Fakta Menarik dan Variasi Posisi Misionaris yang Perlu Anda Ketahui

Posisi misionaris kerap disebut sebagai teknik dasar bercinta. Posisi ini sangat natural dan mudah untuk dilakukan. Berikut beberapa fakta serta variasi posisi misionaris yang perlu Anda ketahui.

Posisi misionaris mulai dikenal luas pada tahun 1960-1970-an sebagai salah satu posisi paling tepat dan alami dalam ritual bercinta. Posisi ini dianggap paling umum karena nyaman dan mudah dilakukan, serta memungkinkan untuk melakukan penterasi yang baik. Posisi misionaris dilakukan dengan cara wanita berbaring telentang dengan kaki terbentang dan lututnya sedikit tertekuk. Sedangkan sang pria terbaring  menghadap di antara kaki wanita dan membimbing penisnya ke dalam vaginanya, menopang berat tubuhnya dengan lengan atau siku.

Terdapat sejumlah fakta menarik terkait posisi misionaris, baik dalam kaidah medis, psikologi, hingga seksualitas. Berikut beberapa fakta menarik posisi misonaris yang perlu Anda ketahui:

  • Bagi para pasangan yang ingin segera memiliki momongan, posisi misionaris bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan, pasalnya posisi misionaris dianggap paling optimal untuk proses pembuahan, meski tidak ada penelitian yang memastikan pernyataan ini. Dan untuk meningkatkan kemampuan sperma berenang menuju sel telur, Anda disarankan untuk meletakkan bantal di bawah pinggul serta mengangkat kaki  dan pertahankan posisi tersebut  atau tetap dalam posisi berbaring sekitar 15-20 menit setelah berhubungan seks. Sebenarnya, hampir semua posisi bersetubuh memungkinkan Anda untuk hamil, namun ada beberapa posisi yang menentang gravitasi seperti duduk dan berdiri yang bisa membuat sperma kesulitan berenang menuju sel telur.
  • Setiap posisi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika Anda bertanya apa posisi seks yang terbaik? Jawabannya pasti berbeda pada setiap pasangan. Beberapa menyebutkan bahwa posisi misionaris tidak begitu baik dalam memberikan kenikmatan pada wanita, karena hanya memberi sedikit rangsangan pada klitoris.
  • Kendati kurang memberi rangsangan pada klitoris, posisi misionaris menawarkan keintiman emosional yang hebat melalui posisi  saling tatap mata. Di samping itu, fleksibilitas untuk saling berpelukan dan berciuman pada posisi senggama yang satu ini sangat tinggi.
  • Posisi misionaris bisa dilakukan pada saat kehamilan di trismester pertama dan kedua. Posisi ini memungkinkan Anda berbaring dan rileks saat pasangan Anda melakukan penetrasi. Berbaring dengan saling menatap wajah membantu meningkatkan keintiman dengan pasangan Anda. Namun pada trismester ketiga dengan perut yang sudah membesar, posisi misionaris nampaknya kurang nyaman untuk Anda lakukan. Pada trimester ketiga, Anda mungkin merasa pusing jika berbaring telentang. Jika Anda masih ingin dalam posisi misionaris, coba gunakan bantal untuk mengangkat posisi tubuh sedikit agar Anda merasa lebih nyaman saat melakukannya.
Variasi Posisi Misionaris

Kendati dianggap sebagai teknik dasar dalam bercinta dan kurang memberi rangsangan pada klitoris wanita, posisi misionaris sebenarnya juga bisa memberikan sensasi dahsyat dalam bercinta. Berikut beberapa variasi posisi misionaris yang bisa Anda lakukan:

  • CAT Style Posisi Coital Alignment Technique (CAT) pertama kali diperkenalkan oleh seorang peneliti seks Edward Eichel pada tahun 1988. Posisi CAT diklaim dapat membantu wanita mengalami orgasme dalam posisi misionaris. Posisi CAT juga mewakili variasi misionaris yang memberikan keintiman dan kenikmatan yang erotis. Posisi CAT adalah modifikasi gaya bercinta misionaris. Pada posisi ini, Anda dan pasangan saling berhadapan. Posisi pinggul pria diangkat lebih tinggi, sehingga kedua kaki Anda digantungkan dan dilingkarkan di pinggulnya. Hal ini membuat gaya penetrasi jadi lebih vertikal sehingga memungkinkan terjadinya stimulasi pada area klitoris wanita dan membuat wanita lebih mudah orgasme.
  • Posisi Misionaris Modifikasi Pada posisi ini, Anda berbaring di tepi tempat tidur, dengan kaki membentang atau diangkat sesuai kenyamanan, sementara Si Pria melakukan penetrasi dengan posisi berdiri atau juga bisa berlutut. Posisi ini bisa dilakukan dalam kondisi tidak hamil atau dalam masa kehamilan hingga trismester ketiga. Anda bisa menopangkan kaki di pinggang pasangan Anda, menariknya masuk dan mengatur kecepatan dorongan saat penetrasi. Tangan pasangan Anda juga bebas membelai payudara atau merangsang klitoris Anda. Jika Anda melakukannya pada masa trismester tiga kehamilan dan mulai merasa pusing, letakkan beberapa bantal di belakang punggung atas dan kepala untuk menopang tubuh.
Selain posisi misionaris, ada beberapa posisi bercinta lainnya yang bisa Anda lakukan untuk menikmati hubungan intim lebih baik dan memungkinkan Anda untuk mengalami orgasme secara bersamaan. Namun demikian, setiap pasangan tetap harus bereksperimen untuk mencari tahu posisi apa yang sesuai dan nyaman untuk mereka lakukan.