Hati-Hati, Pipi Bengkak Mungkin Pertanda Penyakit Berbahaya!

Pipi bengkak biasa disebabkan oleh adanya gangguan pada kelenjar ludah yang bertugas memproduksi air liur. Air liur inilah yang penting dalam membantu aktivitas di dalam mulut, seperti membantu menelan, membantu mencerna makanan, melumasi mulut, dan melindungi gigi dari bakteri.

Pada dasarnya, gangguan pada kelenjar ludah diakibatkan oleh sumbatan, infeksi, peradangan, atau bahkan tumor. Gejala yang tampak pada masalah kelenjar lu  dah pun akan berbeda-beda, ada yang bersifat berulang-ulang, akut (jangka pendek), atau kronis (berkepanjangan).

pipi bengkak - alodokter

Ludah bukan cairan biasa, melainkan campuran antara air, pelumas, elektrolit, enzim, dan senyawa antimikroba. Semua zat ini menjadi satu dan memberikan pencegahan terhadap masalah mulut serta melindungi gigi.

Kelenjar ludah ada tiga pasang, yaitu:

  • Kelenjar parotis (berada di bagian dalam pipi)
  • Kelenjar submandibular (berada di dasar mulut)
  • Kelenjar sublingual (berada di bawah lidah)

Selain tiga pasang kelenjar tersebut masih ada lagi kelenjar minor. Terdapat beberapa ratus kelenjar minor yang letaknya tersebar di seluruh bagian mulut dan tenggorokan.

Jika terjadi masalah dengan kelenjar ludah, mungkin Anda akan mengalami demam, mulut kering, nyeri, merasa tidak enak saat makan, dan pembengkakan kelenjar ludah sehingga memungkinkan untuk terjadinya pipi bengkak.

Penyakit-Penyakit yang Menyebabkan Pipi Bengkak

Jika Anda mengalami pipi bengkak, besar kemungkinan ada masalah dengan kelenjar ludah Anda. Berikut ini beberapa penyakit terkait kelenjar ludah yang mungkin menyebabkan pipi Anda menjadi bengkak.

Infeksi

Pernah mendengar penyakit gondongan? Penyakit ini disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis. Karena posisinya yang berada di dalam pipi maka pembengkakan kelenjar ini akan menyebabkan pipi terlihat bengkak. Pembengkakan dapat terjadi kedua sisi sehingga menimbulkan gambaran seperti pipi tupai (chipmunk cheeks).

Sialoliths

Pada kondisi ini, air liur akan mengkristal. Air liur yang sudah keras ini dapat menghalangi aliran salurannya penghasil air liur. Karenanya, dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang muncul tanpa menentu. Biasanya kondisi ini sering menyerang kelenjar submandibular. Tetapi beberapa kasus juga dapat menyerang kelenjar parotis yang juga menyebabkan pembengkakan daerah yang terkena.

Sialadenitis

Disebut juga dengan infeksi kelenjar ludah. Masalah ini terjadi karena kelenjar ludah mengalami infeksi bakteri. Di antara ketiga kelenjar ludah, kelenjar parotis yang paling sering mengalami infeksi bakteri. Hal ini juga meningkat risikonya pada penderita sialoliths. Kondisi ini dapat memunculkan benjolan pada kelenjar, bahkan menimbulkan nanah. Jika sialadenitis tidak diobati, selain menyebabkan pipi bengkak, infeksi kelenjar ludah ini dapat menyebabkan demam tinggi, penumpukan nanah, dan sakit parah.

Tumor

Terkadang pembengkakan kelenjar ludah adalah tanda-tanda tumbuhnya tumor. Tumor ini bisa berupa kanker (ganas) atau bukan kanker (jinak). Jenis tumor yang paling sering menyerang kelenjar ludah adalah adenoma pleomorfik dan tumor Warthin. Kedua tumor ini lebih sering menyerang kelenjar parotis, tetapi juga dapat menyerang kelenjar submandibular dan ludah minor.

Pipi Bengkak juga Dapat Disebabkan karena Sakit Gigi

Sakit gigi merupakan keluhan yang umum terjadi. Walau demikian, keluhan yang menetap atau nyeri yang tidak tertahankan dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi masalah yang lebih serius.  Gejala sakit gigi tidak hanya terbatas pada gigi yang terasa berdenyut dan nyeri, tetapi juga dapat disertai gejala lainnya seperti: nyeri saat mengunyah, sensitif terhadap dingin atau panas, pembengkakan di sekitar gigi atau rahang atau pipi.

Bagi Anda yang mengalami pipi bengkak, disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter karena membesarnya ukuran pipi sebaiknya tidak dibiarkan sambil berharap akan pulih dengan sendirinya.