Fakta dan Mitos Terkait Manfaat Minum Air Hangat

Mengonsumsi air hangat dipercaya mendatangkan manfaat kesehatan lebih banyak dibandingkan minum air dingin. Klaim ini bisa jadi benar pada beberapa hal dan kondisi tertentu.

Tubuh akan kehilangan cairan melalui keluarnya keringat saat beraktivitas dan terpajan hawa panas. Selain itu, cairan tubuh akan keluar melalui pembuangan urine dan kotoran serta uap yang keluar tiap mengembuskan napas serta dari pori-pori kulit, ungkap seorang ahli ginjal. Konsumsi air diperlukan untuk mengganti cairan tersebut  sehingga metabolisme tubuh dapat tetap bekerja dengan lancar.

fakta dan mitos minum air hangat-alodokter

Namun apakah manfaat minum air hangat memang lebih baik dibandingkan air dingin? Ada baiknya untuk mencermati apa saja fakta dan mitos yang berada di balik tiap anggapan yang beredar selama ini.

Fakta

Kondisi-kondisi berikut benar-benar bisa diatasi berkat manfaat minum air hangat.

Meredakan sakit tenggorokan

Air dingin, apalagi air es, dapat memperparah kondisi sakit tenggorokan. Ganti air minum Anda dengan air hangat untuk meredakannya. Cairan yang hangat akan membantu tubuh untuk mengurangi iritasi tenggorokan. Anda dapat menambahkan jahe, lemon atau madu untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan dengan segera.

Untuk mendapatkan manfaat lebih banyak, Anda dapat berkumur dengan setengah sendok teh garam dapur yang ditambahkan ke dalam secangkir air hangat. Rasa sakit pada tenggorokan umumnya disertai peradangan dan pembengkakan pada sel-sel membran mukosa. Air garam hangat dapat mengurangi pembengkakan sehingga tenggorokan terasa lebih lega. Gunakan campuran air garam tadi untuk berkumur tiga kali sehari selama 30 detik.

Meredakan nyeri akibat menstruasi (dismenorrhea)

Manfaat minum air hangat juga berperan meredakan rasa sakit saat wanita mengalami haid. Minum cairan dalam jumlah yang cukup dapat mencegah tubuh menahan cairan di dalam. Akibatnya, nyeri haid dapat berkurang. Selain itu, minum air hangat biasanya lebih baik karena dapat merelaksasi otot yang kram. Ditambah lagi konsumsi air hangat dapat meningkatkan aliran darah ke kulit.

Mitos

Nah, khusus mengenai kondisi-kondisi berikut sebenarnya tidak bisa diatasi dengan mengonsumsi air hangat. Apa saja mitos-mitos yang dimaksud?

Membersihkan saluran pencernaan

Terdapat sebuah cara detoksifikasi yang terkenal menggunakan kurang lebih satu liter air hangat dicampur garam setiap pagi. Metode ini diakhiri dengan mengonsumsi teh pencahar di malam hari. Cara ini dipercaya dapat mengurangi berat badan, mengembalikan tenaga, dan mengurangi gejala kronis seperti arthritis dan nyeri otot.

Walau demikian, sampai saat ini tidak ada bukti klinis yang mendukung cara tersebut. Hal ini justru berbahaya karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan akibat diare yang dipicu oleh air garam dan teh pencahar tadi. Dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan flora normal usus, koma hingga kematian dapat menjadi efeknya.

Membakar lebih banyak kalori

Ada klaim yang menyatakan bahwa mengonsumsi air hangat membakar lebih banyak kalori dibandingkan air dingin. Justru fakta yang ada mengungkap sebaliknya, mengonsumsi air es dikatakan dapat membakar 8 kalori tubuh. Hal ini dikarenakan suhu tubuh akan meningkat untuk menghangatkan air dingin. Tetapi jumlah kalori yang sangat sedikit (8 kalori sama kadarnya dengan sejumlah kecil asinan) ini sangatlah tidak signifikan jika dibandingkan dengan aktivitas lain, seperti 70 persen kalori yang dibakar agar tubuh berfungsi, atau olahraga yang dapat membakar sekitar 20 persen kalori. Namun bagaimanapun tetap penting untuk mengonsumsi cairan, baik hangat maupun dingin.

Meskipun banyak dari klaim di atas belum sepenuhnya tepat, tapi setidaknya mengonsumsi air mineral secukupnya tiap hari adalah saran terbaik untuk menjaga tubuh terhidrasi secara optimal. Selain mencukupi kebutuhan cairan dari air putih, Anda bisa mendapatkan cairan dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, dan tomat.