Faktor Penentu Seseorang Menjadi Homoseksual

Homoseksual tidak disebabkan kelainan mental. Tapi, menjadi seorang homoseksual bisa berisiko mengalami kalian mental akibat diskriminasi dan juga perundungan (bullying).

Homoseksual adalah istilah untuk orang yang tertarik secara personal, emosional, atau seksual kepada orang berjenis kelamin sama dengannya. Jika orang tersebut laki-laki, maka umumnya dikenal dengan istilah ‘gay’, sementara jika perempuan ‘lesbian’.

Faktor Penentu Seseorang Menjadi Homoseksual-Alodokter

Tidak ada kesepakatan pasti yang diyakini peneliti dalam menentukan penyebab orang menjadi homoseksual. Peneliti umumnya percaya bahwa orientasi seksual seseorang ditentukan dari kombinasi berbagai faktor, antara lain lingkungan, budaya, emosional, hormonal, dan biologis. Maka setiap orang yang menjadi homoseksual pasti dipengaruhi oleh latar belakang yang berbeda.

Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, homoseksual diduga lebih umum terjadi pada pria yang memiliki kakak kandung laki-laki, meski mereka tidak dibesarkan bersama. Data ini menunjukkan kemungkinan bahwa homoseksual bisa jadi disebabkan oleh kelebihan hormon laki-laki yang bernama androgen saat janin masih dalam tahap pertumbuhan. Sementara penyebab lain, seperti latar belakang keluarga yang tidak harmonis atau pola asuh di masa kecil, masih belum terbukti.

American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa homoseksualitas bukanlah sebuah kondisi akibat gangguan mental. Begitu juga Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi III (PPDGJ III) yang diterbitkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1993, menyebutkan bahwa orientasi seksual bukanlah suatu gangguan.

Meski demikian, homoseksual tidak lepas dari masalah dalam interaksi sosial karena adanya prasangka, stigma, dan diskriminasi, sehingga tidak jarang kaum homoseksual memilih untuk menyembunyikannya.

Untuk saat ini, bisa disimpulkan bahwa orientasi seksual seseorang ditentukan dari kontribusi berbagai faktor. Faktor-faktor lingkungan dan sosial diduga paling berperan dalam menentukan orientasi seksual seseorang. Riwayat pelecehan seksual mungkin bisa berperan tapi tidak serta merta menyebabkan seseorang menjadi gay atau lesbian.