Hati-hati, Polip Serviks Umumnya Tidak Didahului Gejala

Polip serviks adalah tumor yang berkembang di dalam leher rahim dan seringkali tak bergejala. Bentuknya memanjang dengan struktur rapuh yang tumbuh dari permukaan serviks atau bagian dalam kanal serviks. Walaupun beberapa kanker serviks awalnya terlihat seperti polip, tapi polip serviks umumnya bersifat jinak dan tidak mengandung sel kanker.

Leher rahim atau serviks adalah saluran sempit di bawah rahim yang memanjang hingga ke vagina. Bagian ini berperan menghubungkan bagian atas vagina dengan liang rahim, yang berfungsi sebagai jalan masuk sperma untuk membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan.

polip serviks-alodokter

Penyebab polip serviks tidak sepenuhnya diketahui. Selain karena infeksi, kondisi ini juga dapat dipicu oleh peradangan kronis, respons abnormal terhadap hormon estrogen, atau oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar serviks. Selain itu, umumnya orang mengalami satu, dua, atau paling banyak tiga polip, dengan ukuran mulai dari beberapa millimeter hingga beberapa sentimeter.

Sebagian besar pengidap polip serviks tidak mengalami gejala apa pun. Kondisi ini umumnya baru diketahui pada waktu pemeriksaan dalam serviks atau pap smear. Sementara pada sebagian kecil penderita polip serviks, gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Perdarahan pascamenopause atau pun di antara waktu menstruasi.
  • Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual.
  • Menstruasi dengan volume lebih banyak dari biasanya.
  • Keluarnya cairan vagina berwarna putih atau kuning yang mungkin berbau akibat infeksi.

Sebagai langkah antisipasi, periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas. Biasanya, kondisi ini paling sering dialami oleh wanita hamil di atas 20 tahun yang memiliki lebih dari satu anak, wanita yang sedang hamil, dan dialami saat terjadi peningkatan hormon estrogen.

Saat pemeriksaan, jika terdapat polip, akan tampak tonjolan atau tumor menyerupai jari berwarna merah atau ungu. Jaringan polip dapat diambil melalui biopsi untuk kemudian diperiksa di laboratorium, jika diperlukan. Pemeriksaan biopsi diperlukan untuk memastikan bahwa polip bukan disebabkan oleh keganasan.

Untuk menghentikan perdarahan, umumnya polip diangkat dengan forceps khusus saat pemeriksaan panggul / pemeriksaan dalam serviks. Pilihan nitrogen cair atau pun operasi laser juga dapat dilakukan, disesuaikan dengan kondisi polip.

Polip serviks yang berukuran besar mungkin perlu diangkat dengan elektrokauter (proses pemotongan memakai jarum yang sudah dipanaskan menggunakan listrik) atau dengan pembedahan. Setelah itu, jaringan polip yang telah diangkat dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Setelah pengangkatan polip serviks, pasien mungkin akan mengalami sedikit kram atau perdarahan. Umumnya pengangkatan ini adalah prosedur ringan yang tidak membutuhkan obat antinyeri. Tetapi jika nyeri dirasakan cukup berat, Anda bisa menggunakan obat antinyeri seperti paracetamol.

Polip serviks biasanya tidak perlu diangkat jika tidak berukuran sangat besar dan tidak menimbulkan perdarahan atau keluhan yang mengganggu. Terkadang, polip serviks ini dapat luruh dengan sendirinya saat melakukan hubungan seksual atau pun menstruasi.

Polip serviks umumnya tidak muncul kembali setelah diangkat. Namun demikian, untuk mengantisipasi polip serviks lebih awal atau kemungkinan kembalinya polip setelah diangkat, dokter akan menyarankan pemeriksaan dalam serviks dan tes Pap smear secara teratur, tergantung pada riwayat kesehatan dan usia pasien.

Guna mendeteksi dini dan menangani lebih awal, pemeriksaan dalam serviks dan Pap smear direkomendasikan pada:

  • Wanita usia 21- 29 tahun, setiap 3 tahun.
  • Wanita usia 30- 65 tahun, setiap 3-5 tahun.

Wanita usia di atas 65 tahun yang sebelumnya sudah rutin melakukan pemeriksaan ini, dan tidak didapatkan kelainan dalam 20 tahun terakhir tidak perlu mendapat pemeriksaan rutin. Selain itu, tentunya jadwal pemeriksaan dan saran pemeriksaan tambahan akan disesuaikan dari hasil yang didapat dan sesuai rekomendasi dokter.