginjal tidak merespons dengan baik sinyal yang dikirimkan hormon ADH untuk memproduksi urine lebih sedikit saat tidur. Kadar hormon ADH ini juga bisa dipengaruhi oleh penyakit diabetes insipidus yang membuat Anda sering buang air kecil. Penyebab lainnya adalah kondisi di mana kandung kemih Anda tidak cukup menampung urine, atau otot kandung kemih yang terlalu aktif dan meremas kandung kemih di saat yang tidak tepat. Obat-obatan tertentu yang Anda konsumsi bisa mengiritasi kandung kemih serta dapat memicu terjadinya enuresis, salah satu contohnya adalah obat tidur atau obat antipsikotik.

Kondisi Medis yang Dapat Memicu Enuresis

Enuresis juga bisa terjadi lantaran kondisi medis yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyimpan dan menahan urine. Kondisi medis tersebut meliputi:

  • Kanker kandung kemih.
  • Penyakit pada prostat, seperti kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat.
  • Penyakit yang menyerang otak dan tulang belakang, seperti epilepsi, multiple sclerosis, atau penyakit Parkinson.
  • Uretra Uretra adalah saluran kemih yang membawa urine dari kandung kemih.
  • Sembelit.
  • Diabetes.
  • Gangguan saraf kemih (neurogenic bladder).
  • Sleep apnea atau pun kebiasaan mendengkur.
  • Penurunan organ panggul.
  • Gangguan pada pada struktur kandung kemih atau organ kencing lainnya.
  • Infeksi atau batu pada saluran kemih.

Beragam Cara Mengatasi Enuresis

Tidak ada penanganan khusus untuk enuresis pada anak. Enuresis ringan pada anak-anak juga tidak memerlukan obat-obatan medis. Anda hanya perlu melakukan beberapa hal untuk melatih Si Kecil agar tidak mengompol. Salah satu caranya adalah membiasakan Si Kecil untuk buang air kecil sebelum tidur. Hindari menghukum Si Kecil hanya karena mengompol. Sebagai gantinya, Anda bisa memintanya untuk membersihkan tempat tidur dan mencuci sprei setelah mengompol.

Jika anak mengalami enuresis berat, bisa ditangani dengan obat-obatan seperti desmopressin asetat, imipramine dan antidepresan. Namun, obat-obatan tersebut tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak di bawah usia 6 tahun.

Sedangkan enuresis pada orang dewasa dapat ditangani dengan beragam cara, mulai dari cara sederhana, obat-obatan, hingga prosedur operasi. Untuk menangani enuresis yang mungkin disebabkan karena kondisi medis tertentu, perlu dimulai dengan serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan fisik diikuti tes urine untuk menemukan tanda infeksi, ada atau tidaknya bakteri, serta gangguan lain pada area kandung kemih, saluran kemih, hingga ginjal Anda. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi enuresis pada orang dewasa:

  • Hindari minum air, minuman beralkohol, dan kafein sebelum tidur. Mengonsumsi minuman tersebut dapat merangsang kandung kemih.
  • Anda bisa mengatur waktu alarm berbunyi di malam hari agar Anda terbangun untuk buang air kecil.
  • Obat-obatan seperti desmopressin, imipramine, tolterodin, dan solifenacin bisa mengurangi produksi urine dan menenangkan otot kandung kemih yang terlalu aktif.
  • Tindakan medis. Beberapa prosedur medis seperti augmentasi kandung kemih (pembedahan untuk memperbesar kandung kemih), stimulasi saraf sakral (membantu mengendalikan kandung kemih yang terlalu aktif), serta detrusor myectomy (prosedur bedah untuk menghilangkan sebagian atau seluruh otot di sekitar kandung kemih) mungkin diperlukan jika obat-obatan dan metode penganganan lain tidak bisa mengatasi enuresis.

Tips Anti Repot karena Mengompol

Tidak ingin repot membersihkan bekas "ompol" Si Kecil, Anda bisa melakukan beberapa cara antara lain dengan meletakkan alas atau kerap disebut perlak bayi yang anti-air di atas kasur atau sprei di tempat tidur Anak. Anda juga bisa mengantisipasi kerepotan dengan menggunakan pampers. Jangan lupa gunakan kain pembersih dan losion kulit khusus untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi atau anak.

Apabila Anda mencurigai enuresis disebabkan oleh kondisi medis tertentu, segera konsultasikan penanganannya pada dokter.

Referensi