Hati-hati dengan Tindakan Pembersihan Usus Besar

Salah satu organ tubuh yang penting dalam proses pencernaan adalah usus besar. Belakangan ini, untuk menjaga kondisi usus besar, banyak dikenal praktik pembersihan usus besar atau colon cleanser. Bagaimana tinjauan medisnya?

Awalnya pembersihan usus besar dilakukan sebagai persiapan prosedur medis, seperti kolonoskopi. Hanya saja saat ini, pembersihan tersebut banyak digunakan untuk tujuan lain yaitu detoksifikasi. Meski sebenarnya hal itu dianggap tidak perlu, karena sistem pencernaan mampu membuang bakteri dan sisa makanan dari tubuh.

Hati hati dengan tindakan pembersihan usus besar - alodokter

Metode yang Digunakan

Ada beberapa metode dari pembersihan usus besar seperti mengonsumsi suplemen herbal atau obat bebas yang memiliki efek laksatif, dan melakukan praktik pembersihan usus atau enema yang dilakukan sendiri.

Enema merupakan sebutan pembersihan usus yang biasa dilakukan dengan mengalirkan cairan ke dalam usus besar melalui anus. Prosedur yang hampir serupa dilakukan di klinik, hanya saja umumnya menggunakan bantuan mesin modern dengan bantuan terapis.

Prosedur enema dan pembersihan usus besar dengan mesin tidak banyak berbeda. Selama praktik tersebut, Anda harus berbaring. Kemudian, memasukkan beberapa liter air melalui selang kecil yang dimasukkan ke dalam anus. Untuk tindakan dengan bantuan mesin, maka selang kecil itu akan terhubung dengan pompa tekanan rendah.

Saat air di dalam usus besar, maka akan dibiarkan beberapa saat. Jika Anda dibantu terapis, kemungkinan ia akan membantu memijat bagian perut. Terakhir, air dikeluarkan sebagaimana Anda buang air besar seperti biasa. Tekanan air dan suhu yang digunakan biasanya beragam serta bisa dikombinasikan dengan  enzim, herbal, kopi atau probiotik. Ada baiknya meminta penjelasan terlebih dahulu mengenai faktor keamanan bahan-bahan tersebut.

Faktor Risiko

Tujuan utama dari pembersihan usus besar yaitu untuk membantu mengeluarkan isi usus besar. Namun yang harus diperhatikan, faktor keamanan dan manfaat pembersihan usus besar belum diakui secara medis.

Sebagaimana disebutkan beberapa literatur medis, reaksi tubuh untuk menyerap cairan selama prosedur dilakukan kemungkinan memiliki efek yang merugikan tubuh. Misalnya, hilangnya flora normal di usus, infeksi parasit, pembentukan abses pada saluran pencernaan, terjadi lubang kebocoran pada usus besar dan dubur, hingga terjadinya gagal jantung akibat ketidakseimbangan elektrolit.

Selain itu, setelah praktik pembersihan usus tersebut, ada beberapa efek yang dapat dirasakan antara lain mual, muntah, kram, pusing akibat dehidrasi, ketidakseimbangan mineral serta kemungkinan terganggunya penyerapan obat.

Waspada Kondisi Tertentu

Tindakan pembersihan usus besar harus dihindari pada kondisi tertentu seperti radang kronis pada usus besar atau kolitis ulseratif, diverticulitis,  penyakit Crohn, wasir yang parah, dan tumor pada usus besar.

Selain itu, proses ini sebaiknya juga dihindari untuk Anda yang baru saja melakukan operasi usus.

Untuk penderita penyakit ginjal atau jantung, proses pembersihan usus ini harus melalui persetujuan dan pengawasan ahli medis.

Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk melakukan pembersihan usus besar, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Penderita penyakit seperti ginjal atau jantung, sebaiknya lebih waspada dengan praktik ini.

Perhatikan bahan-bahan herbal alami yang umumnya digunakan untuk proses pembersihan usus besar. Periksa faktor keamanannya terlebih dahulu. Jangan sampai menggunakan alat tidak bersih.

Terus konsumsi cairan untuk menghindari tubuh mengalami dehidrasi, bahkan saat Anda masih dalam proses pembersihan usus besar

Jaga kesehatan saluran pencernaan dengan konsumsi serat dan cairan yang cukup. Tindakan pembersihan usus besar sebaiknya melalui konsultasi dengan dokter. Jika memang diperlukan, lakukan pembersihan ini dengan bantuan terapis yang terlatih dan memiliki ijin praktek.