Hamil 1 Bulan: Perubahan Hormon dan Morning Sickness

Saat hamil 1 bulan, Anda belum terlihat seperti orang hamil. Namun mungkin telah merasakan gejala-gejala tertentu, termasuk terlambat datang bulan, mual, dan muntah, atau sering disebut sebagai morning sickness.

Pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid terakhir, di sekitar masa-masa setelah tubuh memproduksi sel telur. Hingga saat mencapai usia hamil 1 bulan, bentuk janin masih merupakan kumpulan sel yang disebut embrio, yang terus membelah diri dan berkembang untuk menjadi bayi kecil di bulan-bulan berikutnya.

Senior doctor tells interracial couple about pregnancy

Bagaimana Pertumbuhan Janin 1 Bulan?

Saat hamil 1 bulan atau 4 minggu, bayi masih menyerupai titik kecil dengan ukuran panjang sekitar 0,2 cm. Sel-sel dalam embrio mengelompok untuk kemudian berkembang menjadi bagian-bagian tubuh.

Hamil 4 minggu

Embrio mulai berkembang dalam rahim. Sel-sel terluar mulai membentuk jaringan ke suplai darah sang ibu. Sementara sel-sel bagian dalam terbentuk menjadi dua, lalu tiga lapisan, hingga kemudian berkembang menjadi tubuh bayi. Lapisan-lapisan tersebut yaitu:

  • Endoderm: lapisan paling dalam yang terbentuk menjadi sistem pernapasan dan pencernaan, seperti paru-paru, usus, lambung, dan kandung kemih.
  • Mesoderm: lapisan tengah yang berkembang menjadi otot, tulang, jantung, dan pembuluh darah.
  • Ektoderm: lapisan luar yang kemudian menjadi sistem saraf, otak, enamel gigi, kuku, lensa mata, dan kulit.

Pada minggu ini, embrio melekat pada yolk sac yang mensuplai nutrisi ke janin. Pada beberapa minggu ke depan, fungsi ini kemudian akan digantikan oleh plasenta. Sel-sel plasenta yang berkembang pada dinding rahim ini menyediakan aliran darah yang memastikan agar janin mendapat cukup nutrisi dan oksigen.

 Hamil 5 minggu

  • Pada masa ini umumnya wanita baru mulai menyadari bahwa mereka hamil karena terlambat datang bulan.
  • Sistem saraf bayi dan organ-organ utama mulai berkembang.
  • Terbentuk tabung hampa atau tuba neural sebagai perkembangan lapisan ektoderm yang kemudian akan menjadi saraf tulang belakang dan otak bayi. Kelainan pada bagian akhir tuba neural dapat berujung pada spina bifida atau cacat tabung saraf. Sementara, kelainan pada bagian kepala tuba neural mengakibatkan anencephaly atau kondisi ketika tempurung kepala tidak terbentuk dengan baik.
  • Jantung dan pembuluh sudah mulai terbentuk. Pada saat ini, sirkulasi darah sudah mulai bekerja. Sebuah pembuluh darah akan terbentuk, yang kemudian akan berkembang menjadi tali pusat, untuk menghubungkan sirkulasi darah bayi dengan ibu.

Hamil 6 minggu

  • Embrio mulai berbentuk sabit dan memiliki ekor sehingga terlihat seperti kecebong dengan kulit tipis yang tembus pandang.
  • Terbentuk tonjolan pada ujung tuba neural yang akan berkembang menjadi kepala dan otak.
  • Saat dilakukan pemeriksaan USG, jantung dapat mulai terlihat berdenyut.
  • Bakal kaki dan lengan mulai tampak.
  • Terdapat cekungan kecil pada kedua sisi kepala yang akan berkembang menjadi telinga. Juga terdapat daerah dengan permukaan yang menebal, yang akan berkembang menjadi mata.
  • Jantungnya telah berdetak 150 denyutan per menit.

Hamil 7 minggu

  • Embrio telah berkembang menjadi 10 mm.
  • Otak telah berkembang pesat sehingga membuat kepala bertumbuh lebih cepat dan berukuran lebih besar dibandingkan
  • Embrio terlihat memiliki dahi berukuran besar dengan mata dan telinga bagian dalam yang terus berkembang.
  • Tulang rawan mulai terbentuk dan mulai berkembang menjadi tulang lengan dan kaki.
  • Sel-sel saraf mulai menggandakan diri dan berkembang menjadi sistem saraf.

Perubahan yang Terjadi pada Saat Hamil 1 Bulan

Di usia kehamilan 3 minggu, umumnya banyak yang belum menyadari bahwa dirinya hamil karena tidak merasakan gejala apa-apa. Namun sebagian wanita mungkin akan merasakan peningkatan volume cairan vagina, sedikit kram, nyeri punggung dan sakit kepala.

Saat hamil 7 minggu, rahim Anda telah berkembang menjadi seukuran lemon. Anda mungkin akan merasa lemas, mudah lelah, payudara terasa membesar dan nyeri, serta lebih sering ingin buang air kecil.

Sekitar 90% wanita hamil merasakan mual dan muntah di awal masa kehamilan, yang dikenal dengan istilah morning sickness. Gejala tersebut merupakan pertanda bahwa hormon kehamilan dalam tubuh Anda cukup untuk mendukung kehamilan. Wanita yang mengalami mual di awal masa hamil memiliki risiko lebih rendah dalam mengalami keguguran daripada mereka yang tidak mengalami mual. Meski tidak  berarti bahwa wanita yang tidak mual, tidak bisa mendapatkan kehamilan yang sehat.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Anda mungkin perlu mencoba menjalani pemeriksaan kehamilan dengan testpack lebih dari satu kali. Sebagian wanita perlu menunggu hingga 2-3 minggu setelah terlambat datang bulan agar kadar hormon kehamilan cukup tinggi untuk dapat terdeteksi. Setelah positif hamil, sebaiknya Anda dan pasangan segera berkonsultasi kepada dokter kandungan.

Beberapa wanita dapat merasakan gejala morning sickness yang lebih parah dibandingkan yang lain, hingga tidak mampu melakukan aktivitas normal. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan depresi, bahkan mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin.

Mual di awal masa kehamilan juga dapat menjadi sangat parah, atau dikenal sebagai hiperemesis gravidarum (HG). Situasi ini ditandai dengan frekuensi muntah yang tinggi, tidak dapat makan dan minum serta penurunan berat badan. HG juga dapat berpengaruh kepada kesehatan bayi. Oleh karenanya, jika mual dirasa sudah sangat mengganggu, segera periksa diri ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil 1 Bulan

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan dan perlu dihindari pada saat hamil 1 bulan:

  • Jika morning sickness tidak terlalu mengganggu, terus aktif olahraga dapat membuat tubuh tetap bugar. Pilih olahraga yang sesuai di masa kehamilan.
  • Ingatlah bahwa janin Anda akan ikut mengonsumsi dan mendapat dampak dari semua yang Anda konsumsi. Hindari rokok, kafein, obat-obatan terlarang, minuman keras, dan makanan tertentu seperti makanan mentah yang dapat berbahaya bagi janin.
  • Konsultasikan juga semua obat-obatan yang sedang atau akan dikonsumsi, baik obat bebas maupun yang diresepkan.
  • Perubahan gaya hidup, seperti menghindari rokok dan minuman keras, juga berlaku bagi pasangan Anda. Asap rokok yang dihirup ibu hamil dapat berdampak buruk bagi janin.
  • Konsumsi suplemen asam folat untuk ibu hamil, yang juga mengandung zat besi.
  • Perubahan dalam rahim dan perubahan fisik ibu hamil dapat membuat tubuh cepat lelah. Pastikan Anda mendapat istirahat yang cukup tiap hari.

Meski belum banyak perubahan yang tampak pada tubuh Anda pada masa hamil 1 bulan, sudah banyak perubahan yang terjadi di dalam rahim. Memasuki usia kehamilan 2 bulan nanti, volume darah dalam tubuh akan meningkat 40-50 persen. Sementara, bakal anggota tubuh akan makin nampak pada embrio.

Baca siklus kehamilan selanjutnya di Hamil 2 Bulan: Dari Embrio Menjadi Janin