Ingin Coba Baby Led Weaning, Ini Faktanya

Baby led weaning atau BLW mulai ramai diperbincangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Metode memberi makan anak yang terbilang beda tersebut mendapat pro dan kontra dari masyarakat, salah satunya mengenai sisi keamanannya.

Baby led weaning merupakan metode alternatif untuk memperkenalkan Si Kecil pada makanan padat di saat usianya mencapai 6 bulan. Dengan metode ini, Si Kecil diberi makanan yang telah dipotong-potong dan dibiarkan makan sendiri menggunakan tangannya, bukan disuapi makanan lembut sejenis bubur.

Ingin Coba Baby Led Weaning Ini Faktanya - alodokter

Menurut penelitian, baby led weaning bisa membuat Si Kecil mengenal dan mengonsumsi ragam makanan lebih awal. Ada juga studi yang mengatakan jika BLW membuat Si Kecil memilih makanan yang lebih sehat. Namun meski didukung oleh bukti ilmiah, ada juga yang mempertanyakan keamanan Si Kecil jika BLW diterapkan.

Apakah BLW Membuat Bayi Tercekik dan Tersedak?

Satu hal yang dikhawatirkan para orang tua tentang baby led weaning, yaitu apakah bisa membuat Si Kecil tersedak dan merangsang muntah. Hal ini bisa dipahami mengingat makanan yang dianjurkan BLW berbentuk utuh dan tidak dilumatkan.

Para ahli mengatakan bahwa rangsang muntah (gagging) adalah refleks normal Si Kecil ketika dia belajar mengonsumsi makanan padat. Gagging (gerakan ingin muntah disertai batuk dan mata berair) akan berkurang saat Si Kecil semakin berkembang dan belajar mengatur jumlah makanan yang ditelannya.

Selain memicu refleks muntah, muncul juga kekhawatiran jika baby lead weaning dapat membuat Si Kecil tersedak. Menurut mereka yang setuju dengan BLW, metode ini aman dipraktikkan asalkan ketika makan Si Kecil dalam posisi duduk tegak. Selain itu, Si Kecil juga sudah bisa mengendalikan jumlah makanan yang masuk ke dalam mulutnya, mengunyah, dan menelannya. Hal tersebut dirasa cukup untuk meminimalisasi risiko Si Kecil tersedak.

Sedangkan menurut American Academy of Pediatricians (AAP), buat hati Anda memang dikatakan sudah siap menyantap makanan padat jika ia sudah bisa duduk dan menaruh makanan ke dalam mulutnya sendiri. Namun untuk mengurangi risiko tersedak, tekstur makanan Si Kecil harus lembut, mudah ditelan, dan berukuran kecil. Dengan kata lain, makanannya harus dipotong kecil atau dilumatkan terlebih dahulu.

AAP pun mengingatkan bahwa tersedak makanan merupakan salah satu penyebab utama kematian di kalangan anak kecil. Mereka juga menyarankan untuk tidak memberi makanan yang perlu dikunyah kepada anak yang usianya kurang dari 12 bulan.

Jika Bunda ingin mencoba baby led weaning pada anak, hindarilah makanan-makanan berikut yang berisiko membuat Si Kecil tersedak:

  • Sosis atau hot dog.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Potongan daging atau keju yang besar.
  • Anggur utuh.
  • Popcorn atau berondong jagung.
  • Kismis.
  • Sayur dan buah yang mentah dan keras.
  • Makanan yang dipotong dadu terlalu kecil, seperti buah.
  • Permen yang keras, kenyal, atau lengket.

Sedangkan makanan yang cocok digunakan untuk baby led weaning antara lain:

  • Sayuran matang yang dipotong-potong berbentuk batang, seperti wortel dan ubi rebus.
  • Brokoli dan kembang kol yang dikukus atau direbus.
  • Alpukat yang dihancurkan.
  • Ayam yang disuwir.
  • Bakso daging asli.
  • Pisang, papaya, pir, kiwi, melon, dan apel kukus.
  • Pasta yang mudah digenggam seperti fusilli atau penne.
  • Nasi yang dibentuk bulat.

Jika Bunda ingin mengadopsi metode baby led weaning untuk Si Kecil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak. Terutama jika:

  • Si Kecil terlahir prematur.
  • Si Kecil membutuhkan perhatian khusus, tidak bisa mengunyah dengan baik, atau kesulitan mengambil makanan dan membawanya ke mulut.
  • Ada riwayat alergi, masalah pencernaan, atau intoleransi makanan dalam keluarga.

Memberi makan Si Kecil dengan metode baby led weaning atau BLW masih menjadi perdebatan dan membutuhkan bukti serta penelitian lebih lanjut. Depkes RI dan WHO pun belum menganjurkan metode ini untuk dilakukan karena sejauh ini belum ada bukti yang akurat mengenai tingkat keamanan dan keunggulan baby led weaning jika dibandingkan metode pemberian MPASI biasa. Oleh karena itu, sekali lagi, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu jika Bunda ingin mempraktikkan metode ini pada Si Kecil.

Referensi