Fakta Cara-Cara Onani pada Pria

Onani merupakan rangsangan diri ke alat kelamin untuk mencapai kenikmatan dan gairah seksual. Menurut sisi medis, aktivitas ini normal dan aman untuk dilakukan untuk mengatasi ketegangan seksual dan stres. Meski begitu, cara-cara onani sesuai kaidah medis tetap perlu dipahami agar tidak membahayakan kesehatan seksual Anda.

Masturbasi atau onani masih dipandang sebagai topik yang tabu oleh sebagian kalangan. Akan tetapi, pandangan ini perlahan-lahan berubah seiring adanya fakta bahwa onani merupakan aktivitas seksual yang paling aman karena tidak melibatkan hubungan badan sehingga meminimalkan penyebaran penyakit menular seksual (PMS) dan menghindari kehamilan.

how to masturbate safely_compress

Lalu, Bagaimana Cara Onani yang Baik untuk Kesehatan Pria?

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam melakukan onani atau bersanggama. Ini merupakan kondisi normal dalam perkembangan seksual yang dialami pria dan wanita. Terutama pada kaum pria, onani dilakukan dengan cara menyentuh, memijat, atau menggesek penis. Berikut ini fakta-fakta tentang onani dari sudut pandang kaum pria.

  • Onani melibatkan hasrat atau gairah seksual untuk menyentuh alat kelamin.
  • Sebelum bisa berbicara, anak laki-laki lebih dulu menemukan kesenangan dengan alat kemaluannya.
  • Kebanyakan kaum pria melakukannya dengan memegang kemaluan menggunakan tangan dominan.
  • Umumnya para pria menggenggam atau meremas batang kemaluan dengan satu tangan atau di antara ibu jari dan jari tengah.
  • Sentuhan pertama ke kemaluan dilakukan secara perlahan-lahan. Hingga hasrat seksual memuncak yang menyebabkan gerakan tangan ke penis makin cepat.
  • Ketika mencapai puncak gairah seksual (orgasme), pria akan mengalami ejakulasi. Ejakulasi adalah keluarnya semen atau air mani, yaitu cairan pembawa sel-sel sperma. Air mani yang dikeluarkan umumnya sebanyak 5 ml, tapi bisa lebih banyak apabila pria tidak berejakulasi dalam kurun waktu tertentu.
  • Pada kasus tertentu, kaum pria berimajinasi seksual ketika beronani.
Inilah fakta-fakta cara onani yang sering terjadi pada kaum pria. Dalam pandangan medis, bila dilakukan tidak terlalu sering atau tidak mengganggu hubungan dengan pasangan, onani tidak membahayakan kesehatan fisik. Perlu diketahui, onani yang melibatkan orang lain atau pasangan berisiko menularkan penyakit menular seksual (PMS). Walau risiko ini tergolong minim, asalkan tidak terjadi kontak langsung dengan penderita PMS atau tercampurnya cairan sperma dari satu orang ke yang lainnya.

Akan tetapi, cara-cara onani yang keliru bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan Anda. Seperti halnya aktivitas minum air putih atau ketika lari pagi yang sebenarnya aman, namun tetap tidak terbebas dari risiko tersedak atau terpeleset. Terlalu sering dan kasar saat beronani dapat menyebabkan iritasi pada alat kelamin.

Kemungkinan cedera terburuk yang bisa terjadi pada alat kelamin diakibatkan oleh onani yang terlalu bersemangat sehingga mengakibatkan kondisi alat kelamin berwarna ungu seperti terung dan bengkak. Hal ini terjadi karena penis yang sedan ereksi dipaksa membengkok sehingga pembuluh darah pecah dan penis pun membengkak. Dalam banyak kasus, kondisi ini perlu ditangani melalui pembedahan.  Sentuhan dan gesekan yang berulang-ulang secara kasar dapat mengakibatkan nyeri, memar, dan luka pada alat kemaluan.

Namun, jika cara-cara onani yang keliru mengganggu kualitas hubungan pribadi, kehidupan sosial, bahkan merusak alat kelamin, segera hentikan kebiasaan ini. Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik dari situasi yang Anda alami.