Hati-hati Risiko Infeksi Jamur Dibalik Perawatan Kuku

Tidak hanya wanita, kini pria juga semakin sadar terhadap perawatan kuku. Berbagai perawatan kuku dilakukan untuk mempercantik penampilannya. Hanya saja, jika Anda tidak berhati-hati, ada risiko mengintai dibalik itu,

Berkat kemajuan teknologi, perawatan kuku yang dahulu hanya bisa dilakukan di salon atau gerai kecantikan kuku, kini bisa dilakukan sendiri di rumah. Di sisi lain, hal ini dapat menimbulkan masalah baru yang harus dicermati. Produk dan alat-alat untuk merawat kuku berisiko menyebabkan kuku rusak bahkan terinfeksi jamur, jika Anda tidak menjaga kebersihannya dengan seksama.

Emtrix Article 2 - Hati-hati Risiko Infeksi Jamur Dibalik Perawatan Kuku - alodokter

Hal-hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Jamur

Tidak hanya perlengkapan di rumah, namun peralatan yang digunakan untuk melakukan perawatan kuku di salon juga harus diperhatikan kebersihannya. Sebab, jika tidak terjaga kebersihannya, peralatan seperti gunting kuku atau alat-alat yang lain dapat menyebarkan infeksi jamur pada siapa saja yang menggunakan.

Infeksi jamur pada kuku (onikomikosis) bisa terjadi pada kuku kaki ataupun kuku tangan. Berbagai faktor yang memungkinkan terjadinya jamur tersebut, antara lain :

  • Menggunakan produk kecantikan kuku yang mengandung bahan kimia berlebihan.
  • Terdapat cedera pada kuku dan atau luka pada kulit di area sekitarnya.
  • Kurang menjaga kebersihan kuku.
  • Daya tahan tubuh sedang rendah.
  • Memakai pakaian tertutup seperti kaus kaki, sarung tangan, baju tertutup dan lembap dalam waktu lama.
  • Berenang di kolam renang umum
  • Menderita diabetes.
  • Lanjut usia atau berusia di atas 65 tahun.
  • Memiliki penyakit tertentu yang mengganggu sirkulasi darah.

Mengenali Gejala-Gejalanya

Sebenarnya tidak ada gejala tertentu ketika Anda mengalami infeksi jamur kuku. Hanya pada sebagian kasus saja, penderita infeksi jamur kuku merasakan sakit atau nyeri.

Rasa nyeri bisa timbul ketika kuku menjadi lebih tebal, sehingga terasa sakit pada saat memakai sepatu. Selain itu, penebalan kuku juga dapat menyebabkan kesulitan berdiri, berjalan atau melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan kaki atau tangan.

Gejala lainnya seperti mengalami kesemutan, rasa seperti ada yang menusuk, atau ada yang merayap di kulit, padahal tidak ada apa pun yang tampak mengganggu. Hal ini disebut dengan parestesia, terjadi karena adanya iritasi atau gangguan pada saraf.

Keluhan lain jika terjadi infeksi jamur pada kuku yaitu bagian kuku dan ujung jari menjadi rapuh dan rusak terutama jika infeksi jamur sudah parah. Masalah sosial pun dapat terjadi, misalnya menarik diri dari pergaulan karena merasa malu, hingga merasa tidak percaya diri.

Cara Mengatasi Infeksi Jamur Kuku

Jika kuku telanjur terinfeksi jamur, disarankan untuk segera diobati. Ada beberapa cara dalam mengobati kuku yang sudah terkena jamur.

Pertama, minum obat antijamur yang berperan dalam membantu menumbuhkan kuku baru yang bebas dari jamur, sehingga kuku lama yang terinfeksi perlahan-lahan tergantikan.

Selain itu, bisa juga menggunakan cat kuku atau larutan oles antijamur yang mengandung lactic acid, propylene glycol dan urea. Caranya dengan mengoleskan cat kuku tersebut pada kuku yang terinfeksi, termasuk kulit di sekitarnya. Ada pula losion khusus yang mengandung urea untuk mengatasi jamur kuku, terutama bila kuku tipis.

Anda juga dapat menggunakan krim kuku antijamur. Rendam kuku terlebih dahulu, lalu oleskan krim pada kuku yang terinfeksi. Krim tersebut dapat mengatasi jamur yang ada pada permukaan kuku, hingga jamur yang terdapat di lapisan bawahnya.

Tindakan medis lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengatasi infeksi jamur kuku oleh dokter seperti :

  • Tindakan bedah untuk membuang kuku yang rusak akibat jamur, sehingga nantinya akan tumbuh kuku baru yang sehat. Cara ini dilakukan jika infeksi sudah parah dan terasa sangat sakit.
  • Terapi laser dengan kombinasi krim kuku. Namun, cara ini masih jarang tersedia dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Selain tindakan pengobatan di atas, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, protein dan zat besi untuk mendukung proses penyembuhan

Tips Menjaga Kuku Tetap Sehat

Perhatikan hal-hal ini jika Anda menginginkan kuku tetap sehat tanpa terkena jamur kuku:
  • Gunting kuku secara teratur. Jaga agar kuku tidak terlalu panjang.
  • Jangan malas mencuci tangan agar kuku terjaga kebersihannya. Setelah itu, keringkan dengan benar. Hindari kuku berada dalam kondisi lembap dalam waktu yang lama, terutama saat menggunakan kuku palsu.
  • Apabila melakukan perawatan kuku di salon, pastikan alat perawatan kuku benar-benar bersih. Pastikan produk kecantikan yang digunakan belum memasuki masa kedaluarsa, saat Anda menggunakannya.
  • Jika perlu, bawa peralatan perawatan kuku sendiri saat ke salon, agar lebih terjamin kebersihannya. Pastikan produk kecantikan kuku disimpan dengan baik, tidak terkena cahaya matahari langsung, tidak lembap, kemasan tidak rusak.
  • Hindari menggunakan kuku palsu saat mengalami infeksi jamur kuku, sebab dapat memperburuk kondisi.
  • Selalu gunakan sepatu atau alas kaki apabila berada di tempat umum seperti kolam renang dan tempat lainnya. Namun, sebaiknya hindari menggunakan sepatu yang sudah lama tidak terpakai.
Menjadikan kuku sebagai salah satu bagian tubuh yang cantik memang penting untuk menunjang penampilan. Namun, menjaga kesehatannya, jauh lebih penting. Karena itu, tetaplah merawat kuku dengan alasan kesehatan, bukan hanya kecantikan semata, agar kuku terbebas dari infeksi jamur.

 

sponsored by: