Hormon Adrenalin: Berbahaya Jika Berlebihan atau Kekurangan

Ketika melewati jalan yang gelap dan sepi, gedung kantor yang tiba-tiba kebakaran, atau sedang mengalami situasi menegangkan lainnya, jantung kita pasti mulai berdebar kencang, tangan mulai berkeringat, dan kita mulai mencari cara untuk melarikan diri. Hormon adrenalin memegang peranan penting dalam respons tubuh yang terkait hal-hal tersebut. Namun jika berlebihan, hormon ini justru bisa berbahaya bagi kesehatan.

Fungsi Hormon Adrenalin

Hormon adrenalin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan beberapa neuron pada sistem saraf pusat. Saat-saat krisis, marah, stres, tertekan, atau takut bisa memicu dilepaskannya hormon yang bernama lain epinefrin ini.

Hormon Adrenalin Berbahaya Jika Berlebihan atau Kekurangan - alodokter

Ketika memasuki aliran darah, hormon adrenalin akan merangsang jantung untuk berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras, membuat kewaspadaan meningkat, meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan metabolisme gula, dan membuat perubahan lain guna mempersiapkan tubuh menghadapi keadaan darurat. Selain itu, hormon adrenalin juga berfungsi mengirimkan sinyal antar sel-sel saraf dan mampu meningkatkan memori jangka panjang pada manusia.

Bahaya Jika…

Terkadang, tubuh bisa melepaskan hormon adrenalin meskipun kita tidak sedang merasa terancam atau tertekan. Jika sudah begitu, kepala bisa menjadi pusing, pening, dan pandangan menjadi kabur. Adrenalin juga membuat tubuh melepaskan glukosa atau gula darah. Dalam situasi yang berbahaya, glukosa bisa dimanfaatkan tubuh sebagai energi. Tapi jika tidak, justru membuat kita mudah marah dan gelisah.

Berlebihnya kadar hormon adrenalin tanpa adanya bahaya nyata justru dapat menimbulkan rasa gugup, gelisah, insomnia, kerusakan jantung, dan bahkan meningkatnya tekanan darah ke level bahaya. Produksi adrenalin yang berlebih juga bisa disebabkan jika kita mengidap kondisi medis tertentu, misalnya tumor pada kelenjar adrenal dan penyakit Addison.

Hormon adrenalin tak hanya berbahaya jika terlalu banyak, terlalu sedikit pun juga tidak baik. Hormon adrenalin yang terlalu sedikit akan membatasi kemampuan tubuh untuk bereaksi dengan baik dalam situasi penuh tekanan.

Hormon Adrenalin Buatan

Selain dihasilkan secara alami oleh tubuh, adrenalin juga bisa diproduksi secara buatan. Hormon adrenalin buatan ini bisa digunakan untuk berbagai macam pengobatan seperti merangsang kerja jantung selama serangan henti jantung terjadi; meningkatkan tekanan darah pada kasus syok; dan melebarkan bronkus dan bronkiolus, mengurangi resistensi di saluran napas pernapasan, meningkatkan aliran udara ke paru-paru, dan meredakan kejang otot pada penyakit asma bronkial.

Selain itu, adrenalin sintesis ini juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. Anafilaksis merupakan reaksi alergi parah yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dan penyempitan/pembengkakan saluran udara. Oleh karena itu, adrenalin atau epinefrin buatan direkomendasikan untuk selalu dibawa oleh mereka dengan riwayat alergi parah terhadap kerang, ikan, kacang-kacangan, atau menderita asma dan alergi.

Hormon adrenalin jarang menyebabkan masalah, tetapi stres atau tekanan yang berkelanjutan dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi hormon tersebut. Jika Anda merasa stres, segera atasi dan cari pertolongan sekarang juga.