Guys, Jangan Buang Air Kecil dan Minum Air di Kolam Renang Yah

Minum air dan buang air kecil di kolam renang dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Air yang biru memang terlihat menenangkan dan menyegarkan – walaupun cuma bisa melihatnya di kolam renang, bukan di pantai atau laut. Jika sudah ada di kolam renang, tidak afdal rasanya jika tidak berenang atau sekadar bermain ciprat-cipratan air. Dan ketika berenang, keinginan untuk buang air kecil menjadi salah satu urusan yang agak ribet. Terutama jika jarak kolam renang dengan toilet atau kamar bilas jauh. Mau tak mau, ada saja yang pipis alias berurine di dalam kolam renang, apalagi kolam renang yang  berklorin atau berkaporit.

guys jangan buang air kecil dan minum air di kolam renang yah - alodokter

Buang Air Kecil di Kolam

Kalau kamu, saudara, dan teman alias handai tolan kamu masih suka buang air kecil di kolam renang, STOP! Klorin yang biasanya dipakai sebagai zat pemutih, pembunuh kuman penyebab penyakit di dalam air, dan mencegah perenang agar tidak sakit justru bisa membahayakan kesehatan jika bercampur dengan asam urat dalam urine. Menurut sebuah penelitian, perkawinan dua zat tersebut bisa menyebabkan pembentukan cyanogen chloride (CNCI) dan trichloramine (NCI3).

CNCI adalah zat kimia beracun yang sangat mudah menguap. Jika dihirup, CNCI dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen; memengaruhi sistem saraf pusat (otak), sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), dan sistem pernapasan; serta bisa berakibat fatal. CNCl yang terkena kulit juga akan menyebabkan iritasi dan menyebabkan keracunan menyeluruh pada tubuh (systemic toxicity). Sedangkan NCI3 adalah senyawa yang telah dikaitkan dengan cedera paru akut apabila kita terpapar desinfektan berbasis klorin.

Walau asam urat bisa dikeluarkan melalui keringat, namun para peneliti mengatakan, 90 persen asam urat yang ditemukan di kolam renang berasal dari urine. So, amat disarankan jika kamu kebelet ingin buang air kecil ketika sedang berenang di kolam, segera ambil langkah seribu ke toilet terdekat. Jangan pipis di air kolam renang.

Minum Air Kolam

Selain dianjurkan untuk tidak buang air kecil, jangan pula meminum air kolam renang. Air kolam yang bening dan jernih, belum tentu bersih. Kalau air kolam renang sengaja tertelan, segera muntahkan kembali. Kenapa? Air dapat terkontaminasi racun biologis, seperti bakteri atau kuman Cryptosporidium, Giardia, E. coli, Giardia, Shigella, dan legionella  serta norovirus penyebab diare, yang bisa tersebar melalui kotoran dan dapat mencemari seluruh kolam renang.

Makhluk kecil pembawa penyakit tersebut ada yang bisa mati ketika bersentuhan dengan klorin, namun cryptosporidium (jenis parasit diare), dapat bertahan hidup di air kolam renang berklorin hingga 10 hari dan membuat Anda sakit selama berminggu-minggu.

Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang berenang di kolam rata-rata membawa 0,14 gram kotoran (feses), satu cangkir urine, keringat sebanyak satu sampai dua kaleng soda, dan miliaran mikroba kulit.

Jadi, jika lain kali kamu mau berenang di kolam renang, dianjurkan dan disarankan untuk:

  • Mandi dengan sabun sebelum masuk ke kolam.
  • Jangan berenang kalau sedang diare.
  • Jika menderita kriptosporidiosis (diare yang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium), jangan berenang selama setidaknya dua minggu setelah diare berhenti.
  • Periksa apakah perosotan di kolam renang berlendir atau lengket.
  • Ganti popok anak di kamar mandi, jangan di tepi kolam renang.
  • Sering ajak anak ke toilet dan periksa popok mereka.
  • Basuh tubuh anak (terutama bagian bokong) dengan sabun dan air setelah buang air kecil atau air besar, setelah mengganti popok, dan sebelum mereka masuk ke dalam air kolam renang.

Yuk, selalu berhati-hati ketika melakukan sesuatu. Jangan sampai kamu yang tadinya mau sehat dan happy-happy justru malah jadi sakit sehabis berolahraga di kolam renang. Dan jika kamu terlanjur sakit sehabis berenang, segera hubungi dokter.