Epilepsi pada Anak: Bagaimana Cara Menghadapinya?

Ketika anak menderita epilepsi, rasa khawatir pastinya tidak berhenti menyelimuti pikiran Anda. Apalagi ketika harus melihatnya kejang-kejang akibat epilepsi. Meski berat, Anda harus tetap menghadapi epilepsi pada anak dengan cara yang benar.

Epilepsi merupakan sebuah kelainan pada sistem saraf pusat atau lebih tepatnya gangguan pada aktivitas sel saraf di otak. Selain kejang-kejang, penderita juga akan menampakkan perilaku yang tidak biasa dan kadang-kadang kehilangan kesadaran dirinya.

epilepsi pada anak bagaimana cara menghadapinya - alodokter

Lantas, bagaimana cara menghadapi anak dengan epilepsi? Berikut tipsnya:

Siapkan kebutuhan obat-obatannya

Obat-obatan untuk epilepsi bertujuan bukan untuk menyembuhkan tapi mengontrol reaksi yang ditimbulkan oleh penyakit itu. Karena itu, siapkan selalu obat-obatan yang dibutuhkan oleh anak Anda.

Ada banyak jenis obat-obatan yang tersedia untuk menangani epilepsi pada anak. Obat-obatan tersebut antara lain:

  • Phenytoin.
  • Carbamazepine.
  • Divalproex sodium.
  • Ethosuximide.
  • Topiramate.
  • Gabapentin.
  • Oxcarbazepine.
  • Zonisamide.
  • Lamotrigine
  • Felbamate.

Obat-obatan tersebut umumnya memiliki efek samping seperti pusing, mual, pening, penglihatan ganda, ruam, dan ketidakseimbangan tubuh. Sementara efek samping yang jarang terjadi antara lain hiperaktif, depresi dan mudah tersinggung.

Pastikan anak Anda mendapat obat yang tepat dengan kondisinya. Konsultasikan ke dokter jika Anda bingung menentukan obat epilepsi yang tepat untuknya.

Jika anak Anda telah memasuki bangku sekolah, pastikan dia mengetahui tata cara pemakaian obat tersebut seperti dosis dan waktu meminumnya saat di sekolah. Jelaskan pula kondisi anak Anda pada gurunya.

Dekati dari sisi kejiwaannya

Anak yang menderita epilepsi mungkin mengalami gangguan emosional seperti rendah diri atau depresi. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi pada buah hati Anda. Untuk menguatkan kondisi kejiwaannya, jelaskan seluk-beluk penyakit yang dideritanya seperti apa itu epilepsi, seperti apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Tumbuhkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa Si Kecil masih bisa melakukan aktivitas yang dia suka, namun harus dilakukan secara hati-hati atau perlu pengawasan. Bantu Si Kecil untuk memahami bahwa ‘menjadi berbeda’ adalah hal yang normal, anjurkan untuk terus berfokus pada apa yang bisa dia lakukan. Dia juga masih bisa berprestasi, karena epilepsi tidak memengaruhi kecerdasannya.

Katakan pula kondisi yang dialami anak Anda pada seluruh anggota keluarga dan teman-temannya agar tidak terlontar kata-kata yang bisa menyakiti hatinya. Jelaskan kepada mereka bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menjauhinya.

Jaga keselamatannya

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya dampingi anak Anda ketika dia sedang menjalani aktivitas yang bisa membahayakan nyawanya, misalnya berenang. Ditakutkan, epilepsinya kambuh ketika dia sedang bermain di air. Ketika hal itu terjadi, segera keluarkan dia dari air. Atau pakaikan pelindung kepala saat ia bersepeda dan jangan biarkan dia bersepeda sendirian.

Saat berada di kamar mandi, beri tahu dia agar tidak mengunci pintu kamar mandi. Jika sewaktu-waktu dia mengalami kejang-kejang, Anda bisa dengan mudah menolongnya.

Jangan biarkan Si Kecil terlalu kelelahan dan mengalami demam karena hal ini bisa memicu terjadinya kejang-kejang.

Ketika melihatnya kejang

Saat kondisi seperti ini, sebaiknya Anda jangan panik. Fokus saja pada kondisi anak Anda. Pastikan posisikan dia dalam keadaan yang aman. Jauhkan dia dari benda-benda yang tajam, benda yang keras, tangga, dan perabot rumah. Setelah itu, baringkan tubuhnya ke arah kanan agar cairan dalam mulutnya bisa keluar.

Selama dan setelah kejang berakhir, anak Anda mungkin ketakutan dan bingung dengan kondisi yang dialami. Tenangkanlah dia dengan berkata bahwa semua baik-baik saja dan bahwa Anda selalu ada di sisinya. Biarkanlah dia untuk beristirahat. Hindari memberikan obat tambahan kecuali diresepkan oleh dokter.

Kejang-kejang bukanlah kondisi yang mengancam nyawa, namun jika hal itu berlangsung lebih dari lima menit dan disertai sesak napas, segera kunjungi dokter.

Bila Si Kecil mengalami gangguan perilaku ataupun gangguan belajar, segera konsultasikan obat-obatannya kepada dokter. Karena bisa jadi efek samping obat memperburuk gangguan itu sendiri. Anda bisa mendapatkan pendapat pakar yang lebih ahli untuk membantu Si Kecil mengatasi gangguan ini, seperti psikolog anak atau konselor kesehatan mental.

Epilepsi pada anak memang terdengar seperti sesuatu yang mengerikan. Tapi dengan penanganan yang tepat seperti memberikan obat-obatan dan mengunjungi dokter secara rutin, ditambah mengawasi aktivitasnya, kemungkinan bisa mengurangi risiko anak terkena bahaya. Jika kondisinya semakin memburuk setelah mengonsumsi obat-obatan, Anda bisa konsultasi ke dokter. Kemungkinan dokter akan melakukan terapi atau bahkan operasi pada anak Anda jika memang dibutuhkan.