Hal Tak Terduga yang Jadi Faktor Penggemuk Badan

Rajin olahraga, asupan dan pola makan pun diatur, tapi berat badan tak kunjung turun. Bahkan malah semakin naik. Mungkin inilah faktor penggemuk badan Anda.

Memiliki tubuh sehat dan ideal mungkin menjadi impian setiap orang. Pola hidup sehat pun selalu dilakukan setiap hari demi mendapatkan tubuh langsing. Dari tidak mengonsumsi makanan yang digoreng atau siap saji, hingga teratur berolahraga, minum air putih, serta makan sayuran dan buah. Tapi apa daya jika baju atau celana justru semakin sempit. Beberapa hal ini ternyata bisa menjadi faktor penggemuk badan yang Anda alami.

hal tak terduga yang jadi faktor penggemuk badan - alodokter

Kurang tidur

Ketika sedang begadang atau susah tidur, Anda pasti ingin ngemil. Dan cemilan yang biasanya dimakan biasanya mengandung banyak lemak atau kalori. Nah, makin banyak ngemil, makin banyak pula kalori yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kurang tidur juga menyebabkan perubahan kadar hormon di tubuh. Perubahan tersebut membuat rasa lapar dan nafsu makan jadi meningkat. Anda pun jadi tidak merasa kenyang bahkan setelah makan.

Stres

Beberapa orang ada yang makin banyak makan dan ngemil ketika sedang stres. Tingginya kadar hormon stres, yang bernama kortisol, bisa memicu meningkatnya nafsu makan. Anda pun inginnya hanya menelan makanan yang berlemak dan bergula. Akibatnya, lemak jadi tersimpan dalam tubuh, terutama di bagian tengah tubuh alias di perut.

Mengonsumsi obat

Beberapa obat yang diresepkan oleh dokter ternyata dapat menjadi faktor pengemuk badan. Beberapa obat-obatan tersebut adalah obat antidepresan, steroid, obat antipsikotik (digunakan untuk mengobati gangguan skizofrenia dan gangguan bipolar), obat untuk mengatasi migrain, kejang, tekanan darah tinggi, diabetes, atau pil kontrasepsi.

Duduk berjam-jam

Kurangnya aktivitas fisik ketika di kantor bisa menjadi faktor penggemuk badan, terutama bagi para karyawan. Namun, ada satu penelitian yang gagal menemukan benang merah antara waktu yang dihabiskan selama duduk berjam-jam dan obesitas. Para peneliti mengatakan ada faktor lain yang memicu kenaikan berat badan.

Lamanya waktu di jalan

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2004, mereka yang naik transportasi umum ketika berangkat dan pulang dari tempat kerja cenderung memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah daripada mereka yang mengemudi atau membawa kendaraan pribadi. IMT digunakan untuk mengetahui kategori berat badan seseorang (kekurangan, normal, atau kelebihan).

Menggunakan peralatan makan yang besar

Ada studi yang menemukan bahwa Anda cenderung makan lebih banyak ketika mengonsumsi makanan yang disajikan dalam wadah yang lebih besar. Menurut seorang peneliti, jika menggunakan piring, mangkuk, sendok, dan cangkir yang lebih kecil, maka makanan akan terlihat lebih banyak dan sudah memenuhi wadah. Anda pun merasa sudah cukup makan.

Dari beberapa hal di atas, adakah yang menjadi faktor penggemuk badan yang Anda alami?