Hemangioma

Pengertian Hemangioma

Hemangioma adalah tanda lahir berbentuk tonjolan kenyal berwarna merah terang pada kulit akibat adanya pertumbuhan berlebih (proliferasi) dari pembuluh darah. Warna merah pada hemangioma muncul karena adanya pembuluh darah di permukaan yang melebar. Terkadang hemangioma bisa berwarna kebiruan atau ungu jika terjadi pada pembuluh darah di lapisan yang lebih dalam.

Hemangioma bisa terdapat di bagian tubuh manapun, namun paling sering ditemukan di kulit kepala, punggung, dada, atau wajah.

Penyakit ini termasuk jenis tumor pembuluh darah yang tidak ganas dan jarang menimbulkan komplikasi. Kemunculan hemangioma biasanya terjadi beberapa bulan setelah bayi lahir. Sekitar 50 persen hemangioma menyusut ketika anak berusia 5 tahun dan pada akhirnya memudar setelah usia 10 tahun. Hemangioma   umumnya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika pertumbuhannya sangat besar dan mengganggu.

Gejala Hemangioma

Gejala awal hemangioma muncul berupa tanda berwarna merah pada kulit yang bisa tumbuh atau berkembang dengan cepat sehingga kemudian terlihat menonjol dari permukaan kulit. Namun setelah itu, hemangioma akan memasuki fase tidak aktif, lalu hilang secara perlahan. Meski menghilang, hemangioma akan menyisakan perbedaan warna kulit yang menetap, walaupun tidak seterang seperti pada saat pertama kali muncul.

Penyebab Hemangioma

Pembuluh darah tambahan yang terbentuk karena adanya pertumbuhan yang abnormal akan berkumpul dan membentuk hemangioma. Penyebab terjadinya pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal ini belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa faktor yang diduga membuat seseorang lebih berisiko menderita hemangioma, di antaranya:.
  • Genetika atau faktor keturunan
  • Kelahiran prematur.
  • Jenis kelamin perempuan.

Diagnosis Hemangioma

Diagnosis hemangioma bisa dilakukan hanya melalui pemeriksaan fisik. Sebagai penunjang diagnosa, dapat dilakukan pemeriksaan dengan Dopler ultrasound untuk melihat peredaran darah yang melalui area hemangioma guna membedakannya dengan ruam lain yang memiliki ciri sama (misalnya rubella, campak, atau akrodermatitis). Pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter untuk memastikan apakah hemangioma bertambah besar, menetap atau menyusut. Jika pertumbuhan  hemangoma terlihat tidak biasa atau memunculkan luka, maka dapat dilakukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit.

Pengobatan Hemangioma

Sebagian besar kasus hemangioma tidak membutuhkan pengobatan khusus karena tidak menimbulkan gangguan fisik dan akan memudar secara perlahan. Meskipun begitu, hemangioma bisa menimbulkan masalah psikologis dan sosial. Alasan itulah yang membuat beberapa orang merasa perlu mengobatinya

Alasan lain pengobatan hemangioma dilakukan adalah jika pertumbuhannya mengganggu penglihatan. Dalam kasus tersebut, penanganannya bisa dengan pemberian obat atau operasi laser. Obat-obatan yang bisa diberikan adalah:

  • Kortikosteroid. Obat ini dapat diberikan secara oral, topikal, atau disuntikkan pada lokasi di mana hemangioma muncul. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan kortikosteroid meliputi gangguan pertumbuhan, kadar gula darah atau tekanan darah yang tinggi, dan katarak.
  • Obat penghambat beta (beta blocker). Pada kasus ringan, dapat diberikan timolol dalam bentuk gel. Sedangkan untuk kasus yang parah, diberikan propranolol oral. Efek samping yang dapat muncul dari penggunaan obat-obatan kelompok ini adalah mengi, peningkatan gula darah, dan peningkatan tekanan darah.
  • Vincristine. Obat ini diberikan jika hemangioma sudah mengganggu penglihatan atau pernapasan. Pemberian vincristine dilakukan melalui suntikan setiap bulan.
Metode pengobatan dengan laser dapat dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan hemangioma dan mengatasi rasa sakit yang muncul. Operasi laser juga dapat mengurangi perubahan warna kulit setelah hemangioma sembuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari pengobatan hemangioma melalui operasi laser adalah nyeri, perdarahan, bekas luka, serta perubahan warna kulit.

Komplikasi Hemangioma

Pada umumnya hemangioma tidak berbahaya dan tidak terasa sakit, namun dalam beberapa kasus bisa menyebabkan perdarahan, infeksi, atau menjadi luka terbuka yang terasa sakit.

Pada kasus yang jarang terjadi, hemangioma bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, penglihatan, pendengaran, atau mengganggu kelancaran buang air kecil dan buang air besar, tergantung pada letak dan ukuran hemangioma.