Fungsi Jaringan Epidermis sebagai Bagian dari Lapisan Kulit

Jaringan epidermis sebagai lapisan kulit terluar bertugas memperbarui sel-sel kulit yang telah mati atau rusak. Jaringan ini bagian dari anatomi kulit manusia yang pada dasarnya berfungsi menjaga dan melindungi organ-organ dalam.

Anatomi kulit manusia terdiri atas tiga lapisan kulit utama, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan subkutan (hipodermis). Lapisan-lapisan kulit ini dikatakan sebagai organ terbesar dengan ukuran mencapai 1,8 meter persegi yang membalut tubuh manusia seutuhnya. Kulit manusia menjadi garda terdepan dalam melindungi tubuh dari unsur berbahaya atau mikroba, menjaga suhu tubuh, dan merasakan dingin atau panas.

epidermal tissue_compress

Fungsi Jaringan Epidermis beserta Sel-Sel di Dalamnya

Pada tiap menitnya, manusia kehilangan 30.000-40.000 sel kulit yang mati di jaringan epidermis. Jumlah ini setara dengan membuang 4 kg kumpulan sel-sel di dalam tubuh selama satu tahun. Meski demikian, 95 persen sel-sel di dalam jaringan epidermis tetap menjalankan fungsinya dalam menciptakan sel-sel kulit baru secara nonstop untuk memastikan proses penggantian kulit berlangsung sempurna.

Sel kulit baru yang terbentuk, siap menggantikan sel kulit yang berada di lapisan di atasnya yang berumur lebih tua. Seiring tumbuhnya sel kulit baru, sel-sel kulit lama akan mati dan bergerak menuju permukaan terluar kulit yang kini telah menjadi kasat mata. Proses ini berlangsung sekitar 2-4 minggu. Sementara itu, produksi senyawa melanin dari sel melanosit bertugas menghasilkan warna kulit. Ketika kulit terkena paparan sinar matahari, maka melanosit akan memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit dari pajanan sinar ultraviolet.

Jaringan epidermis manusia secara terus-menerus mampu memperbarui sel-sel melalui sel induk. Berikut ini dua fungsi sel induk di dalam jaringan epidermis, antara lain:

  • Menciptakan sel-sel baru untuk menggantikan kulit-kulit yang telah mati, rusak, atau cedera melalui proses yang disebut homeostasis jaringan. Homeostasis jaringan adalah kemampuan tubuh dalam memproduksi jumlah sel yang tetap untuk memperbaharui organ.
  • Memperbaiki dan memelihara jaringan epidermis di kulit, seperti folikel rambut, epidermis interfolikular, dan kelenjar sebasea, atau kelenjar kulit yang mengeluarkan minyak (sebum).

Jaringan epidermis tidak memiliki pembuluh darah di dalam strukturnya. Oleh karena itu, jaringan epidermis membutuhkan lapisan dermis di bawahnya dalam hal memperoleh nutrisi dan membuang sisa metabolisme.

Risiko Penyakit Kulit pada Jaringan Epidermis

Terdapat berbagai faktor yang dapat memicu gangguan kulit, termasuk risiko penyakit kulit yang bisa menyerang jaringan epidermis. Masalah-masalah kulit yang ditimbulkan, misalnya:

Dermatitis

Kondisi peradangan kulit. Umumnya peradangan ini berupa penyakit eksim. Dermatitis lain yang dapat menyerang adalah dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan dermatitis seboroik yang umumnya menyebabkan ruam dan gatal pada kulit.

Psoriasis

Psoriasis merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan ruam-ruam, berwarna perak atau putih, dan bersisik pada kulit.

Ketombe

Gangguan pada kulit kepala yang terasa bersisik dan muncul serpihan-serpihan putih. Ketombe bisa disebabkan berbagai penyakit kulit lainnya juga.

Melanoma

Melanoma adalah kanker kulit ganas yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet berlebihan. Penyakit kulit ini membutuhkan prosedur biopsi kulit untuk mendiagnosis tingkatannya.

Segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami gangguan kulit yang demi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Bentuk konsultasi ini sangat bermanfaat dalam mendeteksi penyakit kulit lain yang mungkin akan membutuhkan tindakan penanganan intensif dari dokter kulit.

Tidak ada tindakan khusus untuk merawat atau melindungi bagian kulit terluar atau jaringan epidermis. Meski begitu, langkah-langkah pencegahan tetap dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan tabir surya atau pakaian yang melindungi tubuh dari paparan sinar ultraviolet. Selain itu, rutin membersihkan kulit dengan air dan sabun lembut dan tutup luka terbuka dengan perban agar kotoran tidak masuk. Jangan lupa untuk melakukan perawatan kesehatan kulit sesuai dengan kondisi dan jenis kulit Anda.