Glikosuria Lebih Berisiko Dialami Pasien Diabetes

Glikosuria terjadi ketika terdapat gula dalam urine. Ketahui apakah kondisi ini berbahaya, mengapa pasien diabetes lebih berisiko mengalami ini, dan bagaimana cara mengatasinya.

Dalam kondisi normal, gula darah diserap kembali oleh ginjal dari cairan apa pun yang melintasi organ tersebut ke dalam pembuluh darah. Tetapi pada glikosuria, ginjal tidak dapat menyerap cukup banyak gula darah dari urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Kadar glukosa normal dalam pemeriksaan urine berkisar antara 0 – 15 mg/dl.

glycosuria-alodokter

Kondisi ini umumnya dilatarbelakangi hiperglikemia atau terlalu tingginya kadar glukosa dalam darah. Namun ada kalanya glikosuria bisa terjadi meski kadar gula darah seseorang normal atau justru di bawah normal. Kondisi ini disebut dengan renal glikosuria.

Siapa yang Lebih Berisiko

Ada kondisi tertentu yang umumnya dapat melatarbelakangi glikosuria, sehingga membuat penderita penyakit tertentu lebih berisiko mengalami situasi ini. Kondisi tersebut adalah:

  • Diabetes tipe 2
    Pada kondisi ini, reseptor insulin tubuh tidak bekerja dengan baik, sehingga gula darah tidak dapat masuk ke sel-sel tubuh secara efektif. Akibatnya, terjadi kelebihan gula darah. Situasi inilah yang membuat gula darah masuk ke urine.
  • Diabetes gestasional
    Diabetes gestasional yaitu kondisi di mana tingginya kadar gula darah yang terjadi ketika wanita sedang hamil akibat hormon dari plasenta bayi menghambat insulin dalam mengontrol gula darah, sehingga kadarnya terlalu tinggi.
  • Renal glikosuria
    Ini adalah jenis glikosuria yang cukup jarang terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen tertentu dan mengakibatkan tubulus ginjal atau bagian penyaring urine tidak menyaring gula darah dengan baik.

Orang yang tidak menderita diabetes juga bisa mengalami glikosuria. Glikosuria jenis ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang tinggi kadar gula. Selain karena makanan, hiperglikemia juga dapat disebabkan oleh akromegali, tirotoksisosis, kecemasan parah, sindrom Cushing, meningkatnya hormon stres, serta pengosongan lambung secara cepat.

Hal yang Perlu Diperhatikan bagi Penderita Glikosuria

Pada sebagian besar kasus, glikosuria tidak memiliki efek atau pun gejala serius, sehingga dapat terjadi bertahun-tahun tanpa terasa. Pada pemeriksaan fisik seringkali tidak terdapat kelainan yang spesifik. Dalam pemeriksaan urine dan darah, saat ditemukan glikosuria tanpa adanya gangguan fungsi ginjal, maka kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh mutasi genetik dan tidak berbahaya. Tetapi, waspadai jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang mungkin menyebabkan glikosuria seperti: merasa sangat lapar, sangat haus, buang air kecil tiba-tiba atau pun secara tidak biasa. Sementara, yang mengalami glikosuria karena diabetes tipe 2 bisa merasakan kelelahan, gangguan penglihatan, luka susah sembuh, dan turunnya berat badan tanpa alasan jelas.

Walaupun terdengar menyeramkan, glukosuria sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak dilatarbelakangi situasi yang membuat seseorang mengeluarkan glukosa dalam urine dalam kadar tinggi. Jika kondisi ini disebabkan situasi tertentu, seperti diabetes, maka dokter akan mengobati pasien agar penyakit ini dapat terkelola dengan baik.

Umumnya, glukosuria dapat ditangani dengan rutin berolahraga setidaknya 30 menit per hari, memantau kadar gula darah, mengonsumsi makanan dengan nutrisi cukup dan mengurangi konsumsi gula, lemak, minuman keras, serta kafein. Selain itu, obat-obatan untuk membantu tubuh menggunakan insulin, seperti metformin, juga dapat digunakan.

Referensi