Gejala Berat Badan Kurang pada Si Kecil yang Harus Diwaspadai

Mengenali berbagai gejala si Kecil mengalami gangguan pertumbuhan harus dipahami oleh para orang tua. Salah satu tanda yang terlihat yakni si Kecil memiliki berat badan kurang. Jika Si Kecil bertubuh kurus, Anda dianjurkan berhati-hati. Pasalnya, ada banyak alasan dan penyebab dari berat badan kurang, seperti faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi, serta kondisi medis tertentu.

 

SGM2-3 - Gejala Berat Badan Kurang pada Si Kecil yang Harus Diwaspadai

Prevalensi Anak dengan Berat Badan Kurang di Indonesia

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2016, terdapat sekitar 8,9 persen anak yang mengalami berat badan di bawah normal (kurus) dan sekitar 3,7 persen yang masuk ke dalam kategori sangat kurus.

Untuk mewaspadai berat badan kurang, anak-anak perlu melakukan penimbangan berat badan secara rutin, yakni pada usia baru lahir hingga 5 tahun. Terdapat acuan berat badan normal untuk Si Kecil yang dikeluarkan dari Departemen Kesehatan RI, yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Petugas kesehatan di Puskesmas dan Posyandu akan menimbang berat badan Si Kecil.

Jika setelah ditimbang hasil KMS menunjukkan berat badan anak berada pada zona antara garis hitam dan garis merah (z score berada di antara angka -3 SD sampai di dengan < -2SD), maka Bunda harus berhati-hati, karena berarti berat badan anak tersebut di bawah normal, yang jika tidak ditangani maka Si Kecil bisa saja mengalami malnutrisi.

cht_wfa_z_0_2-01

Ini Kurus yang Tidak Normal

Malnutrisi atau kekurangan gizi adalah masalah gizi yang umum ditemukan di seluruh dunia. WHO atau badan kesehatan dunia memperkirakan sekitar 181,9 juta atau 32 persen anak yang tinggal di negara berkembang mengalami malnutrisi atau busung lapar, dan sekitar 5 juta kasus kematian anak di bawah usia 5 tahun di daerah tersebut disebabkan oleh malnutrisi.

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab Si Kecil mengalami berat badan kurang. Beberapa hal yang dapat menyebabkan Si Kecil memiliki berat badan kurang (underweight), di antaranya:

  • Faktor genetik.
  • Kurang asupan gizi.
    Makanan menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil untuk membuatnya menjadi sehat. Jika Si Kecil tidak mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral, Ia bisa  mengalami kekurangan gizi.
  • Kondisi medis tertentu:
    - Mengalami infeksi.
    - Adanya masalah pada usus, jantung, hormon, paru-paru, dan juga hati.
    - Anak-anak dengan fibrosis kistik yang mengalami kesulitan menyerap nutrisi. Penyakit ini menyerang pankreas, yakni organ yang bertugas memproduksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan.

Selain memiliki tubuh yang kurus, tanda lain yang dapat diperhatikan untuk mengetahui Si Kecil memiliki berat badan kurang, adalah tulang rusuk Si Kecil yang terlihat jelas saat Anda memandikannya, ukuran pakaian yang tidak bertambah setelah beberapa bulan, berat tubuhnya yang tidak bertambah, serta rentan sakit.

Lakukan Ini untuk Menambah Berat Badan Si Kecil

Berat  badan kurang pada Si Kecil bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Selain menggunakan KMS, Ibu juga dapat mewaspadai berat badan dan tumbuh kembang si Kecil dengan mengakses situs www.cekberatanak.id untuk memantau perkembangan berat badan Si Kecil.  Ibu cukup memasukkan data-data Si Kecil berupa berat badan, tanggal lahir, dan juga tinggi badan untuk melihat status pertumbuhan Si Kecil.

Penting bagi para ibu untuk selalu melakukan pengecekan rutin kondisi kesehatan Si Kecil ke puskesmas atau posyandu terdekat. Jika berat badan Si Kecil tidak mengalami kenaikan selama dua kali pemeriksaan rutin berturut-turut, maka segera bawalah buah hati Anda ke petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi bayi berusia di bawah 6 bulan, ASI merupakan sumber asupan utama. Apabila berat badan kurang terjadi pada usia ini, di mana bayi masih mengonsumsi ASI, konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sementara untuk anak di atas usia 6 bulan yang mengalami berat badan kurang, beberapa cara ini dapat membantu Si Kecil untuk menambah berat badannya:

  • Biarkan Si Kecil mengonsumsi makanan berlemak, yang mengandung lemak  baik. Anda dapat mengoleskan mentega ke rotinya, menambahkan parutan keju di atas pastanya, menambahkan mayones pada roti isinya, atau jika dia telah berumur 4 tahun atau lebih, Anda dapat menambahkan selai kacang untuknya.
  • Berikan Si Kecil camilan berkalori tinggi seperti keju, biskuit selai kacang, daging, atau yogurt.
  • Buatlah sup dengan menggunakan susu dan bukan air. Membuat sup dari susu berperan dalam menambah asupan kalori Si Kecil.
  • Konsumsi buah pisang dan alpukat sebagai camilan di antara waktu makan.
  • Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran dalam sehari.
  • Pilihlah protein tanpa lemak. Seperti kacang-kacangan, ikan, telur, dan sumber protein lainnya.

Selain itu, Anda juga dapat memberinya asupan tambahan dalam bentuk susu dengan kalori dan nutrisi yang diformulasikan khusus untuk mencegah dan mengatasi kasus malnutrisi ini.

Kendati ingin menambah berat badan Si Kecil, bukan berarti Anda bebas memberikan segala jenis asupan padanya. Jangan berikan asupan tinggi kalori yang kurang sehat, seperti minuman manis, permen, atau keik, karena minuman dan makanan tersebut tidak mengandung nilai gizi yang baik.

Jika Anda telah menerapkan beberapa cara di atas namun Si Kecil tetap memiliki tubuh yang kurus serta mengalami beberapa gejala underweight, ada baiknya Anda segera konsultasikan kondisi buah hati Anda ke dokter spesialis anak atau ahli gizi.

 

sponsored by: