Fungsi Enzim Renin Berkaitan dengan Kondisi Ginjal dan Tekanan Darah

Enzim renin dibuat oleh sel khusus di ginjal.  Enzim ini dapat mengendalikan tekanan darah dan berbagai fungsi fisiologis tubuh lainnya.  Tak heran, fungsi enzim renin erat kaitannya dengan kesehatan tubuh seseorang.

Enzim renin dibuat oleh sel khusus di ginjal. Renin bersama dengan hormon aldosteron yang diproduksi kelenjar adrenal, dan beberapa zat lain, berperan dalam mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan kadar natrium dan kalium dalam darah dan tingkat cairan dalam tubuh.

fungsi enzim renin berkaitan dengan kondisi ginjal dan tekanan darah - alodokter

Berkaitan dengan Ginjal dan Tekanan Darah

Enzim renin dan terjadinya tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain (hipertensi sekunder), diduga memiliki kaitan yang erat dengan kemungkinan adanya penyakit ginjal yang diderita. Sebab, seseorang yang menderita penyakit ginjal akan kekurangan aliran darah, dan menyebabkan produksi renin berlebih pada tubuh. Jumlah renin yang tinggi inilah yang memicu zat lain dalam tubuh terutama angiotensin II untuk mempengaruhi kenaikan tekanan darah seseorang.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar renin dan aldosteron untuk membantu menentukan penyebab tekanan darah tinggi Anda. Hasil pemeriksaan bisa membantu memandu dokter dalam memilih pengobatan yang tepat. Adapun jumlah renin dalam tubuh umumnya berkisar antara 0,2 – 3,3 (ng/mL/jam) atau sekitar 0,056 – 0,92 (ng/L/s).

Pemeriksaan Enzim Renin

Pemeriksaan renin mungkin perlu dilakukan untuk menilai fungsi enzim renin dapat bekerja dengan baik atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium.

Jumlah enzim renin yang terlalu banyak dalam tubuh juga erat dikaitkan dengan kemungkinan penyakit serius yang diderita seseorang. Diantaranya:

  • Penyakit ginjal.
  • Penyumbatan arteri.
  • Penyakit Addison.
  • Sirosis.
  • Perdarahan berlebih.
  • Tekanan darah tinggi yang berbahaya (hipertensi maligna)

Sedangkan, kadar renin yang rendah dapat menandakan:

  • Penyakit ginjal.
  • Hiperaldosteron (kelenjar adrenal yang memproduksi terlalu banyak aldosteron).
  • Sedang dalam pengobatan (steroid atau hormon antidiuretik).
  • Sindrom Conn yang umumnya disebabkan tumor di kelenjar adrenal.

Selain itu, pemeriksaan renin juga kemungkinan akan dilakukan bersama dengan pemeriksaan kadar aldosteron dalam tubuh. Pada hasil pemeriksaan dengan jumlah renin yang tinggi dan aldosteron yang rendah, kemungkinan membuat Anda harus segera mengurangi asupan garam ke tubuh.

Sebaliknya, untuk hasil yang menunjukkan kadar renin yang rendah dengan kadar aldosteron tinggi, mungkin ini pertanda bahwa kelenjar adrenal tidak lagi berfungsi dengan baik. Sedangkan pada hasil berupa kadar renin dan aldosteron sama-sama tinggi, mungkin ini pertanda adanya masalah terkait kesehatan ginjal.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, pemeriksaan renin merupakan cara untuk mengetahui penyebab tekanan darah tinggi yang diderita. Sebelum melakukan pemeriksaan renin, selama 2 hingga 4 minggu mungkin disarankan untuk berhenti mengonsumsi obat tertentu yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan renin seperti obat-obatan tekanan darah yang bersifat memancing produksi urin atau golongan diuretik (furosemide) dan golongan lain seperti penghambat beta (bisoprolol, propranolol) dan penghambat ACE (captopril), serta pengobatan yang mengandung hormon estrogen.

Menjaga Fungsi Enzim Renin

Fungsi enzim renin mungkin tidak sepopuler enzim lain, namun tidak kalah penting perannya dalam mengatur tekanan darah. Waspadai gangguan fungsi enzim renin kemungkinan dapat menyebabkan penyakit dan juga penyakit-penyakit yang mungkin memengaruhi fungsi enzim renin untuk tubuh.

Jalani pola hidup yang sehat dengan menjaga asupan nutrisi secara seimbang, perbanyak konsumsi air putih, cukup istirahat, batasi konsumsi kafein dari kopi, teh, dan soda. Lalu hindari merokok, minuman beralkohol, konsumsi obat selain berdasarkan anjuran dokter, stres serta berolahraga secara rutin. Hal itu akan menjaga kesehatan ginjal, sehingga fungsi enzim renin berjalan dengan baik.