Hati-hati, Ada Risiko Penggunaan Pelampung Leher Bagi Bayi

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Melihat bayi berenang menggunakan pakaian renang yang mungil memang menggemaskan. Sementara itu, untuk rasa aman tidak lengkap rasanya jika tidak menggunakan pelampung leher pada bayi. Tapi, ternyata ada risiko dibalik pelampung leher tersebut.

Bayi dapat diajak berenang untuk bermain air sekitar usia 6 bulan, meski bukan berarti langsung dapat melatih renang. Hal ini untuk menghindari kulitnya terpapar Apalagi bila dibawa ke kolam renang umum yang dipenuhi oleh kuman dan dapat berbahaya bagi bayi bila tidak sengaja tertelan.

Hati-hati, Ada Risiko Penggunaan Pelampung Leher Bagi Bayi

Risiko Penggunaan Pelampung Leher

Sebagian orangtua memilih menggunakan pelampung leher pada Si Kecil ketika mengajaknya berenang. Dengan harapan alat tersebut membuat Si Kecil aman berada di dalam air agar tidak tenggelam. Pelampung leher ini juga sering digunakan oleh beberapa baby spa saat Si Kecil berendam. Nyatanya, alat bantu tersebut tidak mempunyai manfaat bahkan bisa menimbulkan risiko terhadap bayi.

Pelampung leher yang berbentuk seperti ring atau cincin tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan pada leher bayi dan bisa menyebabkan lehernya terluka. Memang belum ada penelitian yang menyatakan alat tersebut merugikan, namun tidak ada manfaat penggunaannya.

Sebenarnya orangtua harus menghindari semua alat pelampung yang berisi angin, termasuk pelampung leher, karena alat tersebut bukan termasuk alat yang dapat menggantikan jaket pelampung. Alat-alat pelampung tambahan seperti itu bisa mengempis dan tidak dirancang untuk menjaga agar bayi yang sedang berenang tetap aman, sehingga Si Kecil bisa saja tenggelam.

Meski produsen pelampung leher sudah menebalkan plastik pembuat pelampung, menurut para ahli tidak ada produk yang aman jika terdapat udara di dalamnya. Dokter anak juga memperingatkan orang tua untuk berhati-hati menggunakan pelampung leher karena bisa menutupi mata Si Kecil.

Tetap Aman Saat Berenang

Aktivitas berenang diketahui memiliki banyak manfaat, termasuk pada bayi. Sebuah studi menunjukkan, bayi yang sering diajak berenang dapat membantunya lebih percaya diri dan cerdas. Gerakan yang dilakukan pada kedua sisi tubuhnya tersebut membantu membangun sel-sel saraf di seluruh otaknya. Selain itu berenang juga dapat

Manfaat lain yang dihasilkan dari kegiatan renang pada bayi adalah membantunya mengembangkan kemampuan membaca, bahasa, akademik, dan kesadaran spasial. Anak-anak yang sering berenang akan memiliki perkembangan fisik dan mentalnya jauh lebih berkembang dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah berenang.

Namun, berenang juga memiliki risiko tenggelam yang diketahui sebagai penyebab utama cedera dan kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Berikut ini cara yang dapat dilakukan agar bayi dan anak-anak tetap aman dalam air selama berenang:

  • Jangan meninggalkannya walau hanya sebentar saat berada di dalam air, baik di kolam renang, bathtub, spa, atau fasilitas air lain.
  • Orangtua harus selalu mendampingi dan mengawasi. Bayi harus berada dalam jangkauan lengan orangtua, agar dalam keadaan darurat dapat melakukan penyelamatan, CPR, dan meminta pertolongan pada orang lain.
  • Semua anak harus mengenakan alat pengaman yang direkomendasikan.
  • Jika berada di pantai, pilihlah pantai yang mempunyai lifeguards atau penyelamat pantai yang dapat membantu jika ada cuaca buruk, air pasang atau arus yang deras.

Sebaiknya pertimbangkan kembali penggunaan pelampung leher bagi bayi. Yang penting adalah tetap menjaga dan mengawasinya selama berada di air.

Referensi