Feses Berwarna Hijau Ternyata Normal

Perubahan warna feses atau tinja bisa mengejutkan. Namun, feses berwarna hijau sebenarnya tidak perlu memicu kecemasan berlebih ketika Anda atau anggota keluarga mengalaminya. 

Feses berwarna hijau dianggap normal dengan beberapa faktor pemicu seperti diare atau terlalu banyak mengonsumsi sayur berwarna hijau.

feses berwarna hijau ternyata normal - alodokter

Gangguan Proses Pencernaan

Proses sisa makanan yang dikonsumsi menjadi feses membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Ketika seseorang mengalami diare, maka masa proses pencernaan menjadi lebih pendek. Sehingga tidak cukup waktu proses pada usus yang akan menghasilkan warna kecokelatan, akibatnya feses berwarna hijau.

Selain itu, feses berwarna hijau juga kemungkinan disebabkan terlalu banyak konsumsi sayuran hijau ataupun suplemen zat besi. Meski begitu, suplemen tersebut,lebih umum menyebabkan feses berwarna hitam.

Wanita hamil seringkali mengalami perubahan warna feses, karena suplemen zat besi atau suplemen lainnya. Selain itu, wanita hamil sering mengalami sulit buang air besar atau wasir yang dapat memicu timbulnya darah pada feses.

Umumnya, segera setelah diare berhenti atau mengurangi asupan sayur berwarna hijau, maka feses berwarna hijau akan kembali normal dalam beberapa hari.

Namun, untuk diare yang terjadi lebih dari 2-3 hari dapat berisiko menyebabkan dehidrasi, sehingga memerlukan pemeriksaan dokter. Selain itu, jika perubahan feses berwarna hijau berlarut-larut atau disertai dengan gejala lain seperti muntah, demam, sakit perut, juga disarankan segera konsultasi dengan dokter.

Warna Feses yang Diwaspadai

Feses berwarna hijau atau warna lain selain hitam atau kemerahan, masih dianggap normal.

Warna feses hitam atau kemerahan dianggap berbahaya karena kemungkinan terjadi perdarahan pada organ bagian dalam dan perlu segera dilakukan tindakan dan pengobatan. Feses berwarna hitam karena perdarahan umumnya juga berbau busuk dan lebih lengket dibanding feses pada umumnya.

Perubahan warna feses tidak dapat menjadi satu-satunya gejala yang digunakan dokter untuk mendiagnosis pasien. Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta memperhatikan riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan perubahan pola makan yang dapat memicu perubahan warna feses.

Kemudian, feses dapat diperiksa untuk melihat apakah ada darah, lemak, atau infeksi di dalamnya. Jika perubahan warna feses dianggap berisiko, dokter dapat memeriksa beberapa organ penting seperti pankreas, hati, atau sistem pencernaan.

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Tiga kunci agar saluran pencernaan lancar dan feses normal, maka diperlukan pola makan kaya serat, asupan air cukup, dan berolahraga teratur. Anda dapat mengonsumsi sereal atau roti dengan kandungan gandum utuh, buah dan sayuran segar, serta kacang-kacangan.

Asupan air yang cukup akan memperlancar proses keluarnya feses secara teratur, kemudian olahraga akan meningkatkan proses metabolisme dan pencernaan pada tubuh.

Pada umumnya, feses berwarna hijau tidak berbahaya. Meski demikian, jika terjadi berlarut-larut atau disertai dengan gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter.