Fakta-fakta Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar

Ada berbagai alasan yang mungkin mendasarimu untuk mencoba melahirkan secara normal setelah melakukan operasi caesar. Salah satunya mungkin kamu merasa belum menjadi wanita seutuhnya apabila tidak pernah mencoba melahirkan dengan jalan alamiah ini. Nah, fakta-fakta berikut bisa dijadikan pedoman untuk kamu yang berencana melakukan prosedur ini.

Intinya, kesempatanmu merasakan ‘nikmatnya’ melahirkan secara normal mungkin masih terbuka lebar. Meski begitu, tetap ada risiko yang mungkin saja terjadi saat di ruang persalinan. Berikut penjelasannya:

Fakta-fakta Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar

Fakta 1: Tanda-tanda kamu kandidat yang tepat

Hampir semua wanita yang pernah menjalani operasi caesar merupakan kandidat yang tepat. Untuk lebih jelasnya, berikut kriteria yang harus kamu penuhi jika ingin melakukan prosedur ini:

  • Kamu memiliki panggul besar yang memungkinkan bayi dapat melewatinya dengan aman.
  • Garis sayatan pada rahim letaknya rendah dan arahnya melintang (horizontal). Jika tipe sayatan tersebut vertikal atau membentuk huruf T yang dikenal dengan sayatan klasik, kamu lebih berisiko mengalami ruptur uteri atau rahim robek. Ingat, bahwa tipe jaringan parut pada rahim dan kulit perut bisa berbeda.
  • Kamu belum pernah menjalani operasi rahim yang jangkauannya luas.
  • Kamu tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat membuat proses melahirkan secara normal berisiko, seperti plasenta previa.
  • Rahimmu belum pernah robek.
  • Posisi kepala bayimu berada di bawah.

Fakta 2: Kemungkinan kamu sukses melahirkan secara normal

Dari 5 wanita yang menjalani prosedur ini, sekitar 3 hingga 4 wanita sukses melahirkan secara alamiah. Pokoknya, selama kamu mengantongi kriteria di atas, kamu memiliki kesempatan untuk melaluinya dengan sukses.

Meski begitu, tidak ada teori pasti yang bisa memprediksi apakah nantinya persalinanmu dapat berakhir sesuai keinginan atau malah kembali ke jalur caesar.

Tapi ada beberapa faktor yang sepertinya bisa menurunkan tingkat kesuksesanmu, misalnya kamu memiliki berat badan berlebihan, usiamu tidak lagi muda, bobot bayimu di atas 4 kg, usia kehamilan melampaui 40 minggu, atau jarak kehamilanmu yang sekarang dan terdahulu hanya satu setengah tahun atau bahkan kurang dari periode tersebut.

Oia, kesuksesanmu menjalani prosedur ini juga dapat menurun jika kamu pernah menjalani operasi caesar sebanyak dua kali atau lebih.

Fakta 3: Ini manfaat yang bisa kamu peroleh

Jika kamu berencana memiliki banyak anak, maka jalan ini bisa jadi pilihan yang tepat. Mengapa? Itu karena melahirkan secara normal bisa meminimalkan efek buruk akibat menjalani operasi caesar berulang kali seperti perdarahan hebat, gangguan pada plasenta, atau gangguan pernapasan pada bayi.

Proses pemulihan usai melahirkan secara normal juga lebih cepat ketimbang operasi caesar.

Fakta 4: Pahami risikonya, yah

Ada beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi seperti:

  • Bayimu berisiko mengalami komplikasi serius yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang atau bahkan kematian. Risiko bisa lebih tinggi jika prosedur melahirkan secara normal usai caesar tidak berjalan lancar.
  • Meski jarang terjadi, rahim dan bekas sayatan operasi caesar yang terdahulu mungkin bisa robek. Jika hal ini terjadi, kamu harus kembali menjalani operasi caesar.
  • Jika persalinan normal tidak berjalan lancar, kamu dapat berakhir dengan operasi caesar yang tidak terencana. Hal ini meningkatkan kesempatanmu mengalami komplikasi seperti perdarahan hebat. Meski jarang terjadi, rahim dan sayatan operasi bisa terinfeksi.

Apabila kamu berencana melahirkan secara normal setelah operasi caesar, persiapkan dirimu baik-baik dengan sering berkonsultasi ke dokter. Pilih juga rumah bersalin yang menyediakan program ini. Pastikan juga kamu ditangani oleh tim medis yang sudah berpengalaman.