Fokus dengan Pantangan Darah Tinggi, Jangan Kena Jebakan Ini

Pantangan darah tinggi yang paling sering dijadikan peringatan bagi penderitanya adalah makanan. Hal ini penting sebab efek tidak langsung dari mengonsumsi makanan yang nutrisinya tidak terjaga dengan baik berpotensi memperburuk kondisi penyakit yang diderita.

Banyak orang yang mengabaikan jumlah kalori di dalam makanan yang dikonsumsi. Selain mempersulit seseorang meraih berat badan ideal, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal ataupun mengurangi berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah tinggi Anda.

fokus dengan pantangan darah tinggi jangan kena jebakan ini - alodokter

Selain jumlah kalori, mengurangi jumlah garam pada diet sehari-hari Anda juga penting. Pada penderita hipertensi, jangan mengonsumsi garam lebih dari 1500 miligram per hari. Adapun kandungan pada makanan yang dapat membantu menjaga kestabilan tekanan darah antara lain serat, magnesium, dan kalium.

Berikut adalah aneka makanan yang berpotensi menggagalkan upaya seseorang menurunkan tekanan darah tinggi.

Makanan kemasan dan kulit ayam

Lemak jenuh dan lemak trans merupakan dua musuh utama bagi seorang penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Salah satu makanan enak yang kaya akan lemak jenuh adalah kulit ayam. Sumber makanan enak lainnya yang kaya lemak jenuh adalah daging merah, mentega, dan susu tinggi lemak. Penyumbang terbesar lemak trans adalah minyak terhidrogenasi yang berada pada makanan kemasan dan siap saji, antara lain gorengan, permen, keripik, biskuit, dan kue (cake). Berbagai daging berlemak dan produk susu juga mengandung trans fat dalam jumlah kecil.

Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans adalah kabar buruk bagi penderita tekanan darah tinggi. Keduanya dapat meningkatkan kandungan LDL atau kolesterol jahat. Melonjaknya kadar kolesterol jahat menjadikan penderita tekanan darah tinggi dapat makin memburuk keadaan tekanan darahnya dan kian rentan terkena penyakit jantung koroner.

Makanan kemasan yang dibekukan

Cukup dengan melihat hidangan piza yang masih hangat sudah bisa membuat air liur menetes. Namun ketahuilah bahwa kandungan sodium di dalamnya bisa merupakan pantangan bagi penderita tekanan darah tinggi. Bayangkan jumlah garam pada kombinasi keju, saus tomat, roti, dan daging asap.

Efek buruk piza akan makin meningkat bagi penderita hipertensi jika mereka membeli piza beku. Walau penyajiannya sangat praktis karena tinggal dihangatkan, namun ketahuilah piza beku telah ditambahkan lebih banyak garam daripada piza yang langsung disantap. Kandungan garam pada tiap seperenam potongan piza beku bisa mencapai satu gram bahkan lebih. Ketebalan kerak dan toping juga berbanding lurus dengan kandungan garamnya.

Kopi dan minuman berkafein lainnya

Menyeruput kopi dan teh di pagi hari adalah sesuatu yang nikmat dan menyenangkan. Selain itu, menenggak soda yang menyegarkan tidak kalah menyenangkan, bukan? Sayangnya, ketiga minuman tersebut mengandung kafein yang dapat berkontribusi buruk bagi penderita hipertensi. Kafein adalah zat yang mampu menaikkan kadar tekanan darah peminumnya secara sementara.

Pemilik tekanan darah tinggi sebaiknya menanyakan kepada dokter apakah perlu membatasi minuman berkafein atau tidak. Jika Anda takut kafein dapat memengaruhi tekanan darah Anda, maka sebaiknya batasi minuman berbahan tersebut hanya 200 mg per hari. Jumlah tersebut setara dengan secangkir kopi racik (brewed coffee) dengan kapasitas 355 ml.

Acar

Siapa yang tidak suka makan sambil ditemani dengan segarnya acar sayuran? Agar tahan lama dan enak, acar biasanya diberi garam. Sayangnya, kandungan garam berlebihan dapat berefek buruk bagi kesehatan penderita hipertensi. Kandungan garam di dalam acar bisa mencapai 300 miligram. Sebagai langkah antisipasi, acar yang bisa dijadikan pilihan adalah acar mengandung garam di bawah 100 miligram.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, menjalani gaya hidup sehat adalah salah satu kunci untuk memelihara tekanan darah tetap stabil. Selain menghindari makanan yang menjadi pantangan darah tinggi di atas, lakukan juga olahraga teratur, penurunan bobot badan yang berlebih, dan pengelolaan stres. Berhenti merokok, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan menjaga lingkar pinggang tetap ideal akan sangat membantu.